Zona Berita

Program Pembagian Sertifikat Tanah Gratis Oleh Jokowi

Program pembagian sertifikat tanah gratis untuk masyarakat oleh Presiden Joko Widodo dinilai sebagai langkah pemerintah dalam menekan kasus sengketa lahan yang terjadi di tanah air. Setelah sebelumnya (25/9) Jokowi menyerahkan 7.000 sertifikat tanah gratis untuk masyarakat di kabupaten dan kota di Bogor Jawa Barat, kemarin (26/9) Presiden ke-7 Republik Indonesia tersebut kembali melanjutkan program pembagian sertifikat gratis di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang Selatan, Banten. Sebanyak 10.000 sertifikat telah dibagikan dengan rincian 5.000 sertifikat tanah untuk warga Kabupaten Tangerang Selatan dan 5.000 lainnya bagi warga Kota Tangerang.

Penyerahan sertifikat itu diberikan langsung oleh Jokowi didampingi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil, Gubernur Banten Wahidin Halim, Bupati Tangerang Ahmed Zaki dan Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany. Program pembagian sertifikat tanah gratis ini mendapat banyak pujian dari berbagai pihak salah satunya Gubernur Banten Wahidin Halim yang sangat mengapresiasi dan berharap program pemberian sertifikat tanah untuk masyarakat terus dilanjutkan karena melalui program ini masyarakat bisa mendapatkan sertifikat tanah secara gratis dan cepat.

Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany juga mendukung penuh program pembagian sertifikat tanah gratis ini dan berharap semua warga di Tangerang Selatan yang belum memiliki sertifikat tanah agar segera mendaftarkan kepada BPN melalui Panitia PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) yang sudah dibentuk untuk segera mendapatkan sertifikat gratis.

Dalam sambutannya di Banten, Jokowi mengatakan pemerintah menargetkan pembagian sertifikat tanah di tahun 2018 mencapai 7 juta. Setelah pada 2016 lalu, pembagian sertifikat tanah kepada rakyat menyentuh angkat 5 juta. Program pembagian sertifikat tanah gratis kepada warga dilakukan untuk menekan kasus sengketa lahan di tanah air. Selama ini banyak keluhan yang disampaikan warga kepada Jokowi soal sengketa tanah. Baik antara warga dengan warga, maupun antara warga dengan perusahaan.

 

“Kalau sudah pegang ini (sertifikat tanah), mau apa, tidak ada yang mau berani. Ini tanah saya, ada sertifikatnya. Kalau tidak ada sertifikat, bisa disengketakan,” kata Jokowi.

 

Kepada penerima sertifikat tanah, Jokowi berpesan untuk tidak menyalahgunakan surat tanda bukti pemegang hak atas tanah tersebut. Jokowi berharap, mereka menyimpan sertifikat di tempat aman sehingga tidak mudah hilang dan rusak.

Pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) pada tahun ini menargetkan penerbitan sertifikat untuk 7 juta bidang tanah. Jumlah tersebut jauh di atas target yang ditetapkan tahun lalu yakni 5 juta sertifikat bidang tanah dengan realisasi akhir mencapai 5,2 juta sertifikat bidang tanah di 33 provinsi.

Untuk memenuhi target di tahun ini dan di tahun-tahun mendatang, Pemerintah akan mengoptimalkan program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL). PTSL adalah kegiatan pendaftaran tanah untuk pertama kali yang dilakukan secara serentak yang meliputi semua objek pendaftaran tanah yang belum didaftar dalam satu wilayah desa/kelurahan atau nama lainnya yang setingkat dengan itu.

Objek PTSL adalah seluruh bidang tanah tanpa terkecuali, baik bidang tanah hak, tanah aset Pemerintah/Pemerintah Daerah, tanah BUMN/BUMD, tanah desa, tanah negara, tanah masyarakat hukum adat, termasuk kawasan hutan, dan bidang tanah lainnya. Dengan program itu, pemerintah mencanangkan target untuk dapat menerbitkan 126 juta bidang tanah hingga 2025 mendatang.

Dengan memiliki sertifikat tanah, masyarakat bisa lebih mudah dalam mengakses permodalan melalui perbankan. Sertifikat tersebut, dapat digunakan sebagai jaminan karena merupakan sebuah aset. Masyarakat senang mendapatkan sertifikat tanah. Sertifikat itu merupakan bukti hak yang paling hakiki atas kepemilikan tanah di Indonesia.

Categories: Zona Berita, Zona Ekonomi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s