Zona Berita

Diteror KKSB, TNI Tetap Lindungi Pembangunan Infrastruktur

ZONADAMAI.COM – Kodam XVII/Cenderawasih tetap melanjutkan pergeseran pasukan untuk pengamanan infrastruktur di Kabupaten Nduga, pasca peristiwa penyerangan dan penembakan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga pada Kamis (7/3), hingga mengakibatkan tiga anggota TNI gugur di tempat tugasnya.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi menuturkan TNI tak akan pernah mundur, apalagi berhadapan dengan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB).

“Kami tetap geser pasukan pengamanan itu ke Nduga, untuk melanjutkan pembangunan jembatan di Jalan Trans Papua,” ujar Aidi, Jumat (8/3).

Kata Aidi, ketiga anggota TNI yang gugur di lokasi kejadian, pagi tadi telah dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing yakni ke Solo, Kabupaten Luwu, dan Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Oleh Panglima TNI, ketiganya mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Sertu Anumerta, berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomer : Kep/244/III/2019 tanggal  8 Maret 2019.

Sebelumnya ketiga anggota TNI yakni Sertu Anumerta Mirwariyadin (26), Sertu Anumerta Yusdin (23), dan Sertu Anumerta Siswanto Bayu Aji (25), bersama dengan 25 anggota TNI lainnya disergap oleh 50-70 anggota KKSB pimpinan Egianus Kogoya.

Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 07.30 WIT, Kamis (7/3) saat pasukan TNI sedang melakukan pergeseran pasukan pengamanan infrastruktur. Ketiga anggota TNI gugur di lokasi kejadian.

Aidi menyebutkan dalam kejadian ini ditemukan satu jasad yang diduga anggota KKSB. Namun Aidi memperkirakan ada 7-10 orang anggota KKSB yang tewas dalam baku tembak, namun jasadnya dibawa oleh kelompoknya.

Pasukan Pengamanan Infrastruktur

Sebelumnya, sebanyak 600-an prajurit TNI dari Satgas Yonif Raider 321/Galuh Taruna dan Yonif Raider 514/Sabbada Yudha telah di kirim ke Nduga, dalam rangka pasukan pengamanan infrastruktur.

Pengiriman pasukan ini sesuai dengan kesepakatn antara Kementrian PUPR dan Mabes TNI dalam upaya pengamanan infrastruktur yang sempat terhenti di Nduga, pasca kejadian penyerangan dan pembunuhan pekerja PT Istaka Karya yang terjadi awal Desember 2018.

Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring menyebutkan bahwa prajurit yang bertugas di Nduga adalah prajurit pilihan untuk melindungi rakyat dan seluruh tumpah darah Indonesia.

“Sektor penugasan kalian adalah daerah rawan gangguan kelompok separatis bersenjata yang masih aktif melakukan teror, pembunuhan dan aksi kriminal lainnya baik terhadap aparatur negara maupun warga masyarakat. Tingkatkan terus kewaspadaan kalian,” kata Yosua.

Data dari Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XVII Papua menyebutkan 600-an prajuit TNI akan melakukan pengamanan pada pembangunan jembatan yang dilaksanakan oleh  PT Istaka Karya dan PT Brantas.

Kini, PT Brantas sedang mengerjakan 21 jembatan dan baru terselesaikan 5 jembatan. Sementara PT Istaka Karya dari pengerjaan 14 jembatan, sudah terselesaikan 8 buah jembatan. Puluhan jembatan dikerjakan dengan cara pararel dan dibutuhkan waktu yang lama.

Ke-600-an prajurit akan dikirim melalui dua jalur yakni 350 prajurit TNI digeser ke Kenyam melalui Timika dan sisanya digeser ke Distrik Mbua.

Categories: Zona Berita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s