Zona Berita

SBY Angkat Bicara Terkait Pertemuan IMF-Bank Dunia

ZONADAMAI.COM, Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat bicara terkait diselenggarakannya pertemuan IMF-Bank Dunia atau IMF-World Bank Annual Meeting di Bali.

SBY berharap IMF-World Bank Annual Meeting dapat berjalan sesuai tujuan dan sasaran yang diharapkan.

Menurut SBY, pertemuan tersebut bisa memberikan manfaat dan peluang secara langsung dan tak langsung bagi Indonesia dalam waktu jangka pendek ataupun jangka panjang.

Terlebih Indonesia telah masuk sebagai anggota G-20.

Terkait kondisi Indonesia yang saat ini sedang dilanda bencana dan tekanan fiskal, SBY memaklumi akan adanya pro dan kontra yang bertebaran di ruang publik.

Baginya, pro dan kontra adalah hal yang biasa dalam masyarakat demokrasi.

Namun SBY meminta kepada pihak yang berbeda pendapat tidak memandang masalah ini sekedar hitam-putih belaka.

Berikut ini pernyataan lengkap SBY yang disampaikan melalui kicauan Twitternya, Senin (8/10/2018) terkait diselenggarakannya IMF-World Bank Annual Meeting di Bali.

Semoga “IMF-World Bank Annual Meeting” yg diselenggarakan di Bali th 2018 ini dapat mencapai tujuan & sasaran yg diharapkan *SBY*

Pertemuan ini bisa berikan manfaat & peluang bg Indonesia (anggota G-20), langsung-tak langsung, jangka pendek & jangka panjang *SBY*

Memang benar saat ini ekonomi kita tengah hadapi tekanan fiskal & Indonesia juga tengah tangani bencana di Sulteng & NTB *SBY*

Karenanya, pertemuan ini agendanya mesti tepat, dikelola dgn baik & benar-benar sukses, sehingga rakyat bisa rasakan manfaatnya *SBY*

Saya tahu ada pihak yg menentang (kontra) & ada pula yg mendukung (pro). Demokrasi memang begitu. Yg penting jangan hitam-putih *SBY*

Alasan yg menentang, pertama, pertemuan “besar-besaran” ini tak tepat dilaksanakan ketika kita tengah alami bencana. Tidak berempati *SBY*

Kedua, biayanya terlalu besar & dianggap sebagai pemborosan. Apalagi saat ini ekonomi Indonesia tengah hadapi tekanan fiskal. *SBY*

Jika dikaitkan dgn bencana, mungkin persiapan & perencanaan pertemuan ini sudah matang, sehingga tak bisa ditunda lagi. *SBY*

Kalau itu alasannya, jadikan pula pertemuan ini sebagai wahana & forum solidaritas, termasuk “fundraising” utk bantu rakyat yg terkena bencana *SBY*

Acara yg dinilai tak sensitif thd suasana duka (bencana), bisa dibatalkan atau dikurangi. Hal begitu biasa dlm perhelatan internasional *SBY*

Terhadap kritik yg menilai biaya perhelatan ini kelewat besar, pemerintah bisa berikan penjelasan & klarifikasi yg gamblang & transparan *SBY*

Biar tak jadi fitnah & “hoax”, DPR RI bisa minta penjelasan kpd pemerintah & BPK juga bisa lakukan audit apakah terjadi pemborosan *SBY*

Negara kita miliki sistem & tatanan yg baik jika ada “perselisihan”. Namun, berikan kesempatan kpd negara menjadi tuan rumah yg baik *SBY*

Demikian bagian pertama dari komentar saya ttg Pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali ini. Bagian kedua insya Allah akan saya sampaikan esok *SBY*

 Ketua DPR RI Bambang Soesatyo optimis pelaksanaan pertemuan International Monetary Fund (IMF) – World Bank (WB) yang dilaksanakan di Bali, tanggal 8-14 Oktober 2018, akan berlangsung lancar dan sukses.

Berbagai persiapan yang dilakukan untuk menggelar hajat besar tersebut telah selesai dilakukan.

Baik dari segi tempat acara, keamanan, transportasi hingga kesiapan acara lainnya.

“Alhamdulillah, persiapan acara pertemuan IMF-WB sudah bisa diselesaikan. Semua venue yang akan digunakan sudah siap dan tertata rapi, aparat keamanan telah siap berjaga, transportasi untuk membawa para delegasi juga sudah siap sedia. Insya Allah, pertemuan ini akan berjalan lancar dan sukses,” ujar Bamsoet usai meninjau persiapan pelaksanaan pertemuan IMF-WB di Nusa Dua, Bali, Minggu (07/10/2018) malam.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini mengungkapkan, pertemuan IMF-WB di Bali menyedot perhatian besar dunia.

Perhelatan akan dihadiri oleh para pejabat pembuat kebijakan ekonomi dan sektor keuangan dari 189 negara.

Selain menteri keuangan dan gubernur bank sentral, sejumlah kepala negara juga akan mampir ke Indonesia untuk menghadiri pertemuan ini.

“Perlehatan internasional ini adalah gengsi negara. Sebagai negara besar, Indonesia harus sukses sebagai penyelenggara. Informasi yang saya terima sudah sekitar 32.000 orang mendaftarkan diri untuk bisa ikut serta dalam perhelatan tahunan ini, baik mendaftar melalui jalur IMF – WB maupun melalui panitia nasional,” ujarnya.

“Kita sama sekali tidak menduga jumlah peserta yang ingin ikut sedemikian besar. Bahkan, ini merupakan pertemuan IMF – WB terbesar sepanjang sejarah,” kata Bamsoet.

Terkait masalah pendanaan, Wakil Ketua Umum KADIN ini menilai alokasi dana pemerintah sebesar Rp 810 miliar, masih lebih rendah dibanding pelaksanaan pertemuan IMF-WB di negara lain.

Pun, dari jumlah tersebut dana yang akan digunakan diprediksi hanya sekitar Rp 566 miliar.

Jika kita bandingkan dengan Singapura, Turki, Tokyo dan Peru, jumlah tersebut masih relatif rendah.

Saat menjadi tuan rumah pertemuan tahunan IMF-WB, keempat negara tersebut harus mengeluarkan dana masing-masing sebesar Rp 994,4 miliar, Rp 1,25 triliun, Rp 1,1 triliun, dan Rp2,29 triliun.

“Toh, Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini yakin pertemuan IMF-WB di Bali akan mendongkrak roda perekonomian Indonesia. Dari sisi ekonomi, diharapkan pertemuan tersebut dapat mendongkrak ekonomi Bali dari 5,9 persen menjadi 6,54 persen.  Pertumbuhan tersebut 0,26 persen diharapkan bisa didapat dari sektor konstruksi, 0,12 persen dari perhotelan, 0,5 persen dari makanan, dan 0,21 persen lainnya dari sektor lain-lain,” papar Bamsoet.

“Kita juga optimis pertemuan ini akan memberikan pemasukan bagi negara dari sektor pariwisata, sekaligus mempromosikan potensi wisata Indonesia. Pemerintah sendiri telah menyiapkan lebih dari 30 paket wisata kepada para delegasi yang hadir. Kita juga harapkan pertemuan ini bisa mempromosikan produk-produk unggulan Indonesia serta membuka kesempatan kerja bagi puluhan ribu masyarakat Indonesia yang terlibat acara,” imbuhnya.

Karenanya, politisi Partai Golkar ini berpesan agar seluruh pihak yang terlibat bisa bekerja secara maksimal agar semua agenda pertemuan bisa berjalan baik.

Karena, pertemuan tersebut bisa dijadikan ajang untuk membuktikan bahwa pemerintah Indonesia bisa mengelola negara dengan baik ditengah goncangan ekonomi dunia.

“Kita semua harus mampu membuktikan Indonesia sanggup menjadi tuan rumah yang baik. Kita juga harus tunjukan kepada dunia, Indonesia mampu bertahan dari serangan ekonomi global yang tidak menentu. Semua bisa dilakukan jika kita mau melangkah seirama bersama,” pungkas Bamsoet.

Categories: Zona Berita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s