Zona Berita

Dunia Apresiasi Pemilu Damai Indonesia

ZONADAMAI.COM – Pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 dinilai pengamat asing sebagai pesta demokrasi yang lebih damai dibanding 1999.Pemerintah dinilai mampu menciptakan keamanan dan kedamaian selama pelaksanaan pemilu.

Theatlantic.com menga takan bahwa perjuangan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sa – ngatlah berat dalam melak sana kan pemilu di Indonesia, terutama tantangan logistik. KPU telah merekrut sekitar enam juta staf untuk mengawasi 810.000 TPS di ratusan pulau di Tanah Air. Mereka bepergian meng gu – nakan pesawat, kapal, hingga jalan kaki ke pegu nungan. Pada tahun ini, Nigeria dan Afghanistan terpaksa me nunda pemilu karena perm a salahan logistik. India yang memiliki luas wilayah lima kali lipat dibanding Indonesia juga me merlukan waktu beberapa pekan untuk dapat melaksanakan pemilu. Indonesia sendiri dikenal di dunia sebagai negara demo – kratis yang adil, jujur, damai.

“Indonesia merupakan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia. Manajemen pelak sa na – an pemilu di sana tidaklah mudah,” lapor theatlantic.com . Indonesia juga mencoba membebaskan pemilu dari aksi kecurangan dengan sistem data yang transparan. Sayangnya, se jumlah oknum tetap menyebarkan hoaks. Diplomat asal Australia Gary Quinlan juga memberikan ucapan selamat kepada In donesia yang berhasil menjalani Pilpres dengan lancar. Gary Quin lan adalah duta besar Australia untuk Indonesia. Gary mengutarakan pujiannya lewat cuitan yang di-posting via media sosial Twitter. “Mengunjungi be berapa tempat pemungutan suara di Jakarta pagi ini. Kagum dengan besarnya pelaksanaan dan antusiasme para pemilih,” tweet Gary Quinlan.

Sebelumnya Gary sempat men-tweet betapa kagumnya dia terhadap demokrasi Indone sia yang tercermin lewat pemilu hari ini. Bahkan, dirinya menganggap pemilu Indonesia adalah prestasi dari demokrasi. Duta besar Denmark untuk Indonesia, Rasmus Kristinsen juga memberi apresiasi ter hadap Pemerintahan Indonesia yang berhasil menggelar pemilu serentak di tahun ini. “Saya telah menerima undangan dari KPU untuk menyaksikan pe milihan Indonesia 2019. Hari ini saya mengunjungi beberapa TPS di Jakarta Utara dan Pusat. Saya senang sekali melihat orang Indonesia memberi hak pilih. Denmark memberi se la mat kepada Indonesia dengan demokrasi yang sukses,” ung kap dubes Denmark lewat akun Instagram .

Hal sama diungkapkan Duta besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik. Dirinya bah – kan sempat berfoto bersama ibu-ibu yang berada di TPS dekat rumahnya. “Berkeliling di TPS-TPS dekat rumahku di kam pung ramai, aman, dan lancar. Pasti Indonesia dapat memilih dengan bijaksana dan damai untuk masa depan yang baik,” ungkap Moazzam di akun Twitter- nya. Duta besar Norwegia untuk Indonesia, Vegard Kaale juga memberi selamat untuk rakyat dan Pemerintah Indonesia. Dia menilai bahwa demokrasi di Indonesia merupakan inspirasi bagi banyak negara lain. “Selamat Indonesia atas #pe milu2019, hari ini kita telah menyaksikan jutaan orang menggunakan hak demokrasinya. Mengesankan dan merupakan inspirasi bagi banyak negara lain,” tulis Vegard.

Dia juga sempat mengunjungi TPS-TPS di Jakarta. Dia pun meng apresiasi kinerja logistik yang d ianggap mengesankan. Media asal India the hindu.com mengatakan bahwa masa depan Indonesia pasca-pilpres yang diawasi para pe mimpin di Asia, mengingat Indonesia merupakan pasar stra tegis dengan pertumbuhan kelas menengah. Mereka me nya takan kebijakan dan politik luar negeri (polugri) Indonesia kemungkinan akan berubah. “PDB Indonesia mencapai USD1 miliar pada 2017 dengan angka pertumbuhan ekonomi sekitar 5%. Indonesia dan India memiliki hubungan yang amat baik. Jika Jokowi kembali menang, hubungan tersebut kemungkinan akan lebih kuat. Namun, India juga tidak perlu cemas jika Prabowo menang,” lapor thehindu.com .

Sementara itu, Menteri Koor dinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto memas tikan pelaksanaan Pemilu 2019 berjalan lancar dan aman meski pun ada beberapa kendala di beberapa daerah. “Pelaksanaannya bagus. Dari daerah saya monitor semuanya ber jalan lancar, bagus. Daerah memang surat suara ada yang rusak, belum sampai, ini masalah teknis, tapi secara umum yang masuk ke pelaksanaannya bagus. Partisipasi juga meningkat,” kata Wiranto. Menurut Wiranto, kasus kericuhan pemungutan suara me mang terjadi di beberapa da – erah seperti di Sampang, Madura. Namun, menurut dia, bukan menjadi masalah besar. Dia memastikan bahwa kasus tersebut masih dalam batas wajar.

“Biasa, satu-dua masalah, tapi bukan masalah besar,”ujar nya. Polri juga menyatakan pelaksanaan Pemilu 2019 di In – donesia berjalan aman dan kondusif, mulai dari pencoblosan hingga penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS). “Situasi keamanan alhamdulillah secara nasional la – poran dari Polda Aceh sampai Polda Papua secara umum sangat kondusif,” kata Karo Pen – mas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. Dengan terciptanya suasana kondusif, Polri kata Dedi, turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen mas ya rakat yang sudah menjaga proses demokrasi lima tahunan ini se hingga berjalan aman dan damai. “Dari persiapan kemarin sampai hari ini pencoblosan al hamdulillah berjalan aman,” ujar nya.

Setelah ini, TNI-Polri lanjut Dedi, akan melakukan pengaman an dalam rangka proses dan tahapan pemilu selanjutnya, yakni pengawalan kotak suara dan proses penghitungan resmi yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Selesai perhitungan TPS, Polri juga masih akan mengamankan dan mengawal seluruh surat suara dari TPS ke PPK dan PPK ke tingkat kabupaten, se lan jutnya dikirim ke tingkat provinsi. 35 hari setelah tanggal 17 ini. Kami masih ada agenda juga mengamankan perhitungan secara nasional di KPU,” ung kapnya. Badan Pengawas Pemilu (Ba – waslu) sudah melakukan pembaharuan (update ) terhadap data Sistem Pengawas Pemilu (Siwaslu). Komisioner Bawaslu Mochammad Afifuddin menyata kan data ini akan terus bergerak setiap saat. Bawaslu masih terus memantau hal tersebut.

“Data ini masih berjalan karena sebagian belum masuk laporannya. Terutama daerah yang belum melakukan pemungutan suara,” ujarnya. Pada tahapan pemungutan suara, pengawas pemilu menemukan ada pemilih di 237.382 TPS yang belum menerima surat pemberitahuan atau C6 dari KPPS sampai 16 April. Bahkan hingga Selasa (16/4) pukul 21.00 WIB, ada 3.250 TPS yang be lum di siapkan. Kemudian 1.703 TPS yang KPPS-nya belum me ne rima perlengkapan lo gis tik seperti kotak suara dan surat suara.

Categories: Zona Berita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s