Zona Berita

KKB Kembali Tembaki Aparat, Ryamizard: KKB Pemberontak, Harus Ditumpas

ZONADAMAI.COM – Aparat TNI/Polri kembali diserang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Penembakan itu terjadi saat sejumlah personel dari Polda Papua tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi ditembaknya  Alm. Briptu Hedar di Kabupaten Puncak Jaya, Papua.

“Saat olah TKP pukul 11.27 WIT, Selasa,  tiba-tiba anggota mendapat tembakan dari arah seberang kali yang diduga dilakukan oleh KKB sehingga anggota langsung melakukan tembakan balasan serta melakukan pengejaran,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo dilansir cnnindonesia, Rabu siang (14/8).

Dedi menerangkan, KKB benar-benar menguasai Kabupaten Puncak Jaya, khususnya di lokasi penembakan Hedar. Namun, aparat kepolisian bersama TNI telah mengendalikan kondisi saat ini.

Pemberontak Harus Ditumpas

Sebelumnya,  Briptu Heidar dilaporkan disandera KKB Papua. Ia diculik dan disandera saat berada di Kampung Usir, Kabupaten Puncak, Papua pada pukul 11.00 WIT, Senin (12/8/2019).

Beriptu Heidar kemudian dieksekusi KKB. Ia gugur setetah ditembak  di bagian kepala dan leher.

Mengetahui kabar itu, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu tak bisa menyembunyikan kemarahannya. Ia pun meminta agar KKB bisa ditumpas habis.

Ryamizard juga meminta aparat militer untuk segera melakukan serangan kepada KKB guna membalas kematian Briptu Hedar. “Saya enggak suka dengan istilah KKB-KKB. Pemberontak itu harus dihantam, harus diselesaikan itu pemberontak. Jangan seenak enaknya bunuh-bunuh orang,” tegas Ryamizard kepada wartawan usai mengisi kuliah umum di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta.

Tak hanya itu, Menhan juga meminta agar istilah KKB tak lagi digunakan. Menurutnya, KKB Papua adalah jelas-jelas gerakan separatis dan lebih tepat disebut sebagai pemberontak. “Apa KKB? (Mereka) pemberontak,”  tegasnya.

Pernyataan serupa disampaikan oleh Wapres Jusuf Kalla. JK menegaskan, jika ada aparat TNI maupun Polri yang diserang kelompok bersenjata, pemerintah berhak mengambil tindakan tegas.

“Apabila ada yang menyerang aparat, polisi, negara harus diselesaikan, harus diserang balik. Itu harus. Kalau diterima begitu saja, itu salah,” tegas JK.

Sedangkan  Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto meminta agar kasus ini tidak diperbincangkan.

“Ya kan kita kan sedang mengamankan daerah itu, ada yang ketembak ada yang luka itu bagian dari operasi itu, itu bisa setiap hari terjadi ya. Saya berkali-kali masalah operasi seperti itu ndak usah diperbincangkanlah,” ujar Wiranto dikutip republika.

Wiranto justru meminta agar masyarakat turut mendoakan pasukan keamanan yang tengah bertugas di wilayah berbahaya tersebut dan mendoakan kesadaran para pelaku. “Kita doakan supaya pasukan kita selamat, kita doakan ada kesadaran bahwa pelaku-pelaku yang disebut KKSP itu,” kata dia.

Sementara itu, Sebby Sambom, Juru Bicara TPNPB-OPM  menyatakan, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat—sayap militer Organisasi Papua Merdeka—mengakui bertanggung jawab atas penembakan yang menewaskan anggota Polda Papua, Briptu Heidar.

”Pada awalnya kami mencurigai orang yang berjalan itu adalah Briptu Heidar. Benar, dia sedang menyamar. Dia bukan warga sipil, tapi anggota Brimob dan masuk dalam daftar penjahat bagi warga Papua,” kataSebby Sambom seperti dilansir suara.com, Selasa (13/8).

Ia menuturkan, penembakan terhadap Briptu Heidar tak bisa dikategorikan sebagai kejahatan atau kriminalitas, sebab hal itu bagian dari perang antara TPNPB dengan Republik Indonesia.*

Categories: Zona Berita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s