Zona Berita

Protokol Kesehatan di Pesantren saat Pandemi Covid-19 dari Kemenag

ZONADAMAI.COM – Kementerian Agama menyampaikan protokol kesehatan bagi pesantren dan pendidikan keagamaan saat pandemi virus corona Covid-19.

Protokol kesehatan ini berlaku untuk pendidikan keagamaan yang tidak memiliki asrama dan memiliki asrama serta pesantren.

Menteri Agama Fachrul Razi menjelaskan rincian protokol kesehatan untuk pendidikan keagamaan dan pesantren, yakni membersihkan ruangan dan lingkungan secara berkala dengan disinfektan, khususnya gagang pintu, saklar lampu, komputer, papan tik, meja, lantai dan karpet masjid, atau rumah ibadah. Lantai kamar atau asrama, ruang belajar dan fasilitas lain yang sering terpegang oleh tangan juga harus dibersihkan secara berkala oleh disinfektan.

“Menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan air mengalir di toilet, setiap kelas, ruang pengajar, pintu gerbang, setiap kamar atau asrama, ruang makan dan tempat lain yang sering di akses,” kata Menag, dikutip dari Republika.co.id, Jumat (19/6/2020).

Dia mengatakan, bila tidak terdapat air untuk CTPS, pihak pesantren dapat menggunakan pembersih tangan atau hand sanitizer. Selain itu, perlu memasang pesan kesehatan cara CTPS yang benar, cara mencegah penularan Covid-19, etika batuk maupun bersin.

Di dalam pesan kesehatan juga perlu dijelaskan cara menggunakan masker di tempat strategis seperti di pintu masuk kelas, pintu gerbang, ruang pengelola, dapur, kantin, papan informasi masjid atau rumah ibadah, sarana olahraga, tangga, dan tempat lain yang mudah di akses.

Menag menegaskan, penggunaan masker, menjaga jarak, CTPS, dan menerapkan etika batuk atau bersin yang benar harus dijadikan budaya.

“Bagi yang tidak sehat atau memiliki riwayat berkunjung ke negara atau daerah terjangkit dalam empat belas hari terakhir, segera melaporkan diri kepada pengelola pesantren dan pendidikan keagamaan,” ujarnya.

Menag juga mengimbau siswa-siswi dan santri agar menggunakan kitab suci dan buku atau bahan ajar pribadi. Serta menggunakan peralatan ibadah pribadi yang dicuci secara rutin. Sangat mengimbau untuk menghindari penggunaan peralatan mandi dan handuk secara bergantian bagi lembaga pesantren dan pendidikan keagamaan yang memiliki asrama.

Protokol kesehatan lainnya bagi pendidikan keagamaan yang tidak memiliki asrama dan memiliki asrama serta pesantren adalah melakukan aktivitas fisik, seperti senam setiap pagi, olahraga, dan kerja bakti secara berkala dengan tetap menjaga jarak.

Protokol kesehatan sangat menganjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang sehat, aman, dan bergizi seimbang.

“Serta menyediakan makanan bergizi seimbang yang dimasak sampai matang. Disajikan oleh juru masak dan penyaji makanan dengan menggunakan sarung tangan dan masker,” kata Menag.

Protokol kesehatan selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan warga satuan pendidikan, paling sedikit satu kali dalam satu pekan dan mengamati kondisi umum secara berkala.

Menag mengatakan, apabila suhu badan siswa-siswi dan santri lebih dari 37,3 derajat Celsius, maka tidak diizinkan untuk memasuki ruang kelas atau ruang asrama. Segera menghubungi petugas kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan setempat.

Apabila gejalanya disertai dengan batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan sesak napas disarankan untuk segera menghubungi petugas kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan setempat. Apabila ditemukan peningkatan jumlah dengan kondisi serupa, segera melaporkan ke fasilitas pelayanan kesehatan atau dinas kesehatan setempat.

Menag menyampaikan perlunya menyediakan ruang isolasi yang berada terpisah dengan kegiatan pembelajaran atau kegiatan lainnya. “Menyediakan sarana dan prasarana untuk CTPS termasuk sabun dan pengering tangan atau tisu di berbagai lokasi strategis,” katanya.

Menag juga menyampaikan bahwa ada empat ketentuan atau syarat utama yang berlaku dalam pembelajaran di masa pandemi virus corona atau Covid-19. Empat ketentuan utama ini berlaku untuk pendidikan keagamaan berasrama dan tidak berasrama termasuk pesantren.

Menag menjelaskan, keempat ketentuan utama tersebut yang pertama, membentuk gugus tugas percepatan penanganan Covid-19. Kedua, memiliki fasilitas yang memenuhi protokol kesehatan. Ketiga, aman Covid-19 yang dibuktikan dengan surat keterangan dari gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 atau pemerintah daerah setempat. Keempat, pimpinan, pengelola, pendidik dan peserta didik dalam kondisi sehat. Dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari fasilitas pelayanan kesehatan setempat.

“Keempat ketentuan ini harus dijadikan panduan bersama bagi pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan yang akan menggelar pembelajaran di masa pandemi,” kata Menag.

Categories: Zona Berita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s