Zona Editorial

Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 di Bali: Keuntungan Besar bagi Indonesia!

Belum pudar atmosfer kesuksesan Asian Games dan saat ini disusul dengan Asian Para Games 2018, Indonesia kembali menggelar perhelatan bergengsi internasional yang membuat seluruh masyarakat semakin bangga pada tanah airnya. Adalah Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 yang diadakan di Bali pada 12-14 Oktober 2018, yang membuat dunia kembali menyorot Indonesia sebagai salah satu bangsa besar yang patut diperhitungkan reputasinya.

Berikut adalah dampak positif atau keuntungan atas terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah pada event tersebut yang patut disimak.

  1. Sekilas tentang Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018

IMF-World Bank Annual Meetings (AM) atau Pertemuan Tahunan IMF-World Bank adalah pertemuan tahunan yang diselenggarakan oleh Dewan Gubernur IMF dan World Bank.

IMF (International Monetary Fund) sendiri merupakan organisasi internasional yang memiliki tujuan, antara lain mendorong kerja sama internasional dan mengamankan stabilitas keuangan, memfasilitasi perdagangan internasional, mendorong pertumbuhan perekonomian yang berkelanjutan serta penyerapan tenaga kerja yang tinggi dan mengurangi kemiskinan di dunia. Sementara World Bank merupakan sebuah lembaga keuangan internasional yang menyediakan pinjaman kepada negara berkembang untuk program pemberian modal, dengan tujuan untuk pengurangan kemiskinan (poverty reduction).

Annual Meetings dilaksanakan setiap tahun sekali pada awal Oktober di headquater IMF-World Bank di Washington DC, AS, selama dua tahun berturut-turut. Sementara untuk tahun berikutnya, Annual Meetings dilaksanakan di negara anggota terpilih. Pertemuan tersebut bertujuan untuk mendiskusikan perkembangan ekonomi dan keuangan global serta isu-isu terkini, antara lain :

  1. Outlook Ekonomi Global
  2. Stabilitas Keuangan Global
  3. Pembangunan, pengurangan kemiskinan dan peningkatan lapangan kerja
  4. Perubahan iklim, dan
  5. Isu-isu global lainnya

Pertemuan tersebut terdiri dari beberapa agenda, antara lain:

  1. IMF-WB Plenary Session
  2. International Monetary and Financial Committee (IMFC) Meeting
  3. World Bank Development Committee
  4. Pertemuan Grup Kerja sama Ekonomi Lainnya (G-20, G-24, MENA, Commonwealth, BRICS, IIF, WEF, dsb)
  5. Pertemuan Sektor Perbankan dan Riil Lainnya
  6. Seminar dan International Conference, dan
  7. Konferensi Pers

Melalui penandatanganan Agreement for The 2018 Annual Meetings of The Boards of Governors of The IMF and The World Bank Group pada 10 Oktober 2015, Indonesia secara resmi terpilih sebagai tuan rumah IMF-WB AM 2018. AM 2018 akan diselenggarakan pada tanggal 12-14 Oktober 2018 di Bali. Pertemuan tersebut akan menghadirkan total 15.000 peserta, yang terdiri dari Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan dari 189 negara, sektor privat, NGOs, akademisi, dan media.

Voyage to Indonesia” menjadi tema besar dari serangkaian kegiatan yang menjadi bagian dari persiapan penyelenggaraan sekaligus upaya optimalisasi manfaat Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018. Esensi dari kata Voyage adalah perjalanan menuju tempat baru/penemuan baru. Konsep ini dipilih karena event tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkenalkan Indonesia yang baru, Indonesia yang telah melakukan banyak reformasi, meningkat daya tahan ekonominya baik domestik maupun global serta Indonesia yang tumbuh inklusif.

  1. Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Bali Mutlak Meningkatkan Perekonomian Indonesia

Berkah Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 bagi Indonesia akan sangat terasa signifikan dari sisi ekonomi. Biaya penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 digadang-gadang sepadan dengan potensi penerimaan devisa dari kehadiran dan aktifitas tambahan dari seluruh peserta sebelum, selama dan setelah acara bergengsi tersebut. Indonesia bisa mendapatkan keuntungan devisa sekitar Rp 1,1 triliun atau lebih besar dari anggaran yang dikeluarkan. Potensi penerimaan devisa dapat berasal dari :

  1. Pertemuan (Private Sector)
  2. Transportasi & Akomodasi
  3. Makanan & Minuman
  4. Belanja & Hiburan
  5. Wisata (Alam & Budaya)

Manfaat selanjutnya, pemerintah bisa menawarkan sejumlah proyek pembangunan ke seluruh investor yang hadir di acara IMF-World Bank 2018. Para investor yang tertarik menanamkan dananya pada proyek pembangunan dalam negeri dapat melalui skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).

  1. Tidak Hanya bagi Negara, Bali pun Merasakan Keuntungannya

Pemilihan Bali sebagai venue Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 merupakan hal yang tepat. Selain mengenalkan eksotisme pariwisata Pulau Dewata yang memang tidak diragukan lagi di mata dunia, ternyata juga membawa sejumlah keuntungan tersendiri bagi Bali dari sisi pembangunan. Gubernur Bali, I Wayan Koster, menyebutkan beberapa infrastruktur yang dibangun melalui bantuan pemerintah pusat demi menyukseskan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018, antara lain perluasan apron seluas 8 hektar dan perpanjangan runway Bandara Ngurah Rai, pembangunan lanjutan Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK), pembangunan underpass Simpang Tugu Ngurah Rai dan revitalisasi TPA Sarbagita Suwung. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali pun luar biasa meningkat. Tanpa ada event tahunan IMF-World Bank, dari 5,5% pada tahun 2017 menjadi 5,9% pada 2018. Namun sekarang naik menjadi 6,5%, bahkan bisa mendekati 6,7%.

  1. Momentum Tepat untuk Menghadirkan Teknologi Mitigasi Bencana

Di tengah-tengah situasi duka yang sedang melanda tanah air akibat musibah gempa dan tsunami di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah, Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Bali menjadi salah satu perantara solusi untuk meringankan penderitaan saudara sebangsa yang menjadi korban gempa dan tsunami. Menurut penjelasan pengamat ekonomi dari INDEF, Abra Talattov, berkat pertemuan IMF-WB di Bali, pemerintah dapat menggenjot pencapaian realisasi investasi kategori penanaman modal asing (PMA) pada tahun ini. Pada semester I 2018, realisasi investasi mencapai 47,3% dari target realisasi Rp 765 triliun, dengan IMF-WB realisasi investasi di Semester II 2018 bisa menembus target tersebut. Maka selain infrastruktur dan wisata, investasi terkait teknologi mitigasi bencana juga menjadi hal yang penting untuk dibahas. Investasi di bidang mitigasi bencana itu berguna menjadi modal awal untuk membangun sektor-sektor ekonomi lain kedepannya, karena investor bisa yakin kalau pemerintah sudah punya tipe pembangunan jangka panjang dengan antisipasi bencana.

  1. Manfaat Jangka Panjang untuk Para Penerus Bangsa

Setelah Asian Games dan disusul Asian Para Games 2018, Pertemuan Tahunan IMF-World Bank yang diselenggarakan di Indonesia tentu akan membuahkan pembelajaran mengenai penyelenggaraan international event. Hal ini jelas menjadi peluang berharga bagi generasi penerus bangsa untuk dapat mempertahankan nama baik Indonesia di mata dunia melalui perhelatan bergengsi internasional dan pembahasan isu-isu strategis global lainnya yang digelar di dalam negeri.

 

 

*Oleh Ozi Ibrahim (Mahasiswa Fisip Univ. Airlangga)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s