Zona Berita

Banwaslu Dalami Kampanye Hitam Di Kabupten Karawang

ZONADAMAI.COM, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat masih menelaah kampanye hitam terhadap pasangan Joko Widodo-Maruf Amin yang dilaksanakan salah seorang ibu di Kabupaten Karawang. Berdasarkan keterangan dari Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat Abdullah,

Bawaslu telah menurunkan petugas untuk mencari informasi lebih lanjut berhubungan itu. Bawaslu Jabar sendiri, menerima informasi tersebut dari Bawaslu Kabupaten Karawang.

“Sudah pendalaman atas informasi yang masuk ke kami. Kami investigasi menurunkan tim, melacak lokus kejadian ke pihak yang diduga,” ujar Abdullah untuk wartawan di Bandung, Senin (25/2).

Berdasarkan keterangan dari Abdullah, pihaknya belum dapat memutuskan perkara tersebut karena masih bakal mendalami. Ia mesti meyakinkan kejadiannya lebih dalam.

“Belum ada benang merah lebih lanjut. Kita mesti pastikan tahu kejadian di mana, konteksnya laksana apa,” ucapnya.

Saat ditanya bersangkutan permasalahan ini yang pun sudah ditangani kepolisian, menurut keterangan dari Abdullah penanganan tersebut adalahhal yang berbeda. “Itu distrik kepolisian, bukan ranah pemilu. Itu distrik terpisah,” ucapnya.

Abdullah pun, menyatakan tidak memahami arah kepolisian dalam menangani permasalahan ini. “Saya tidak tahu perspektif kepolisian. Yang tentu kami masih mengoleksi informasi apakah terdapat pelanggaran pemilu,” ucapnya.

Sementara menurut keterangan dari Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko, pihaknya tengah menginvestigasi video kampanye hitam tersebut. Nantinya, Direktorat Kriminal Umum Polda Jawa Barat akan mengerjakan serangkaian pengecekan untuk menganalisa dan mengevaluasi perbuatan itu.

Polda Jabar pun, kata dia, akan menantikan hasil dari Bawaslu supaya penanganannya semakin akurat. Trunoyudo mengatakan, pihaknya mendapat video tersebut dari laporan Tim Sentra Penegakkan Hukum Terpadu.

Menurutnya, dalam video tersebut ada tiga pelaku yaitu ES, CW, dan IP yang semuanya berasal dari Kabupaten Karawang. Ketiganya diperkirakan melanggar Undang-Undang ITE pasal 28 ayat 2 dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 46 Tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman hukuman maksimal tiga tahun penjara.

Dalam video itu, dua orang ibu-ibu berkata dalam bahasa Sunda mengimbau untuk seorang lelaki tua guna tidak memilih pasangan Jokowi-Maruf. Sebab, andai Jokowi terpilih diisukan bakal ada larangan azan di masjid-masjid, larangan pemakaian hijab untuk perempuan, serta bakal ada pelegalan nikah sesama jenis.

Categories: Zona Berita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s