Zona Berita

Ekspor Komoditi Pertanian DIY Terus Meningkat

ZONADAMAI.COM – Kepala Badan Karantina Pertanian Kementan RI, Ali Jamil mengatakan, selama ini DIY telah menjadi daerah pengekspor produk pertanian.

Salah satu produk ekspor unggulan asal DIY ialah gula kelapa atau gula semut (gula merah bubuk). Selain itu ada pula pala bubuk, bunga cengkeh, kayu manis, buah vanili, dan sarang burung walet.

“Kami maunya memang bukan lagi produk hulunya saja yang di ekspor, tapi juga produk olahannya, minimal produk setengah jadi. Ini tentu untuk menambah nilai jual dari produk ekspor kita,” imbuhnya, Selasa ( 30/7), di Yogyakarta.

Bahkan bulan lalu untuk pertama kalinya Badan Karantina Pertanian melepas ekspor komoditas vanili ke Amerika Serikat.

Budidaya secara organik dan proses paska panen lebih rumit dibandingkan tanaman lain, konon menyebabkan komoditas vanili dari DIY  disukai hampir oleh seluruh penduduk dunia, dan memiliki nilai jual mahal.

Petani vanili patut berbangga juga karena panen vanili yang terus dikawal oleh Karantina Pertanian Yogyakarta ini dapat terus  dikirim ke mancanegara.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras ini, produk berlimpah dan kualitas sesuai dengan persyaratan negara tujuan ekspor,” katanya.

Pelepasan ekspor vanili kali ini jumlahnya sebanyak 5 ton dengan nilai mencapai 26,8 milyar rupiah. Menurut Kepala Karantina Pertanian Yogyakarta, Ina Soelistyani data ekspor vanili selama 3 bulan terakhir masing-masing 2,4 ton pada bulan Desember 2018, 1,4 ton pada bulan Januari 2019 dan 2,2 ton di bulan Februari 2019.

Dengan negara tujuan ekspor selain Amerika Serikat masing-masing adalah Negara Republik Chechnya, Antigua dan Barbuda, Thailand, Bulgaria, German, Denmark, India, Perancis, Belanda, Korea Selatan, Filipina dan Singapura, tambahnya.

Tiga komoditas lain asal Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang juga dilepas ekspornya bersama vanili adalah buah cengkeh kering, gula merah serbuk dan buah salak segar.

Adapun besaran volume dan nilai untuk masing-masing komoditas tersebut adalah sebagai berikut: cengkeh dengan volume 10 ton senilai 1, 192 milyar rupiah, gula kelapa serbuk dengan volume 10 ton  senilai 335 juta rupiah serta buah salak segar dengan volume 7,8 ton senilai 136,5 juta rupiah.

Ina menambahkan negara tujuan ekspor untuk komoditas tersebut adalah Belanda, Arab saudi, India, Kuwait, USA, Uni Emirat Arab untuk cengkeh.

Untuk volume ekspor di tahun 2018 berfluktuasi dengan volume tertinggi di bulan Desember sebanyak 214,7 ton  senilai 24, 842 milyar rupiah.

Gula merah serbuk diekspor ke negara Amerika Serikat,  Bulgaria, Belgia, Estonia, Afrika selatan dan Kanada dengan volume ekspor di tahun 2018 berfluktuasi dengan volume tertinggi di bulan Agustus sebanyak 168,6 ton senilai 5,648 milyar rupiah.

Dari data yang dikompilasi oleh Karantina Yogyakarta dapat dilihat bahwa tren ekspor beberapa komoditas unggulan meningkat dari tahun ke tahun khususnya untuk komoditas kayu lapis, buah salak, cengkeh, gula merah, getah damar, rotan dan kayu olahan.

Komoditas kayu lapis meningkat sebesar 1.142%, buah salak meningkat sebesar 184%, cengkeh meningkat sebesar 235%, gula merah meningkat sebesar 149% ,getah damar sebesar 136%, rotan   meningkat sebsar 596% dan kayu olahan sebesar 15.396 %.

Hal ini merupakan sesuatu yang menggembirakan sekaligus tantangan ke depan untuk mempertahankan bahkan meningkatkan ekspor, tidak hanya pada komoditas unggulan tetapi juga komoditas potensial lainnya, tambah Kepala Karantina Pertanian Yogyakarta.

Sementara untuk buah salak yang merupakan buah eksotis unggulan dari Kabupaten Sleman menjadi komoditas ekspor yang telah dikawal oleh Karantina Yogyakarta sejak tahun 2010.

Layanan cepat berupa inline inspection menjadikan komoditas yang akan diekspor dapat dilakukan pemeriksaan karantina di lokasi pemilik sehingga mempercepat proses bisnisnya.

Adapun  negara tujuan ekspornya adalah Kamboja, Cina, Thailand, Malaysia dan USA. Di  tahun 2018 eksporpun berfluktuasi dengan volume tertinggi di bulan Desember sebanyak 108, 4 ton  dan meningkat lagi di bulan Januari 2019 sebanyak 118,7 ton  dengan nilai mencapai 2,08 milyar rupiah. (sug)

Categories: Zona Berita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s