Zona Berita

Nadirsyah Hosen Tanggapi Pencekalan Rizieq Shihab: Kok yang Disalahin Jokowi Lagi?

ZONADAMAI.COM, Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Nadirsyah Hosen turut memberikan tanggapan terkait pencekalan terhadap Rizieq Shihab oleh otoritas Arab Saudi.

Akun Twitter @na_dirs, Nadirsyah mentautkan berita tentang Fadli Zon yang mempertanyakan kemungkinan adanya campur tangan pemerintah Indonesia di balik pencekalan Rizieq Shihab.

Nadirsyah mengatakan bahwa yang mencekal Rizieq Shihab adalah pemerintah Arab Saudi bukan pemerintah Indonesia.

Sehingga, menurutnya, tidak relevan jika Fadli Zon mempertanyakan apakah pemerintah Indonesia ikut campur dalam pencekalan Rizieq tersebut.

Nadirsyah pun menyarankan agar Fadli Zon menemui pihak kedutaan besar Arab Saudi.

“Jadi gini mas bro. Yang mencekal HRS itu pemerintah Arab Saudi, terus kok yang dituduh malah Pemerintahan Jokowi. Kenapa gak demo ke kedubes Arab Saudi aja? Bukannya dulu katanya HRS punya jalur khusus ke Raja Salman. Kok yg disalahin Jokowi lagi,” cuit @na_dirs

Twit Nadirsyah Hosen
Twit Nadirsyah Hosen (twitter.com/Nadirsyahhosen)

Sebelumnya Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsudin memberikan tanggapan atas kabar dicekalnya Habib Rizieq Shihab.

Rabu (16/9/2018), Din mengatakan mungkin Arab Saudi senang kepada Rizieq Shihab sehingga Rizieq Shihab tidak diizinkan untuk keluar dari Arab Saudi.

“Kalau dicekal mungkin (Arab) Saudi nya senang sama habib Rizieq. Karena cinta dan sayang makanya enggak boleh keluar,” ujar Din Syamsuddin, di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Rabu (26/9/2018).

Namun Din Syamsudin tidak mau berkomentar lebih jauh terkait pencekalan Rizieq Shihab oleh otoritas Arab Saudi.

Din mengakui bahwa dirinya belum mengetahui secara utuh permasalahan yang mengakibatkan Rizieq tidak diperbolehkan meninggalkan Arab Saudi.

“Saya nggak bisa komentar. Saya sedang dalami kasunya apa, mengapa gitu. Lebih bagus di dalami dulu kalau standar ya kalau nggak ada alasan membolehkan itu ya jangalah sampai itu terjadi,” ujarnya.

Din Syamsuddin hanya mengatakan apapun duduk permasalahanya, semua harus selesai berdasarkan fakta.

ikutip dari Kompas.com, tim advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) dan sejumlah perwakilan Front Pembela Islam (FPI) bertemu dengan Wakil Ketua DPR Fadli Zon di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/9/2018).

Dalam pertemuan tersebut, tim advokasi GNPF mengadukan tindakan intimidasi yang dialami oleh pimpinan FPI Rizieq Shihab selama berada di Arab Saudi.

Tim Advokasi GNPF Ulama Nasrullah menjelaskan, setelah Polri menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas kasus dugaan penistaan Pancasila dan kasus dugaan chat mesum dengan Firza Husein, Rizieq merasa gerak-geriknya selalu dipantau.

Rizieq juga sempat dilarang pergi ke Malaysia dan meninggalkan Arab Saudi oleh otoritas setempat.

Bahkan, kata Nasrullah, Rizieq sempat dinterogasi selama lima jam saat berkegiatan di Arab Saudi.

Namun, Nasrullah tidak menyebut pihak mana yang menginterogasi Rizieq.

“Beliau (Rizieq) dicegat terus harus mendapatkan interogasi yang cukup lama, dari jam 11 malam sampai jam 4 subuh tanpa suatu hal yang jelas apa permasalahannya,” kata Nasrullah.

Dalam pertemuan itu Tim Advokasi GNPF Ulama meminta Fadli Zon memanggil Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kepala BIN Budi Gunawan dan Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian untuk memperjelas tindakan diskriminatif yang dialami Rizieq Shihab.

Categories: Zona Berita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s