Zona Berita

OPINI Syahrul Kirom : Merajut Persatuan Pasca Putusan MK

ZONADAMAI.COM – Akhirnya, Majelis Hakim Konstitusi menolak seluruh gugatan sengketa hasil Pemilu Presiden 2019 yang diajukan pasangan calon presiden-calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Putusan Mahkamah Konstitusi itu final dan mengikat. Dengan demikian, pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin dipastikan akan memimpin Indonesia periode 2019–2024. Pelantikan direncanakan Oktober 2019. Putusan final pada putusan MK itu artinya putusan langsung memperoleh kekuatan hukum tetap sejak diucapkan.

Karena itu, pasca putusan MK, bangsa Indonesia harus kembali bersatu dan membangun kebersamaan sesuai ungkapan Bhinneka Tunggal Ika yang dapat ditemukan dalam kitab Sutasoma yang ditulis oleh Mpu Tantular pada abad XIV di masa kerajaan Majapahit. Secara harfiah arti Bhinneka (beragam), Tunggal (satu), ika (itu) yaitu beragam itu satu. Nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika sudah seharusnya seluruh bangsa Indonesia dari sabang hingga merauke mampu merajut kesatuan dan persatuan negara Indonesia tercinta ini. Di tengah tengah situasi politik pasca putusan Mahkamah Konstitusi atas hasil sengketa pilpres 2019. Kita sebagai warga negara Indonesia harus kembali merajut persatuan Indonesia sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Dengan begitu, Benih-benih kebencian pada hasil pilpres 2019 serta pasca putusan MK dan prasangka buruk pada orang lain harus dihilangkan.

Karena itu, segala persoalan kebangsaan saat ini harus disikapi dengan kepala dingin dan hati yang arif bijaksana dalam menyelesaikan setiap persoalan pemerintah dan rakyat, jangan ada politik adu domba, semua harus dapat diselesaikan dengan jalan kembali persatuan Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika. Nilai Pancasila pada sila ke tiga harus dijadikan sebagai petunjuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia juga diajarkan dalam Bhinneka Tunggal Ika yang memiliki nilai-nilai luhur, budi pekerti, etika dan moral bagi setiap warga negara Indonesia dalam rangka merangkai rasa kedamaiaan berbangsa.

Karena itu, kekayaan isi sila tersebut mudah digali kalau kita mengingat Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa Indonesia. Adalah niat bangsa Indonesia untuk mengakui kenyataan bahwa di Indonesia terdapat pelbagai macam agama dan kepercayaan yang mempunyai pokok-pokok ajaran yang berbeda. Dengan demikian, umat beragama yang hidup di Indonesia sudah semestinya mampu memaknai Bhinneka Tunggal Ika secara mendalam agar tumbuh dalam hati dan nurani dalam merajut persatuan.

Dengan adanya nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dan pancasila seluruh persoalan politik pasca pilpres 2019 menjadi hilang dan harus bersatu kembali dalam merajut persatuan Indonesia. Setiap ego dan fanati pada pada pasangan o1 dan o2 sudah harus dihilangkan dengan menggunakan rasa kebangsaan, dengan begitu akan tercipta persatuan Indonesia. Di mana nalar yang digunakan untuk mencapai kerukuan berbangsa dan bernegara, ukuranya terletak pada merasa sebagai warga negara Indonesia yang memiliki nasib yang sama untuk membangun bangsa Indonesia yang lebih baik.

Dengan demikian, pasca putusan MK atas hasil sengketa pilpres 2019 , maka sikap hidup menciptakan kerukunan umat, kesatuan dan persatuan bangsa, dapat terwujud dengan adanya keamanan, kemampuan semua komponen bangsa dan kemampuan mengendalikan diri dari sikap ucapan dan perbuatan yang tidak menyinggung dan merugikan orang lain. Karena itu, kerukunan berbangsa sejatinya bisa dilandasi dengan semangat nilai-nilai pancasila, yang di sana juga ada sila kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan dan kesatuan ,keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Sila-sila tersebut itu menegaskan bahwa warga negara Indonesia untuk selalu hidup atas dasar nurani kerukunan.

Selain itu, dengan adanya pancasila sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia, tentunya kita sebagai rakyat Indonesia juga harus dan bahkan wajib mengamalkan dan mengimplementasikan secara praksis dalam kehidupan berbangsa pasca putusan MK. Sehingga dengan mengimplementasikan nilai pancasila akan dapat dicegah yang namannya benih-benih kebencian pasca pilpres 2019.

Dengan demikian, nilai pancasila dan nilai bhineka tunggal ika perlu dibangkitkan kembali pasca putusan MK atas hasil sengketa pilpres 2019 dalam upaya merajut kerukunan dan keharmoisan berbangsa yang terkoyak akibat adanya berita hoaks, fitnah dan prasangka buruk pada pilpres 2019. Karena itu, Peranan nilai Pancasila dan nilai Bhinneka Tunggal Ika sangat berarti bagi pertumbuhan manusia Indonesia sehingga menghasilkan rasa persaudaran, perdamaian, hidup rukun berdampingan. Itu inti Pancasila untuk menyemaikan persatuan, persaudaraan dan kesatuan bangsa. Nilai Pancasila memiliki relevansi yang sangat tepat sekali saat ini sebagai upaya merangkasi rasa kebangsaan, rasa keharmonisan berbangsa dan bernegara. Semoga.(*)

Categories: Zona Berita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s