Zona Berita

Diduga Disusupi Kelompok Taliban, Massa Aksi Minta Segera Lantik Pimpinan KPK Terpilih

ZONADAMAI.COM – Revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (RUU KPK), telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Namun setelah polemik pro kontra revisi ini, muncul polemik soal adanya kelompok Taliban di tubuh lembaga antirasuah ini.

Atas dasar tersebut, massa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Jawa Barat menggelar aksi di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Jumat (20/9).

Mereka menuntut agar secepatnya dilakukan pelantikan terhadap pimpinan KPK terpilih, serta meminta mundur Agus Raharjo sebagai Ketua KPK yang dinilai telah gagal memimpin KPK.

“KPK saat ini diduga disusupi kelompok Taliban dan sudah bergerak sebelum dihabisi di dalam tubuh KPK,” kata Koordinator Aksi Anjar.

Anjar menduga, kelompok ini (Taliban) selain ingin merusak citra pemerintah, juga politisi yang berlatar belakang Nahdlatul Ulama (NU). Seperti ditetapkannya Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi  sebagai tersangka oleh KPK.

Imam Nahrawi sendiri adalah kader PKB yang juga adalah warga NU. Tersangkanya Imam adalah bukti jika kelompok Taliban yang ingin merusak citra pemerintah.

“Kami meyakini kelompok mereka menganggap pemerintah yang akan menghalangi tujuan besar mereka, yang ingin merongrong Pancasila dan NKRI dengan menjual nama agama dan khilafah,” jelasnya.

Tudingan yang dilontarkan oleh Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Jawa Barat ini juga, sama persis dengan tudingan dari Ketua PB PMII Muhammad Syarif Hidayatullah.

Syarif menuding KPK terlalu politis lantaran ada kelompok Taliban di dalamnya.

“KPK dipolitisir, bersihkan kelompok Taliban di tubuh KPK. Kelompok Taliban mulai tancap gas sebelum mereka dihabisi di dalam tubuh KPK,” kata Syarif dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kantor RMOLNetwork, di Jakarta, Kamis (18/9).

Syarif menyebut penetapan Imam sebagai tersangka kasus korupsi hanyalah upaya untuk menjelek-jelekkan pemerintah.

Sebab, kata dia, selama Imam menjabat menteri, telah menorehkan prestasi gemilang.

“Bisa merusak citra baik pemerintah. Sebagaimana kita ketahui pemerintah telah banyak keberhasilannya baik dari segi pembangunan dan lain-lain,” kata Syarif.

PMII, kata Syarif, menduga ada upaya kesengajaan dari KPK yakni Kelompok Taliban untuk menjerat kader-kader Nahdlatul Ulama (NU) yang getol menolak radikalisme.

“Kelompok ini selain ingin merusak citra pemerintah, juga politisi yang berlatar belakang Nahdliyin (warga NU),” kata Syarif.

“Kami meyakini kelompok mereka menganggap Pemerintah yang akan menghalangi tujuan besar mereka yang ingin merongrong Pancasila dan NKRI dengan menjual nama agama dan Khilafah,” pungkasnya. [yud]

Categories: Zona Berita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s