Zona Berita

Tanggapan Mensos Terhadap 3 Kartu Baru Jokowi

ZONADAMAI.COM – Presiden Joko ‘Jokowi’ Widodo akan menambah 3 kartu sakti jika terpilih kembali menjadi presiden. Tiga kartu itu adalah Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah, Kartu Sembako Murah, dan Kartu Pra Kerja. Sebelumnya, Jokowi telah mengeluarkan 5 kartu sakti yakni Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Beras Sejahtera (Rastra), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

“Kartu Sembako Murah merupakan (rencana) program baru. Sekarang oleh Kemensos sedang dirumuskan opsi-opsi dalam rangka mengimplementasikan arahan presiden untuk mencetak atau membentuk program sembako murah,” kata Agus di Kementerian Sosial, Jakarta.

1. Rencana 3 kartu sakti masih dipelajari

Menurut Agus, ada beberapa opsi yang masih dipelajari secara intensif, misalnya program sembako murah yang terintegrasi dengan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Segala kemungkinan itu masih dirumuskan.

“Ataukah program itu merupakan program di luar Program Keluarga Harapan (PKH) dan BPNT. Apakah program itu merupakan program bantuan belanja pangan secara umum atau menggunakan kartu diskon, misalnya. Ketika masyarakat pegang kartu itu dia diberikan diskon untuk dibelanjakan sembako. Jadi ini masih dirumuskan di Kemensos, perlu kerja sama pihak terkait misalnya dengan Himbara BUMN,” kata Agus.

2. Masyarakat miskin akan terbantu dengan beragam program sosial

Menurut Agus, masyarakat miskin akan terbantu dengan beragam program sosial Kemensos. Selain kartu bansos, kata Agus, Kemensos juga memastikan bantuan tidak salah sasaran.

“Apakah itu (kartu sakti) bagian BPNT yang ditransformasikan menjadi kartu sembako murah ataukah program tersendiri di luar BPNT, masih dirumuskan. Pada dasarnya ini upaya pemerintah membantu masyarakat di tingkat paling bawah, khususnya terkait bahan pangan,” tutur Agus.

3. Kartu sembako dianggap bukan upaya pencitraan jelang pilpres

Agus juga meyakini progam Kartu Sembako Murah bukan upaya pencitraan Jokowi untuk menarik simpati masyarakat jelang pemilihan presiden. Menurut dia, Jokowi bekerja bukan atas dasar pencitraan. Hal itu bisa dilihat dari komitmen untuk mengurangi angka kemiskinan.

“Misal ketika 2018 lalu kondisi ekonomi dunia sangat berat, rupiah melemah, tapi di ujugnya kita membaik. Pak Jokowi tetap mengeluarkan kebijakan afirmatif membantu masyarakat pra sejahtera. Program PKH justru dinaikkan,” tegasnya.

Categories: Zona Berita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s