Zona Ekonomi

Gejolak Perekonomian Global, Indonesia Masih Relatif Aman

 

Perang dagang Amerika Serikat (AS) – China menjadi sebuah topik yang terus berkembang di dunia perekonomian global. Kabar terbaru, kedua belah pihak memutuskan untuk melakukan gencatan perang dagang tersebut. Namun, tensi perang dagang antara kedua negara adidaya ini diprediksi akan terus bergejolak di tahun 2019. Hal ini tentu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dunia, termasuk ekonomi Indonesia yang sejauh ini dianggap masyarakat sangat dipengaruhi oleh China.

 

Vice President-Senior Analyst Moody’s Investor Service mengungkapkan pandangannya terkait gejolak perekonomian global, ia mengatakan bahwa di tengah isu tersebut, ekonomi Indonesia justru diproyeksi akan tumbuh lebih baik jika dibandingkan dengan negara emerging market lainnya. Selain itu, hal ini juga memberikan dampak penguatan nilai rupiah hingga ekonomi Indonesia diprediksi akan membaik pada awal 2019.

 

Terkait isu ekonomi Indonesia yang dianggap dipengaruhi China, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merilis data bahwa investasi Penanaman Modal Asing (PMA) terbesar bukanlah China, namun masih datang dari Singapura yang mencapai US$ 2,6 miliar atau 32,6% dari total, disusul Jepang (US$ 1,4 miliar atau 16,7%), Korea Selatan (US$ 0,9 miliar atau 11,6%), kemudian China (US$ 0,7 miliar atau 8,3%), dan Hongkong (US$ 0,5 miliar atau 6,3%). China bahkan tak termasuk dalam lima negara utama pemberi utang bagi pemerintah Indonesia, China hanya berada di urutan keenam.

 

Selanjutnya untuk menghadapi perekonomian di tahun 2019, Ekonom Sampoerna University sekaligus Manager Program Kerjasama HSBC-PSF, Wahyoe Soedarmono, mengatakan bahwa ekonomi Indonesia mendatang tetap berpotensi untuk tumbuh lebih baik daripada tahun 2018. Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2019 diprediksi sebesar 5,2%.

 

“Proyeksi ini telah mempertimbangkan berbagai faktor pendorong, antara lain potensi arus investasi swasta dan belanja pemerintah, terutama untuk pembangunan infrastruktur, selain juga supply dan demand agregat dan kestabilan laju inflasi”, ujarnya.

 

Meskipun masih ada ancaman yang perlu diwaspadai dari sisi eksternal yaitu gejolak perekonomian global, secara keseluruhan Wahyoe menilai bahwa prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia masih prudent pada 2019 mendatang, karena didorong oleh efektivitas belanja pemerintah dan investasi swasta.

 

Pemerintah saat ini memiliki pendekatan yang berbeda untuk perbaikan ekonomi. Seperti perbaikan di sektor infrastruktur, sumber daya manusia (SDM), hingga masalah pertanahan. Hal-hal tersebut bisa mendorong transformasi ekonomi yang baik. Selain itu, pemerintah juga akan melakukan pelatihan vokasi besar-besaran untuk memperbaiki SDM. Jika sudah dijalankan, maka dalam beberapa tahun kemudian Indonesia bisa keluar dari jebakan pendapatan menengah.

 

Pemerintah juga sedang mengupayakan perubahan defisit neraca perdagangan dan transaksi berjalan dengan cara meningkatkan ekspor sehingga lebih besar dari kegiatan impor di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini layak diapresiasi karena mengalami kenaikan meskipun tidak tinggi. Ke depannya diharapkan Indonesia mampu menjaga stabilitas ekonomi menuju lebih baik di tengah gejolak perekonomian global.

Categories: Zona Ekonomi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s