Zona Berita

Indonesia Untung Kuasai 51 Persen Saham Freeport

ZONDAMAI.COM, PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) ‎rela berutang dengan menerbitkan obligasi global (global bond) untuk menjalankan aksi korporasi mengakuisisi saham PT FreeportIndonesia. Dalam pengambilalihan ini, Inalum mendapat 41,64 persen saham Freeport Indonesia senilai USD 3,85 miliar.

Transaksi pembelian tersebut pun telah dilakukan, sehingga kepemilikan saham Inalum pada perusahaan tambang tersebut menjadi 51,23 persen.

Apa alasannya Inalum membeli saham Freeport Indonesia?

View this post on Instagram

Akhirnya #SobatBUMN, setelah 51 tahun, Indonesia bisa menjadi pemegang saham terbesar pada perusahaan tambang PT Freeport Indonesia. Melalui Holding Industri Pertambangan Inalum, Indonesia mampu menguasai 51 persen saham Freeport Indonesia, melonjak dari sebelumnya hanya 9,36 persen. Kalian tahu tidak, jika cadangan emas di Tambang Freeport merupakan yang terbesar di dunia lho. Fantastisnya, nilainya mencapai Rp 2.100 triliun…wow kan Nah, lalu apa sih untungnya saat kita bisa menjadi pemilik terbesar saham Freeport Indonesia ?. Pastinya, tambang ini bisa memberikan kontribusi lebih besar bagi pendapatan negara, jauhhh melebihi yang selama ini kita terima. Hal utama lainnya, adalah lapangan kerja yang kian terbuka lebar bagi anak Bangsa. #Freeport #Inalum #BUMNHadirUntukNegeri

A post shared by Akun resmi Kementerian BUMN RI (@kementerianbumn) on

keuntungan dengan kepemilikan ‎51,23 persen saham Freeport adalah Inalum memiliki andil dalam pengerukan tambang tembaga dengan cadangan terbesar di dunia.

Tambang tersebut memiliki simpanan emas, tembaga dan perak dengan nilai lebih dari Rp 2,190 triliun hingga 2041.

Keuntungan kedua dirasakan oleh masyarakat Papua. Dari kepemilikan saham 51,23 persen, Pemerintah Daerah Papua memiliki 10 persen saham. Meski hanya 10 persen, mulai 2023, Pemerintah Daerah Papua akan mendapat hampir Rp 3 triliun per tahun dari dividen Freeport Indoneia.

Selain itu, memiliki saham mayoritas tentunya membawa dampak pada peningkatan penerimaan negara, dengan kontribusi dari pajak, royalti, pajak ekspor, dividen, dan pungutan lainya. Pada tahun lalu, pendapatan dari berbagai macam pungutan tersebut mencapai Rp 10,8 triliun.

Tak hanya itu, keberadaan perusahaan tersebut ‎juga menyediakan lapangan kerja, dengan potensi menyerap 29 ribu pekerja. 2.888 pekerja adalah orang Papua. Hingga Maret 2018 Freeport telah menyerap 7.028 pekerja.

Categories: Zona Berita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s