Zona Humaniora

Jelang Akhir Tahun Permintaan Narkoba Meningkat di 3 daerah Kaltim

ZONADAMAI.COM, Jakarta Setiap jelang akhir tahun kecendrungan peredaran narkoba, obat terlarang dan miras ilegal cenderung meningkat.

Lantaran permintaan terhadap barang haram tersebut melonjak signifikan.

Hal itu diungkapkan Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim Kombes Pol Akhmad Shaury.

“Baru saja perintah pimpinan tingkatkan kegiatan operasional memberantas segala hal-hal ilegal, termasuk narkoba dan miras ilegal jelang akhir tahun,” ungkapnya.

Samarinda, Balikpapan dan Kutai Kartanegara masih jadi daerah perhatian pihaknya. Kecendrungan adanya lonjakan permintaan narkoba sangat berpotensi terjadi.

Sebab itu, penjagaan dan pengawasan di berbagai pintu masuk Kaltim dilakukan. Mulai dari Paser yang berbatasan dengan Kalsel, Berau dengan Kaltara bahkan Kubar dan Mahalu yang berbatasan dengan Kalbar dan negara tetangga.

“Sudah sampai ke jajaran Polres. Atensi semua pintu masuk, gagalkan sebelum masuk ke wilayah masing-masing. Itu perintahnya,” tegasnya.

Selain itu mempertebal upaya preemtif, seperti penyuluhan dan penerangan bahaya narkoba kepada lapisan masyarakat, terus digelorakan.

Pun dengan upaya preventid dengan meningkatkan patroli kepolisian melibatkan unit dan satuan lain korps coklat negara.

“Seperti yang tertera di kalender Kamtibmas. Dimana potensi kerawanan terjadinya kejahatan tinggi pada saat hari besar,” katanya.

Untuk diketahui pemberitaan sebelumnya, seperti yang dialami Wiwin (37), Rabu (14/11/2018) ia diciduk polisi membawa minuman keras cap tikus dari Manado, sesaat tiba di kawasan Pelabuhan Kariangau Balikpapan.

Total 2.500 liter miras cap tikus gagal edar di kota Balikpapan. Minuman alkohol oplosan tersebut dibungkus 50 karung. Satu karung memuat 50 liter miras.

Wiwin membawanya menggunakan truk ekspedisi yang mengangkut logistik pertambangan dari Manado. Untuk mengelabuhi petugas, miras tersebut ditaruh di bagian paling bawah. Mereka ditumpuki alat-alat tambang.

“Tersangka juga menaruh buah duren, untuk menyamarkan bau miras CT itu,” kata Diresnarkoba Polda Kaltim Kombes Pol Akmad Shaury, Rabu (14/11/2018).

Harga pasar satu karung miras di Balikpapan ditaksir dari Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. Kepada petugas tersangka mengakui bahwa benar miras yang dibawa dalam truk miliknya. ”

“Barang milik tersangka, sudah diakui. Langgar Perda Miras. Ancaman hukuman penjara maksimal 1 tahun. Tetap diproses,” tegas Shaury.

Sementara, Wiwin kepada Tribunkaltim.co mengaku membeli miras sekarung dengan harga Rp 750 ribu. Keuntungan dirinya menjual kembali cukup besar.

Hitung saja bila dia jual Rp 2 juta di Balikpapan, Rp 1,2 juta keuntungan kotor diraupnya. Kalikan saja 50 karung, sekitar Rp 60 juta masuk kantongnya.

“Biasanya ada orang nanti ambil ke rumah. Memang sudah ada yang minta di sini. Ini sudah 2 kali sama ini,” kata pria yang ngontrak rumah di kawasan Batu Ampar, Balikpapan Utara.

 

Categories: Zona Humaniora

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s