Zona Berita

BPIP Sebut Milenial Indonesia Sudah Krisis Ideologi Pancasila karena Budaya Korea

ZONADAMAI.COM – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengklaim kalau milenial Indonesia sudah terpapar budaya luar negeri terutama budaya Korea.

Hal itu membuat para penerus bangsa minim pengetahuan Pancasila sebagai pemersatu bangsa yang menyebabkan krisis identitas dan akhlak baik.

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Lia Kian mengatakan kalau jajarannya akan menggalakan pendidikan Pancasila sejak dini dan tes masuk untuk menjadi anggota operator perangkat daerah (OPD).

“Kenapa harus dikembangkan lagi pendidikan pancasila itu dari sisi budaya, budaya Korea menjamur, budaya barat menjamur, narkoba di mana-mana, LGBT meluas, tambah lagi teknologi yang enggak kefilter,” ujar Lia di Bandara International Hotel by Accor Hotels, Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (19/11/2019).

Bahkan, Lia mengatakan kalau generasi milenial Indonesia sudah krisis mental yang sudah tidak mengedepankan kesopanan, etika dan tata krama dalam bersosialisasi.

Menurutnya, fenomena yang mengancam pribadi Indonesia itu karena derasnya asupan budaya negara lain tanpa diseimbangi oleh pendidikan Pancasila.

“Krisis mental iya, krisis pembangunan karakter juga iya. Itu semua terjangkiti dari masyarakat umum, hedonisme di mana-mana, individualisme di mana-mana. Ini kayak air sudah keruh saja,” kata Lia.

Berangkat dari fenomena itu, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) merekomendasikan tes pengetahuan Pancasila masuk dalam proses rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Tak hanya tes mengenai Pancasila di rekrutmen CPNS, BPIP juga merekomendasikan pendidikan Pancasila sejak usia dini yakni di tingkat Paud.

“Tadi ada tiga rekomendasi bagaimana pendidikan moral Pancasila di sekolah formal, dari Paud sampe perguruan tinggi ini harus segera dilakukan. Kedua, pendidikan Pancasila juga harus masuk ke proses rekrutmen, baik PNS mau pun proses manajemen karier PNS,” jelas Lia.

Untuk menjaring organisasi masyarakat (ormas) dan seluruh unsur masyarakat di daerah yang non-formal, BPIP pun telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kemendagri.

Dalam hal ini, Kesatuan Bangsa dan Politik Kementerian Dalam Negeri (Kesbangpol) menjadi perpanjangan tangan BPIP untuk memberikan pemahaman kepada rakyatnya di tiap daerah.

“Materinya memang disusun BPIP, dan dalam implementasi di daerah maka Kesbangpol yang akan menjadi mitra. Misal pendidikan formal kita mitra Kemendikbud, kalau pendidikan Pancasila non-formal dengan Ormas maka Kesbangpol akan jadi mitra dalam pelaksanaan,” jelas Elfrida Herawati Siregar, selaku Direktur Hubungan Antar Lembaga dan Kerja Sama BPIP.

Sebagai informasi, BPIP menggelar diskusi Gotong-royong Dalam Membumikan Pancasila di Bandara International Hotel by Accor Hotels, Bandara Soekarno-Hatta yang diikuti seluruh Kesbangpol di 32 Provinsi Indonesia.

Kegiatan serupa sudah dilakukan dua kali, pertama dilakukan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kali kedua dilaksanakan di Tangerang, Banten.

Diskusi tersebut merupakan buntut nota kesepahaman (MoU) antaran BPIP dengan Kemendagri beberapa waktu silam untuk membangun semangat Pancasila.

Categories: Zona Berita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s