Zona Berita

Ini Kronologi Penangkapan Pria yang Diduga Sebarkan Hoaks dan Hina MK

ZONADAMAI.COM – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri meringkus TFQ (47) di daerah Kembangan, Jakarta Barat, pada Rabu (3/7/2019).

Laki-laki asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), tersebut diduga menyebarkan berita bohong atau hoaks serta menghina dan mencemarkan nama baik Mahkamah Konstitusi ( MK).

Kepala Subdirektorat I Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes (Pol) Dani Kustoni mengatakan bahwa polisi awalnya menerima informasi dari masyarakat perihal penyebaran hoaks yang dilakukan oleh TFQ.

TFQ diduga menyebarkan hoaks pada Jumat, 28 Juni 2019, ke lima grup di aplikasi WhatsApp. Polisi menerima informasi perihal penyebaran hoaks tersebut keesokkan harinya, pada Sabtu, 29 Juni 2019.

“Pada tanggal 28 Juni 2019, pukul 15.25 WIB, tersangka TFQ mengirimkan kepada 5 group WA,” ujar Dani melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (4/7/2019).

Berikut narasi hoaks yang ia sebarkan:

“Baru semalam diumumkan oleh MK, hari ini undangan syukuran JM sdh beredar.. sampai disini faham yah, bahwa sidang MK hanya permainan belaka.. yuk kita juga syukuran atas kemenangan kita yang tetap istiqomah berada dalam barisan penegang kebenaran.. dunia hanya permainan, akhiratlah kampung halaman kita yang harus diperjuangan selama hayat di kandung badan…”

Dihubungi terpisah, Dani mengatakan bahwa setelah itu, polisi pun melakukan profiling terhadap tersangka. Baru pada akhirnya TFQ diringkus aparat.

Kendati demikian, ia tidak dapat merinci hal teknis yang dilakukan aparat untuk menjaga kerahasiaan prosedur tersebut.

“Ya di-profilling dulu baru ditangkap,” kata Dani kepada Kompas.com, Jumat (5/7/2019).

Setelah diringkus, polisi memeriksa TFQ. Kepada penyidik, TFQ termotivasi melakukan aksinya karena merasa kecewa dengan putusan MK untuk menolak seluruh gugatan sengketa hasil Pemilu Presiden 2019 yang diajukan oleh Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Pria asal Bima Provinsi NTB yang merupakan pendukung salah satu paslon Pilpres 2019, mengaku bahwa penyebaran konten yang berisi hoaks, menghina, mencemarkan, dan mendiskreditkan MK didasari atas ketidakpuasan terhadap putusan MK yang menolak gugatan dan tidak memenangkan presiden-wakil presiden pilihan tersangka,” tutur dia.

Dari TFQ, polisi menyita sebuah telepon genggam beserta sebuah kartu SIM ponsel.

Pelaku dikenakan Pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 207 KUHP dan/atau Pasal 310 atau Pasal 311 KUHP.

Categories: Zona Berita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s