Zona Humaniora

Sri Mulyani : Kemiskinan di Indonesia Turun 9,82% di Era Jokowi

ZONADAMAI.COM, Jakarta Badan Pusat Statistik (BPS) merilis tingkat kemiskinan penduduk Indonesia per Maret 2018 sebesar 9,82% atau mencapai 25,95 juga orang. Angka ini mengalami penurunan 633,2 ribu penduduk miskin bila dibandingkan dengan September 2016 yang sebesar 26,58 juta orang atau 10,12%.

Menanggapi hal tersebut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyambut rilis kemiskinan dengan perasaan bahagia sekaligus istimewa. Apalagi ini merupakan penurunan kemiskinan yang pertama kali dalam sejarah Indonesia yang bisa berada di angka 10%.

“Saya termasuk yang menyambutnya dengan perasaan yang sangat istimewa. Jadi kemiskinan bisa menurun di bawah 10% itu sebuah achievement,” ujarnya saat dalam acara HUT Adaro ke-10 di Ritz Carlton SCBD.

Perasaan bangga dirasakan Sri Mulyani karena selama menjabat sebagai Menteri Keuangan maupun Direktur Pelaksana Bank Dunia, pihaknya selalu konsen terhadap kemiskinan. Namun baru pada saat ini lah saat dirinya menjabat sebagai Menteri Keuangan, angka kemiskinan bisa turun drastis hingga di bawah 10%.

“Karena dalam hidup saya selama jadi Menkeu, menjadi Direktur Pelaksana Bank dunia saya memiliki obsesi mengurangi kemiskinan. Hari ini adalah pertama kali dalam sejarah kemiskinan di angka 9,82%. Ini pertama kali tingkat kemiskinan di bawah 10%,” jelasnya.

Ani bercerita, pada masa orde baru atau era kepemimpinan Presiden Soeharto kemiskinan bisa berada di angka 11%. Hal tersebut juga menurutnya dinilai menjadi cukup hal yang bagus sebab bisa mendekati angka 10%.

Namun sayangnya capaian tersebut tidak berlangsung lama. Sebab adanya krisis moneter saat itu akhir membuat kemiskinan semakin bertambah bahkan ketika itu bisa berada di angka 20%.

Selanjutnya, ketika dirinya menjabat sebagai Menteri Keuangan era Presiden Sulsilo Bambang Yudhoyono, dirinya juga berhasil menurunkan kemiskinan hingga kembali di angka 11%. Namun boom komoditas ketika itu pada tahun 2018 membuat kemiskinan kembali meningkat.

“Dulu pak Harto di 11% sudah mendekati 10% kemudian ada krisis moneter. Kemudian juga era Presiden SBY saya jadi Menkeu dan bisa membuat kemiskinan di level 11% namun ketika itu ada boom komoditas. Jadi menurunkan di bawah 10% itu achievement dan tidak berhenti sampai situ saja,” jelasnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebut, menurunnya kemiskinan juga cukup membuktikan jika ekonomi Indonesia mulai membaik. Selain itu penurunan kemiskinan juga cukup membuktikan fundamental ekonomi Indonesia sudah mulai kuat dan siap menghadapi ekonomi global.

“Indonesia menuju arah yang benar dan menggunakan instrumen,” ucapnya.

Categories: Zona Humaniora

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s