Zona Berita

Proyek MRT Dapat Dituntaskan karena Jokowi Terapkan Kepemimpinan yang Efektif

ZONADAMAI.COM – Moda Raya Terpadu (MRT) fase I resmi beroperasi, per hari ini. Peresmian MRT oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini dinilai jadi tonggak monumental bagi bangsa Indonesia dalam pembangunan transportasi massal berbasis rel di Jakarta.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mengatakan, MRT telah dicanangkan sejak lama di era Soeharto di mana waktu itu Pak Habibie sebagai Menristeknya. Sekian banyak Gubernur DKI Jakarta telah merencanakan pembangunan MRT ini.

“Namun, di era kepemimpinan Gubernur Jokowi pembangunan MRT dimulai. Selama 6 tahun pembangunan MRT dilaksanakan di mana Presiden Jokowi memantau langsung proses pengerjaan pembangunan ini dengan detail dan saksama. Hari ini, Presiden Jokowi telah meresmikannya untuk fase I dari Lebak Bulus ke Bundaran HI,” kata Ace dalam keterangan tertulisnya, Minggu (24/3/2019).

Ia mengatakan, sesungguhnya pembangunan ini MRT di Indonesia sudah ketinggalan dibandingkan kota-kota besar di negara maju lainnya di dunia. Sekalipun begitu, tambah dia, Presiden Jokowi telah mampu mengejar ketertinggalan kota-kota besar dunia dengan pembangunan moda transportasi publik yang nyaman dan berbasis rel berteknologi tinggi ini.

Di ASEAN, MRT telah terlebih dahulu dibangun di Singapura tahun 1987, kemudian di Bangkok tahun 2004, serta di Kuala Lumpur, Malaysia, diresmikan pada 2017. Di Asia Jepang jadi negara yang pertama kali membangun MRT tepatnya di Tokyo pada 1927. Jauh sebelumnya, di Kota New York, Amerika Serikat, MRT ini telah digunakan sejak tahun 1904.

“Kini kita patut berbangga di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi pembangunan MRT telah diresmikan untuk fase I. Ini merupakan prestasi yang membanggakan, bukan saja untuk rakyat Jakarta, namun juga untuk Indonesia,” kata politkus Golkar tersebut.

Sebelumnya, pemerintahan Jakarta telah mencanangkan berbagai moda transportasi publik yang bermacam-macam. Di era Gubernur Sutiyoso ada busway, Gubernur Fauzi Bowo sempat mencanangkan program monorail, dan di era Jokowi-Ahok mencanangkan MRT yang telah selesai tahap 1 tahun 2019 dan LRT atau Kereta Layang Cepat yang hingga saat ini masih dikerjakan.

Ia menilai, program infrastruktur ini dapat diselesaikan karena Pak Jokowi mampu menerapkan kepemimpinan yang efektif.

“Hal itu bisa kita lihat dari lima hal. Pertama, seorang pemimpin seperti Pak Jokowi memiliki kepemimpinan yang inovatif. Pak Jokowi bekerja dengan pendekatan yang out of the box dan tidak terpaku pada pendekatan yang konvensional. Pak Jokowi tidak hanya menerima laporan begitu saja dari para pembantunya, tapi terjun sendiri ke lapangan memantau pekerjaan tersebut. Walaupun ada pihak-pihak yang menyebutnya sebagai pekerjaan ‘mandor’,” tuturnya,

Kedua, kata Ace, Jokowi mampu menginspirasi dan memotivasi semua para pembantunya untuk mencapai visi yang ingin dituju bersama. Dengan terjun langsung ke lapangan, bukan sekadar memantau dan melihat pekerjaan. “Tapi, di situlah seorang pemimpin menginspirasi dan memotivasi anak buahnya untuk bekerja dengan sungguh-sungguh untuk mencapai target yang telah dicanangkan,” katanya.

Ketiga, lanjut Ace, Jokowi menjadi teladan yang baik bagi para pembantunya. Keteladanan itu sangat penting. Bukan hanya banyak bicara, tapi bekerja langsung. Hal ini memotivasi mereka untuk ingin terus meningkatkan kemampuan dan kinerja dalam diri mereka.

“Keempat, Pak Jokowi memiliki tingkat kecerdasan emosional yang tinggi. Sekalipun beliau mengalami hujatan atas kebijakan yang diterapkannya, selagi beliau memiliki keyakinan yang teguh, beliau konsisten menjalankannya dengan sebaik-baiknya. Pak Jokowi difitnah dengan hal-hal yang sesungguhnya tidak relevan dengan apa yang dikerjakannya. Namun, Pak Jokowi tangguh dan tetap tegak berdiri bekerja untuk rakyat,” katanya.

Poin kelima, menurutnya, Jokowi merupakan pemimpin yang memberdayakan kepada para pembantunya sesuai dengan kapasitas dan kompetensi yang dimilikinya. Memberdayakan itu artinya memberikan kepercayaan kepada anak buahnya untuk bekerja sesuai dengan skema yang disepakati.

Dengan kepemimpinan yang efektif, kata Ace, Jokowi mampu bekerja dengan baik. Torehan berbagai hasil pembangunan, tidak hanya MRT, namun juga infrastruktur lainnya seperti jalan tol, bendungan, irigasi, aktivasi kereta api yang mangkrak, waduk, tanggul, jalan desa, dan lain-lain menunjukan Jokowi merupakan pemimpin yang bekerja secara efektif.

“Tak cukup hanya beretorika, mengkritik, datang ke pasar-pasar menanyakan harga lalu bicara ke media dan menebarkan pesimisme untuk membangun bangsa ini. Pak Jokowi bekerja dengan hati dengan menawarkan solusi untuk kebaikan bangsa,” ucapnya.

Ace menjelaskan, pembangunan MRT merupakan satu dari sekian banyak prestasi Jokowi untuk membawa Indonesia menjadi negara maju dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. “Kita membutuhkan kepemimpinan yang tak hanya pandai bicara menebar janji tapi tanpa bukti. Kita membutuhkan pemimpin yang efektif bekerja untuk rakyat dan melayani dengan hati bukan dengan tangan besi,” tuturnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s