Zona Berita

Jokowi Kerja Untuk Rakyat dan Dimenagkan Oleh Rakyat

ZONADAMAI.COM – Tidak ada yang bisa memilih dilahirkan dari keluarga yang kaya atau miskin. Jokowi muda pun mungkin kalau bisa memilih akan memilih dilahirkan kaya raya sehingga tidak perlu mengalami tinggal di bantaran Sungai Kalianyar, kemudian digusur, dan tinggal di rumah kontrakan. Kalau bisa memilih beliau akan memilih tinggal di rumah mentereng di Menteng atau perumahan elit di Solo.

Tetapi, justru tempaan kehidupan ketika beliau kecil itulah yang menjadi bekalnya sebagai pemimpin yang pro terhadap rakyat, optimis, kuat, yang paham betul penderitaan rakyat, sehingga beliau tidak ingin penderitaan beliau di masa kecil dialami oleh rakyatnya.

Beliau bercerita mengenai susahnya kehidupan orang tuanya ketika akan mengakses fasilitas kesehatan maupun pendidikan. Bahkan sampai ada pepatah yang mengatakan “Orang miskin dilarang sakit!” atau “Orang miskin percuma sekolah!”.

Tidak ingin rakyatnya merasakan kesedihan akibat tekanan hidup untuk mengakses kesehatan, pendidikan, memenuhi kebutuhan pokok dll tersebut, maka berbagai program pun dibuat seperti; Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako Murah, KIP-Kuliah.

Ada hikmah yang luar biasa dibalik susahnya kehidupan Pak Jokowi ketika muda. Beliau pernah mengalami susahnya menjalani usaha kelas bawah yang tidak mendapat dukungan dari pemerintah, perizinan yang susah, KKN disana disini, mencari modal susah, ekspor menembus pasar global susah maka kesulitan tersebut melahirkan kepedulian Pak Jokowi. Jaman sekarang? perizinan dipermudah, modal usaha dan pelatihan diberikan dan yang terbaru telah ada kartu Pra-Kerja untuk memberikan layanan pelatihan vokasi, skilling meningkatkan keterampilan yang belum bekerja, pekerja maupun yang akan berganti pekerjaan. Kalau jaman dahulu Pak Jokowi saja bisa menjalankan usahanya dengan segala hambatannya,  mosok generasi milenial ditengah berbagai kemudahan dan dukungan dari pemerintah seperti saat ini masih mengeluh.

Beliau begitu menghormati perempuan yang bisa kita lihat dari cara beliau memperlakukan ibunya, istrinya, dan anaknya. Beliau juga paham banyak ibu-ibu kreatif yang ingin membantu perekonomian keluarga atau bahkan menjadi tulang punggung keluarganya makanya beliau meluncurkan program (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dan kredit murah Ultra Mikro (UMi) sehingga Perempuan menjadi Berdaya.

Pak Jokowi juga pernah hidup di jaman ketika tanah hanya dikuasai segelintir orang dan elit. Ketika masyarakat tidak mendapat kepastian hukum akan tanah mereka sehingga menjadi rawan perampasan hak atas tanahnya. Karena itu sekarang beliau membagikan sertifikat tanah secara gratis karena beliau tidak ingin anak cucu kita nantinya tidak memiliki warisan tanah. Begitupula dengan perhutanan sosial yang telah dibagikan konsesinya untuk rakyat di sekitar hutan.

Pak Jokowi yang lahir dan besar dari rahim rakyat jelata mampu menyaksikan bahwa masyarakat desa merupakan ujung tombak perekonomian kita, mereka menyediakan beras untuk kita, sehingga sudah sepatutnya mereka hidup makmur. Infrastruktur tidak boleh hanya dinikmati oleh masyarakat kota tetapi adil untuk masyarakat desa juga.   Mungkin oknum-oknum yang selalu menuduh Pak Jokowi atau memfitnah tidak tahu perjuangan beliau memajukan Indonesia, melawan mafia-mafia.

Mungkin juga mereka tidak ingin bangsa Indonesia maju dalam berbagai hal, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, budaya dan teknologi. Ingin bangsa Indonesia terus terbelakang, menjadi bangsa kelas ketiga dan bukan bangsa pemenang.

Mungkin mereka yang terus memfitnah sudah lama terlalu nyaman dengan kondisi mereka yang “menguasai” Indonesia sehingga seakan tidak rela kalau harus berbagi atau peduli terhadap nasib bangsa dan negara, utamanya rakyat kecil.

Mereka itu adalah orang-orang yang egois. Mereka tidak mungkin memikirkan rakyat banyak, karena tidak pernah hidup susah, hidup dan besar dari rahim rakyat jelata.

Pak Jokowi yang lahir dan besar dari rahim rakyat, yang bukan anak seorang Jenderal, bukan anak konglomerat, bukan anak elit politik tetapi mampu memberi harapan kepada kita semua bahwa bukan hanya anak konglomerat, bukan hanya anak elit politik, bukan hanya anak Jendral yang bisa menjadi Presiden, namun seorang dari kalangan bawahpun bisa berkontribusi untuk rakyat!

Pengalaman kehidupan Pak Jokowi justru membuat beliau mendapat pemahaman, bahwa banyak pelajaran ketika hidup susah dan merasakan penderitaan rakyat untuk dijadikan bekal menjadi seorang Pemimpin yang Lahir Dari Rakyat, Dipilih Oleh Rakyat dan Bermanfaat Untuk Rakyat!

Categories: Zona Berita, Zona Politik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s