Zona Berita

Politikus PDIP: Isu Habib Muhammad Rizieq Shihab Tidak Ada yang Ditutupi

ZONADAMAI.COM – Pemerintah Arab Saudi belum memberikan klarifikasi kepada Pemerintah Indonesia, terkait polemik seputar kabar pencekalan terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Shihab.

Hal tersebut dikatakan Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon setelah mendapat penjelasan dari Menlu Retno Marsudi.

Dengan demikian, lanjut Effendi, Pemerintah Indonesia belum berani memastikan benar tidaknya dokumen yang ditunjukkan Habib Rizieq.

“Saya kan klarifikasi. Klarifikasi ke beliau (Menlu Retno, Red) juga, tidak pernah dan tidak ada (keterangan resmi dari pemerintah Arab Saudi, red),” ujar Effendi, usai rapat kerja dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu), di ruang rapat Komisi I Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Selasa.

Dikatakan Effendi, pemerintah ingin mengecek kebenaran dari dokumen yang disebut surat pencekalan, yang ditunjukkan Habib Rizieq melalui video yang tersebar di media sosial.

Karena itu baru ditunjukkan melalui video, Effendi menilai bahwa seharusnya untuk mengecek keaslian dan keabsahan surat itu juga harus bisa dilihat secara fisik.

“Bahwa ada video kemudian, itu masih ditelusuri keabsahan dan kebenarannya dan apa itu,” ujar dia.

Effendi juga mengungkap alasannya mengajukan pertanyaan itu, karena masih terkait permasalahan perlindungan warga negara Indonesia (WNI).

Politikus PDIP yang menegaskan, dirinya tidak ingin ada jawaban yang bias, karena semestinya negara bertanggung jawab melindungi warga negaranya. “Siapa pun dia, termasuk juga Habib Rizieq,” kata Effendi

Tapi, pertanyaannya itu sudah dijawab Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi secara jelas dan tidak ada yang ditutupi. “Isu Habib Rizieq tidak ada yang ditutupi. Dijawab secara clear,” ujar Effendi.

Effendi mengatakan Komisi I DPR RI juga ingin tahu apakah benar Habib Rizieq ada dalam status pencekalan. Kalau benar, untuk kepentingan apa pencekalan itu.

Menurut dia, kasus itu tidak boleh dibiarkan berkembang menjadi sesuatu yang tidak terjawab kebenarannya.

“Kalau benar, kan berarti pemerintah kita yang mencekal dia supaya tidak boleh masuk ke negara kita. Kepentingan apa pencekalan itu. Makanya kami minta diberi penjelasan,” ujar Effendi Simbolon. (ant/jpnn/fajar)

Categories: Zona Berita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s