Zona Berita

Kinerja Sektor Pertanian Terus Menuai Prestasi, Tahun 2019 Akan Semakin Baik

Dalam 4 tahun terakhir, kinerja sektor pertanian semakin bergerak maju dan terus menerus menuai prestasi. Prestasi yang dicapai sektor ini pun ikut turut serta dalam mendongkrak dan berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan perekonomian nasional. Kontribusi sektor pertanian pada tahun 2017 meningkat menjadi 13,53% dari sebelumnya sekitar 13,14% pada tahun 2014.

Selama periode 2013-2017, akumulasi tambahan nilai PDB Sektor Pertanian mampu mencapai Rp 1.375 triliun atau naik 47% dibandingkan dengan tahun 2013. Bahkan tercatat pada tahun 2018, nilai PDB mencapai Rp 395,7 triliun dibandingkan Triwulan III tahun lalu yang sebesar Rp 375,8 triliun.

Inflasi kelompok bahan makanan pun terus menurun dari 10,57% pada 2014, masing-masing menjadi 4,93% pada 2015 dan 5,69% pada 2016.  Bahkan 2017, menurun drastis hingga 1,26%. Ekspor pangan juga mengalami lonjakan pesat sebesar 29,7 atau setara dengan Rp 1.360 triliun. Di sektor investasi, pertanian Indonesia menunjukkan lonjakan sangat besar hingga 110% atau setara dengan Rp 94,2 triliun. Dan yang terbaru, sektor pertanian juga berhasil memimpin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terhadap perdagangan  yang menguat 0,67% atau 41,76 poin ke level 6.304,60.

Kesejahteraan petani juga semakin baik yang terlihat langsung dalam indikator Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) yang naik 5,39% dan Nilai Tukar Petani naik ke 0,22%, serta yang sangat jelas tercermin pada turunnya kemiskinan di pedesaan dari 17,74 juta orang menjadi 15,81 juta orang, di mana 70% disumbangkan dari sektor pertanian.

Prestasi yang dicapai sektor pertanian selama masa pemerintahan Joko Widodo dengan Andi Arman Sulaiman sebagai Menteri Pertanian ini pun juga dapat dilihat dari gebrakan pemberantasan mafia pangan yang selama ini menjadi salah satu penyebab kemiskinan petani. Tercatat dari gebrakan tersebut, terdapat 782 kasus mafia pangan yang telah dilaporkan dan menghasilkan 409 tersangka serta 21 perusahaan pangan yang telah di-black list.

Kontribusi nyata ini pun tak luput dari apresiasi melalui penghargaan-penghargaan yang diraih Kementan seperti keterbukaan informasi publik, TOP IT, kementerian antigratifikasi terbaik, pengadaan barang terbaik, penjaga ketahanan pangan, pengarusutamaan gender, pengelolaan arsip terbaik, dan manajemen kepegawaian terbaik.

Kinerja sektor pertanian yang meningkat tentu tidak terlepas dari upaya-upaya yang dilakukan pemerintah untuk memperbaiki sistem pengolahan sektor pertanian baik dari segi pengelola sumber daya maupun penyediaan alat dan barang. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pembangunan sistem irigasi, embung, dan waduk yang meningkatkan produktivitas kegiatan pertanian dalam negeri.

Kementan juga telah membuat program terobosan Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA) sebagai solusi permanen untuk mengentaskan masyarakat petani dari kemiskinan dan pemerataan. Hingga awal tahun 2019 sudah diterapkan program di 10 provinsi dengan sasaran 200.000 Rumah Tangga Petani Miskin (RTM). Selain itu di sisi produksi juga diberlakukan program Upaya Khusus (UPSUS) untuk padi, jagung, kedelai, dan holtikultura serta program Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB) pada peternakan serta bantuan bibit pada perkebunan.

Melanjutkan prestasi-prestasi sektor pertanian di 4 tahun terakhir, memasuki tahun 2019 Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) memperkirakan sektor pertanian akan semakin lebih baik dan produktivitas hasil pertanian juga diprediksi meningkat. KEIN melihat prospek pertanian kedepannya akan membaik, terutama harga sawit, karet, cokelat, kopi, dan teh. Begitu juga pada subsektor tanaman, dengan ketersediaan air yang semakin bakal mendongkrak produktivitas hasil komunitas pangan maupun perkebunan.

Guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian nasional tahun 2019, banyak aspek yang perlu disoroti seperti kecukupan kebutuhan air, benih bibit unggul, sistem pemupukan, kecermatan antisipasi perubahan iklim, pergudangan, dan jadwal waktu kebutuhan impor pangan yang sistemik.

Dengan adanya upaya-upaya melalui program serta kebijakan pemerintah dalam menciptakan kesejahteraan hidup bangsa dan masyarakatnya melalui perekonomian, masyarakat sebagai pelaku ekonomi hendaknya turut serta dalam mendukung dan menjalankan program-program pemerintah tersebut agar bersama-sama dapat mewujudkan kesejahteraan bangsa dan negara.

Categories: Zona Berita, Zona Ekonomi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s