Zona Berita

Prabowo Wajib Dites Baca Alquran, Agar Ulama Tak ‘Beli Kucing Dalam Karung’

ZONADAMAI.COM, Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Kapitra Ampera menilai bahwa calon presiden (capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto wajib dites baca Alquran dan harus bisa menjadi imam salat untuk membuktikan bahwa Ijtima Ulama dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 tidak salah memilihnya sebagai calon presiden.

“Wajib ya (dites baca Alquran). Karena apa, dia (Prabowo) kan orang yang disodorkan oleh ulama. Biar ulama ini bisa menilai kadar kelulusannya mencalonkan seseorang, apakah berdasarkan landasan teologi Islam atau tidak,” kata Kapitra kepada wartawan saat dihubungi, Kamis (3/1/2018).

“Karena dalam Islam jelas itu seorang imam, seorang umara juga harus bisa jadi imam salat, bukan hanya imam-imam yang lain. Dan ulama harusnya standarisasinya adalah Alquran dan hadis dong,” sambungnya.

Hal ini disampaikan Kapitra terkait undangan Dewan Ikatan Dai Aceh kepada capres-cawapres yang berkontestasi di Pilpres 2019 untuk mengikuti tes baca Alquran, yang  rencananya akan dilaksanakan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh pada 15 Januari 2019 mendatang.

“Secara formil tidak ada regulasi yang mengatur (baca Alquran) sebagai syarat (menjadi capres-cawapres), tapi secara teologi dia diusulkan Ijtima Ulama maka wajib hukumnya, harus dibuktikan kalau ulama yang memilih dia tidak salah, ibarat tidak beli kucing dalam karung,” jelasnya.

Menurut Kapitra, jika Prabowo tak mampu mengikuti tes baca Alquran dan menjadi imam salat, maka hasil Ijtima Ulama telah keliru memilih Ketua Umum Partai Gerindra itu sebagai capres.

“Kalau dia tidak bisa ngaji, tidak bisa baca Alquran, tidak kuat keislamannya, maka patut dipertanyakan ulama yang mencalonkan dia,” ucapnya.

Apalagi, lanjut mantan kuasa hukum Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab ini, beberapa waktu lalu sempat viral video Prabowo joget-joget di perayaan Natal keluarganya.

“Kalau dia gak bisa jadi imam shalat tapi kemudian merayakan Natal, lalu itu jadi rekomendasi ulama, ya ulamanya keliru. Ulama mencalonkan orang yang keislamannya tidak kuat,” pungkas Kapitra yang juga calon anggota legislatif dari PDIP dapil Riau II itu.

Categories: Zona Berita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s