Zona Berita

Ekonomi Digital Akan Jadi fokus Pemerintah

ZONADAMAI.COM – Regional Investment Forum (RIF), ajang promosi investasi tahun Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), tahun ini digelar dengan fokus pada ekonomi digital dan pariwisata. Kegiatan yang berlangsung di Nusantara Hall 1, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten ini melibatkan setidaknya 250 start-up, beserta pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan asosiasi terkait.

Dengan tema “Indonesia’s Digital Drive: Utilizing Digital Technoogy in Developing Regional and Tourism Investment Oppotyunities”, RIF merespons pertumbuhan industri digital yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Di mana diketahui jumlah start-up di Indonesia sudah mencapai 2.070 dengan sektor on-demand services, financial technology (fintech), dan e-commerce biasanya tumbuh paling tinggi.

Kepala BKPM, Thomas Lembong mengemukakan, perkembangan industri yang cukup cepat ini harus segera direspons oleh pemerintah. Tidak terkecuali bagi BKPM sebagai lembaga yang melaksanakan fungsi pelayanan dan pelaksanaan penanaman modal. Oleh karena itu, RIF tahun ini memang diharapkan dapat menjadi wadah pertemuan bagi para investor, pelaku start-up, pemerintah daerah, dan stakeholders terkait lain.

“Sehingga perkembangan industri ini memiliki dampak yang maksimal bagi investasi Indonesia,” ungkap Lembong dalam rilis yang diterima di Jakarta, Senin (11/3).

Dalam acara tersebut, beberapa sesi seminar diselenggarakan. Salah satunya tentang digital startup pitching. Seminar ini diperkirakan dihadiri oleh 800 peseta, yang terdiri dari wakil dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, kedutaan asing, asosiasi dunia usaha, dan calon investor.

Ada pula one-on-one meeting antara calon investor dengan start-up, pemerintah daerah dengan calon investor, dan startup dengan calon investor. BKPM sendiri mengatur sekitar 148 pertemuan yang melibatkan 64 perusahaan startup serta 45 perusahaan investor.

Selain itu, business clinic atau klinik konsultasi usaha juga dibuka oleh BKPM, Bank Indonesia Fintech Office, Otortitas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Pariwisata, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta perbankan dan firma hukum.

Di tengah perlembatan perekonomian global yang melambat, Kepala BKPM, Thomas Lembong, mengatakan bahwa arus investasi di bidang ekonomi digital ke Indonesia masih kencang. Dia mengatakan arus modal ke setor ekonomi digital sama sekali tidak mengalami tren penurunan atau pelemahan.

“Khusus arus modal di ekonomi digital ke Indonesia masih kencang, kami tidak melihat trennya menurun atau melemah. Ini dibandingkan dengan tren pertumbuhan ekonomi global, yang semua kawasan mulai dari Eropa, Tiongkok, dan AS, semua menurunkan target pertumbuhan ekonominya,” katanya.

Tom, sapaan akrabnya, menyebut kondisi yang baik itu juga terlihat dari data pertumbuhan omzet start-up digital di Indonesia yang tidak mengalami perlambatan. Dengan kondisi itu, ia menganggap investasi di sektor digital bisa menjadi andalan untuk menyelamatkan investasi internasional langsung atau Foreign Direct Investment (FDI).

“Arus modal dari digital dan star-tup jadi andalan kita untuk menyelamatkan investasi internasional di samping smelter atau logam,” katanya.

Besarnya peluang digital ekonomi di Indonesia tergambar dari terus meningkatknya penetrasi internet serta ponsel pintar di nusantara. Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan, pengguna internet di Indonesia telah mencapai 143 juta orang atau 54% dari total populasi. Sementara itu, jumlah pemilik smartphone dan mobile internet sendiri mencapai 90 juta.

Riset Google dan Temasek juga menyebutkan market size ekonomi digital Indonesia cukup besar, yaitu mencapai US$27 miliar. Nilai itu masih berpotensi meningkat sampai menjadi US$100 miliar tahun 2025 nanti. Sebesar 10% aliran investasi asing per tahun di level USD 20-25 miliar diperkirakan disumbang oleh sektor ekonomi digital.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM, Farah Ratnadewi Indriani mengatakan, tujuan pelaksanaan kegiatan RIF adalah untuk mempromosikan peluang investasi Indonesia. Tak terkecuali di bidang ekonomi digital dan pariwisata.

Jadi kami fokus membuka jalur komunikasi antara pemerintah daerah, calon investor, dan startup di bidang tersebut. Harapannya, investasi di bidang ekonomi digital dan pariwisata juga bisa naik secara signifikan,” tutur Farah Ratnadewi Indriani dalam rilis yang sama, Senin (11/3).

Sebelumnya, Direktur Fasilitasi Promosi Daerah BKPM, Nurul Ichwan mengatakan bahwa saat ini salah satu hal yang menjadi fokus BKPM ialah supaya perekonomian digital, serta startup, dapat diadopsi oleh sektor-sektor primer, seperti perkebunan dan pertanian. Daerah-daerah terpencil yang memiliki keunggulan di dua sektor itu juga diharapkan dapat memanfaatkan startup.

“Sehingga nanti mereka (start-up) bukan hanya platform yang bisa dimanfaatkan oleh orang-orang di kota besar,” katanya kepada Validnews, Selasa (26/2) lalu.

Pasalnya, ia mengatakan, mungkin saja suatu daerah terpencil di Indonesia bisa menghasilkan komoditas-komoditas yang dibutuhkan bahkan oleh pasar di luar negeri. Dengan demikian, start-up sebetulnya bisa membantu daerah-daerah terpencil untuk memasarkan komoditas yang mereka produksi.

“Daerah juga harus dikejar untuk bisa bekerja sama dengan start-up sehingga perekonomian di daerah akan bisa berkembang karena produksi mereka bisa diterima oleh pasar-pasar baru, seperti pasar yang telah dimiliki startup,” katanya.

Categories: Zona Berita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s