Zona Editorial

Pejabat Elit Beternak Dollar

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS telah menyentuh angka lebih dari Rp 15.000 dalam kurun waktu seminggu ini. Melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 86,5 poin atau 0,58 persen. Ada berbagai faktor yang menyebabkan rupiah melemah, salah satunya yakni masih banyaknya pejabat elit yang suka berternak dollar. Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Faisal Basri, mengatakan bahwa pemerintah perlu mengkampanyekan cinta rupiah kepada masyarakat Indonesia karena banyaknya pejabat elit yang berternak dollar saat ini. Kampanye cinta rupiah bertujuan agar rupiah tidak mudah terdepresiasi.

“Saya yakin elit politik banyak ternak dollar. Tolong mereka jual dollarnya. Sandi (Sandiaga Uno) ada 1,2 juta (USD), yang mau dijual seperempat. Kenapa enggak semua?”, ujar Faisal Basri dilansir pantau.com. Padahal menurut Faisal dengan menjual dolar merupakan cara paling efektif untuk mengurangi tekanan pelemahan rupiah.

Jelang pilpres 2019, isu pelemahan rupiah sering dijadikan alat politik untuk menyerang pemerintahan. Isu ini akan digunakan oleh pihak oposisi untuk menyerang pemerintah sehingga dapat menjatuhkan kredibilitas pemerintahan yang dipimpin oleh presiden Joko Widodo saat ini. Kita semua tentu tahu, cawapres pasangan Prabowo Subianto dalam pilpres 2019, Sandiaga Uno merupakan salah satu pejabat elit yang memiliki kekayaan luar biasa. Sandiaga diketahui memiliki ‘ternak dollar’ sebesar 1,2 juta USD. Kekayaan yang cukup besar seolah dijadikan manuver politik Sandiaga dalam maju sebagai cawapres mendampingi Prabowo.

Sandiaga Uno memang memiliki kekayaan yang cukup besar. Namun sepak terjangnya di dunia politik yang masih sangat minim menuai banyak sorotan. Salah satunya yakni terlihat dari belum beresnya dalam menyelesaikan tugas ketika mengemban tugas sebagai wagub DKI mendampingi Anies Baswedan, Sandiaga Uno malah meninggalkan tanggung jawabnya dengan maju sebagai cawapres Prabowo Subianto di pilpres 2019 tahun depan. Janjinya selama mencalonkan diri sebagai cawagub DKI Jakarta masih belum ada yang terlealisasi dengan baik.

Ok Oce Mart salah satu contohnya, program yang dijanjikan mampu diandalkan dalam mengurangi perbaikan ekonomi di DKI hasilnya belum terlihat nyata. Gerai ritel Ok Oce Mart terlihat sangat sepi pengunjung dan cenderung tidak berkembang. Salah satu gerai Ok Oce Mart di daerah Kalibata pun kini telah ditutup akibat sepinya peminat.

Selain Ok Oce Mart, program yang dijanjikan selama kampanye sebagai cawagub DKI mendampingi Anies Baswedan yang lain yakni Ok Otrip dinilai gagal juga. Penerapan program OK Otrip tidak berjalan mulus. Masih banyak kendala teknis yang ditemukan saat program ini dijalankan. Misalnya saja lambannya mesin tapping untuk membaca kartu OK-OTrip. Sopir OK 17, rute Terminal Senen-Terminal Pulogadung, Orden Naibaho, menuturkan mesin tapping di angkutan kota yang dikemudikannya kerap mengalami gangguan atau error. Mesin itu juga lamban dalam membaca data kartu OK-OTrip penumpang. “Kalau penumpang turun berbarengan repot, kelamaan berhentinya, dan mobil yang dibelakang pasti ngelaksonin terus,” kata Orden dilansir tempo.co.

*Oleh Zainal Anbiya (Penulis adalah mahasiswa UI)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s