Zona Berita

BPN Bubar, Burhanuddin Muhtadi: Koalisi Dibangun Setengah Hati

ZONADAMAI.COM – Pengamat politik, Burhanuddin Muhtadi mengkritik koalisi Adil Makmur yang bubar dan memilih untuk pindah koalisi demi jabatan.

Hal ini diungkapkan saat menjadi narasumber di program ‘Apa Kabar Indonesia Malam’, di saluran YouTube TalkShow tvOne, Jumat (28/6/2019).

Burhanuddin memberikan tanggapan mengenai bubarnya koalisi Adil Makmur.

Menurutnya, partai koalisi Adil makmur dibangun dengan setengah hati.

“Sebenarnya ini bagian dari realitas politik kita, kita memilih sistem presidensial dengan multi partai ekstrem akibatnya koalisi yang dibangun setengah hati. Jadi ada dua jenis koalisi, koalisi nominasi pencalonan, dan koalisi pascapemilu,” ujar Burhanuddin.

Menurutnya, tidak ada hubungan sebelum pemilu dan pasca pemilu.

“Dan umunya tidak ada kaitan dengan proses nominasi pencalonan dengan pascapemilu,” ujar Burhanudin.

Burhanduin lantas mengatakan bahwa koalisi saat pemilu hanya koalisi yang bersifat pragmatis dan transaksional.

“Jadi antara kompetisi di pemilu, dengan pasca-pemilu itu seringkali tidak nyambung, tidak ada link-nya, jadi ini yang menjelaskan hubungan koalisi itu selalu bersifat pragmatis dan transaksional dan ini bukan yang pertama,” ujarnya.

Burhanudin berharap agar partai memiliki keseriusan dalam berpolitik dengan cara tetap mempertahankan ide dan gagasan yang dibangun saat pemilu.

“Jadi sebenarnya saya pribadi berharap ada keseriusan dari politisi baik yang ada di dalam maupun di luar, untuk membangun satu proses kelembagaan politik yang lebih matang. Caranya narasi yang dibangun dalam pemilu, itu harus dilanjutkan setelah pemilu,” jelas Burhanuddin.

Burhanduian lantas khawatir jika ide dan gagasan pasca pemilu hanya dipertaruhkan dengan harga yang murah.

“Jangan sampai setelah pemilu, setelah tegas siapa yang kalah siapa yang menang, kemudian proses pertarungan gagasan ide dalam pemilu itu di pertukarkan dengan harga yang murah.”

Terlebih menurutnya jika jabatan tersebut tidak sebanding dengan ide dan gagasan yang dibangun.

“Jabatan itu kan kalau dikasih ke portofolio yang ecek-ecek itu kan murah harganya. Jadi ada kementerian air mata dan mata air,” unjarnya sambil tertawa.

Terlebih jabatan yang ditawarkan adalah jabatan yang kurang strategis.

“Nah seringkali proses yang mengikat koalisi, tanda kutip harga yang harus dipertukarkan dan umumnya bukan wilayah yang menentukan, (seperti) Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga), Menpan (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara). Dan menurut saya tidak sebanding dengan ide, program, narasi yang selama ini dibangun,” ujar Burhanuddin.

Koalisi Adil Makmur yang mengusung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menjadi Capres Cawapres di Pilpres 2019 resmi dibubarkan hari ini, Jumat (28/6/2019).

Begitu juga dengan Badan Pemenangan Nasional ( BPN) yang dinyatakan bubar hari ini setelah dilakukan pertemuan di kediaman Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh pimpinan Partai Koalisi Adil Makmur serta tim BPN.

Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzzani menyampaikan beberapa amanat dari Prabowo Subianto dalam pertemuan yang berlangsung sejak siang hari tadi.

“Pertemaun pada hari ini Partai Koalisi Adil Makmur Pengusung Prabowo-Sandi dalam pilpres 2019 diselenggarakan atas undangan dari capres Pak Prabowo dan pak Sandi. Pertemuan berlangsung sejak pukul 14.30 WIB sampai magrib,” ungkapnya dalam tayangan acara CNN Indonesia yang diunggah di channel YouTube, Jumat (28/7/2019).

Ia menjelaskan, pertemuan berlangsung akrab dan hangat.

Masing-masing pimpinan Partai Koalisi Adil Makmur menyampaikan pandangan tentang hubungan dan kerajasama ke depan paska putusan Mahkamah Konstitusi.

“Prabowo menyampaikan ucapan terima kasih kepada partai koalisi, yakni PKS, PAN, Demokrat dan Berkarya. Kepercayaan ini bagi beliau sadalah sebuah kekuatan besar dan amanah yang besar, dan menjadi kepercayaan luar bisa dari partai-partai untuk menajdi capres-cawapres,” kata Ahmad Muzzani.

Prabowo bahkan mengucapkan terima kasih yang berulang-ulang kepada Partai Koalisi Adil Makmur serta kepada tim BPN.

Selain itu, Prabowo Subianto juga menyampaikan permintaan maafnya kepada para parta koalisi serta pendukungnya yang sampai kemarin masih memberikan dukungan yang begitu besdar.

“Beliau merasa bahwa perjuangan yang besaer tidak kalah, upaya kita untuk mencapai pada titik kebenaran kemudian sudah diputuskan oleh MK, dan kita harus patuh terhadap keputusan MK,” tutur Muzzani.

Prabowo juga merasa kalau perjuangan belum selesai.

Ia meminta kepada partai koalisi serta pendukungnya untuk ikut memajukan bangsa dan negara.

Ia juga berharap agar hubungan dan komunikasi tetap terjalin meskipun dalam suasana non formal.

Ahmad Muzzani pun mengumumkan kalau Koalisi Adil Makmur resmi dibubarkan, begitu juga dengan BPN.

“Sebagai sebuah kaoalsi yang mengusung capres dan cawapres dalam pemilu, tugas Koalisi Adil Makmur dianggap selesai. Oleh karena itu sejak saat ini beliau mengucapkan terima kasih dan Koalisi Adil Makmur dianggap selesai. Begitu juga dengan BPN selesai,” ucapnya.

Ahmad Muzzani mengatakan, Prabowo menyerahkan kembali mandat capres cawapres kepada parai koalisi, dan menyerahkan kepada masing-masing partai untuk menentukan keputusan politiknya.

“Beliau menghormati semua dan mempersilahkan partai politik untuk mengambil langkah politik masing-masin,” ucapnya. (*)

Categories: Zona Berita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s