Zona Berita

Pemerintah Cari Alternatif Sektor Pariwisata Meski Belum Capai Target 2018 Akibat Bencana Alam

Refleksi akhir tahun bidang Pariwisata, Menteri Pariwisata Arif Yahya mengungkapkan bahwa jumlah pengunjung wisman tahun ini belum bisa menembus target yang dicanangkan selama tahun 2018. Hal tersebut disebabkan adanya terjangan bencana alam yang kerap terjadi di beberapa daerah di Indonesia dimana sebagain besar merupakan sektor pariwisata.

“Target kunjungan sebanyak 17 juta wisman tahun ini dipastikan tak akan tercapai karena kemungkinan besar hanya akan mencapai angka 16 juta wisman” ungkap Arif Yahya.

Kepala Riset Koneksi Kapital, Alfred Nainggolan juga mengatakan bahwa pendapatan oleh pariwisata semakin menurun di akhir tahun 2018, padahal di tahun-tahun terakhir seharusnya menjadi catatan peningkatan perjalanan pariwisata menjelang natal dan tahun baru. Hal tersebut karena maraknya bencana yang terjadi di beberapa wilayah.

“Bencana alam yang terjadi selama tahun 2018 menjadi penghambat peningkatan emiten pariwisata pada akhir tahun. Siklus musiman yang terjadi pada kuartal IV adalah peningkatan aktivitas pariwisata seperti perjalanan di dalam negeri dan pembelian tiket, namun hal itu tidak terjadi pada kuartal terakhir tahun ini karena banyaknya bencana alam seperti di Lombok, Palu dan Banten. Hal tersebut menyebabkan pendapatan pada kuartal IV tidak akan sebesar tahun sebelumnya” ujarnya.

Rentetan bencana yang menerpa Indonesia mempengaruhi penurunan kunjungan wisatawan mancanegara, bahkan juga turut mempengaruhi pergerakan wisatawan nusantara. Kehidupan dan pertumbuhan pariwisata ditentukan oleh jumlah wisatawan yang berkunjung di sektor pariwisata, apabila sektor pariwisata mengalami kerusakan dan kehancuran akibat amukan bencana, maka otomatis daya minat para wisatawan yang berkunjung juga akan menurun. Hal tersebut menyebabkan jumlah wisatawan yang ditargetkan pemerintah ditahun ini tidak dapat dicapai. Padahal pengembangan dan pemanfaatan sumber daya dan potensi pariwisata dapat memberikan sumbangan bagi pembangunan ekonomi nasional.

Dengan tidak tercapainya target wisatawan/pengunjung yang dicanangkan oleh pemerintah, Kemenpar berupaya untuk mencari alternatif guna mendongkrak kembali potensi wisata di Indonesia selagi menunggu perbaikan wilayah pasca bencana. Alternatif tersebut digadangkan sebagai nomadic torism di mana memanfaatkan akomodasi yang mampu berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan mudah dan efisien.

Alternatif tersebut guna menarik kembali minat wisatawan untuk berkunjung ke sejumlah sektor pariwisata di Indonesia, terutama untuk daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau. Nomadic tourism menggunakan akomodasi sea-plane, caravan, glamp camp atau home pod.

Selain itu, Kementerian Pariwisata sudah menetapkan target yang ingin dicapai begitu pula dengan strategi untuk mencapainya seperti Border Tourism, Tourism Hub dan Low Cost Terminal (LCT). Strategi-strategi tersebut harus terus dioptimalkan dan diawasi sehingga dapat sepenuhnya mendorong pariwisata Indonesia mencapai target. Pemerintah juga dapat mengupayakan wisata-wisata alternatif baru yang inovatif yang dapat kembali meningkatkan gairah wisatawan terhadap pariwisata di Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s