Zona Berita

Korupsi di Bidang Pendidikan

Korupsi telah memasuki berbagai bidang dalam pemerintahan birokrasi, swasta, hukum, politik dan berbagai bidang yang memungkinkan terjadinya tindak pidana korupsi. Korupsi saat ini seperti penyakit tumor yang ganas yang telah menggerogoti tubuh manusia, sehingga korupsi menjadi ancaman eksistensi dari negara Indonesia.

Dunia pendidikan merupakan salah satu bidang yang memiliki porsi penganggaran yang cukup besar dari APBN dan APBD yaitu 20% sebagai amanat dari UUDNRI tahun 1945. Sehingga bidang pendidikan dapat menjadi santapan lezat bagi para tikus. Di bidang pendidikan telah terjadi korupsi yang sistematis. Walaupun korupsi dari tiap-tiap oknum jumlahnya kecil tetapi jika diakumulasi maka akan menjadi nilai yang sangat besar yang merugikan negara.

Kerugian korupsi dalam bidang pendidikan bukan hanya tentang nominal anggaran yang dikorup tetapi berdampak langsung terhadap peserta didik karena menyebabkan menurunnya kualitas pendidikan bahkan pelanggaran HAM karena pendidikan merupakan Hak asasi Manusia (warga negara).

Bidang-bidang aktivitas pemerintah yang rawan korupsi antara lain:

  1. Pengadaan publik
  2. Perubahan lahan
  3. Pengumpulan sumber-sumber pendapatan pemerintah
  4. Pengangkatan pejabat pemerintah
  5. Pemerintah daerah  (Kesuma  al 2009:24)

Tindak korupsi yang terjadi dalam bidang pendidikan dapat dianatomi menjadi beberapa aktivitas yang rawan terjadi korupsi yaitu :

  1. Pengangkatan jabatan kepala sekolah
  2. Pengadaan sarana dan prasarana termasuk (seragam, buku, gedung, peralatan, laboratorium dsb)
  3. Penggunaan dana BOS
  4. Penerimaan siswa baru
  5. Undangan untuk memasuki PTN melalui Undangan
  6. Pengangkatan guru honorer menjadi CPNS

Enam anatomi dari tindak pidana korupsi bidang pendidikan merupakan aktivitas yang terjadi dalam dunia pendidikan saat ini. Tindak pidana ini terjadi secara sistemik melibatkan beberapa oknum mulai dari oknum guru, oknum kepala sekolah, dinas pendidikan, kepala daerah bahkan sampai tingkat pusat. Masyarakat dapat memahami anatomi tersebut sehingga mampu mengidentifikasi tindak pidana korupsi dalam bidang pendidikan, karena hal ini terkait langsung dengan generasi penerus bangsa nantinya.

*Oleh Ferian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s