Zona Berita

Amien Rais Yang Menulis Doktrin Muhammadiyah Tidak Berpolitik

ZONADAMAI.COM, Amien Rais, melontarkan pernyataan kontroversial seolah ingin menyeret Muhammadiyah dalam politik di Pilpres 2019 di sela Tabligh Akbar dan Resepsi Milad ke-106 Masehi Muhammadiyah di Islamic Center Surabaya pada Selasa (20/11) lalu.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah yang kini Ketua Dewan Kehormatan DPP PAN itu mengaku akan menjewer Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, jika membebaskan kadernya memilih capres-cawapres di Pilpres 2019.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan, sebagai seorang tokoh Muhammadiyah, Amien Rais sangat memahami kepribadian ormas Islam tersebut sebagai gerakan dakwah. Abdul Mu’ti bahkan mengingatkan Amien Rais pernah menulis doktrin kepada warga Muhammadiyah untuk tidak berpolitik praktis.

“Pak Amien pernah menulis Lima Doktrin Muhammadiyah. Salah satunya adalah tidak berpolitik praktis. Beliau (Amien) pula yang mengatakan Muhammadiyah tidak berpolitik kepartaian dan kekuasaan (low politics), tetapi politik adiluhung (high politics),” ujar Mu’ti ,Kamis (22/11).

Untuk itu, Mu’ti menegaskan Muhammadiyah tidak akan terseret ke dalam arena Pilpres 2019 dengan mendukung salah satu calon. Ia memastikan Muhammadiyah akan tetap netral.

“Karena itu Muhammadiyah tegas dan menegaskan akan tetap netral dan menjadikan Muhammadiyah sebagai rumah besar bagi semua anggota yang berbeda-beda partai dan afiliasi politiknya,” jelas Mu’ti.

Tak hanya itu, Mu’ti menyebut sepanjang sejarah, Muhammadiyah tidak pernah ditekan atau diintervensi oleh siapapun hanya untuk kepentingan tertentu.
“Muhammadiyah tidak pernah mengalami tekanan dan tidak bisa ditekan. Kepemimpinan Muhammadiyah bersifat kolektif kolegial dimana semua keputusan diputuskan musyawara,” tegasnya.

Diketahui pernyataan Amien Rais itu juga dikritik oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), karena Muhammadiyah memang tak berpolitik.

“DPP IMM menilai pernyataan yang dikeluarkan oleh Pak Amien bertentangan dengan semangat Khittah (garis perjuangan) yang sudah pernah digagas dalam Muktamar Muhammadiyah tahun 1971 di Makassar, yang menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak terikat dengan partai politik apa pun, dan menjaga jarak yang sama dengan semua partai politik,” papar Ketua Umum DPP IMM Najih Prastiyo.

Categories: Zona Berita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s