Zona Editorial

Trans Papua Era Presiden Jokowi

Semenjak dilantiknya Jokowi-JK sebagai presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober 2014, berbagai rancangan agenda yang dilaksanakan selama periode menjabat hingga lima tahun mendatang mulai dibentuk dan dengan segara diimplementasikan ke masyarakat. Salah satu program yang diunggulkan saat ini adalah sembilan agenda prioritas Nawa Cita. Program ini digagas untuk menunjukkan prioritas jalan perubahan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, serta mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. Salah satu program Nawa Cita yang menjadi sorotan dari mayarakat adalah program pembangunan Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa.

Komitmen pemerintah membangun infrastruktur sulit dipungkiri. Dalam rentang waktu 2015-2017 saja, alokasi dana pemerintah untuk pembangunan infrastruktur mencapai Rp 990 triliun. Pada awalnya pemerintah mengakui, Rp 990 triliun bukanlah uang yang cukup untuk mengejar ketertinggalan infrastuktur Indonesia dari negara lain. Hingga 2019 mendatang, pembangunan Indonesia membutuhkan setidaknya Rp 4.700 triliun.

Kebijakan Presiden Jokowi untuk membangun infrastruktur jalan, jembatan dan sarana transportasi udara, laut dan darat menjadi prioritas sejak Jokowi dilantik Presiden RI. Gebrakan Jokowi dalam membangun infrastruktur di Indonesia yang dapat dilihat secara langusung adalah dengan adanya peningkatan pembangunan tol di berbagai daerah yang dulunya dinilai sangat sulit untuk menjangkau wilayah tersebut melalui jalur darat dan harus meggunakan jalur udara. Dalam era pemerintahahan Jokowi pembangunan infrastruktur jalan tol di Indonesia terlihat signifikan. Pembangunan jalan tol menurut Jokowi merupakan salah satu prioritas dalam masa jabatannya karena dirasa pembangunan ruas jalan tol nantinya dirasa mampu meningkatkan roda perekonomian Indonesia guna mendorong pemerataan daerah, sehingga tidak terjadi kesenjangan sosial yang besar antar daerah seperti halnya yang selama ini terjadi.

Hingga saat ini, pembangunan yang dilakukan pemerintahan Jokowi dinilai sudah melampaui jumlah pembangunan yang dilakukan oleh pemerintahan pada masa sebelumnya. Hingga akhir Tahun 2017, Jokowi telah mampu mengoperasikan berbagai jalan tol sejauh 568 kilometer.

Capain pembangunan infrastruktur era kepemimpinan Presiden Jokowi telah memutus mata rantai akses ekonomi rakyat Indonesia yang terisolir, baik di Sumatera hingga Papua. Pembangunan Tol Sumatera, Rel Kereta Api Trans Sumatera, Trans Papua menjadi surga pembangunan yang memerdekakan rakyat Indonesia.

Salah satu wilayah di ujung timur Indonesia, yakni wilayah Papua menjadi titik utama pembangunanan jalan tol yang nantinya akan sangat membantu masyarakat dalam mobilisasi. Pemerintah menargetkan jalan tol Trans Papua yang terbagi di Provinsi Papua dan Papua Barat ini akan menyambungkan wilayah Sorong dan Merauke.

Jalan Trans Papua, terdapat 12 ruas yang jika tersambung semua akan mencapai 4.325 kilometer. Ke dua belas ruas tersebut adalah: Ruas 1 Merauke-Tanah Merah-Waropko, Ruas 2 Waropko-Oksibil, Ruas 3 Dekai-Oksibil, Ruas 4 Kenyam-Dekai, Ruas 5 Wamena-Habema-Kenyam-Mamugu. Ruas 6 Wamena-Elelim-Jayapura, Ruas 7 Wamena-Mulia-Haga-Enarotali, Ruas 8 Wageta-Timika, Ruas 9 Enarotali-Wageta-Nabire, Ruas 10 Nabire-Windesi-Manokwari, Ruas 11 Manokwari-Kambuaya-Sorong, Ruas 12 Jembatan Holtekamp. Saat ini jalan Trans Papua yang sudah tersambung mencapai 3.498 kilometer dengan kondisi aspal mencapai 2.075 kilometer dan sisanya masih berupa tanah/agregat.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan, jalan Trans Papua sepanjang 4.330 Kilometer (Km) akan tersambung seluruhnya pada 2019. Dan hingga saat ini, tersisa 171,7 Km yang masih dalam masa pengerjaan. Pembangunan jalan Trans Papua akan terus dipercepat. Komitmen ini ditunjukkan dengan telah ditandatanganinya dua kontrak pekerjaan konstruksi dan dua pekerjaan pengawasan senilai Rp 199,48 miliar.

Sebenarnya pembangunan jalan tol Trans Papua ini dimulai bukan dari era pemerintahan Jokowi, namun sudah dimulai semenjak era pemerintahan Presiden ketiga, BJ Habibie, namun dalam nyatanya baru pada  era Presiden Jokowi yang memulai pembangunan jalan ini secara besar-besaran di tahun 2014. Di zaman BJ Habibie pembangunan jalan tol ini masih bersifat sporadis yang hanya dilakukan pada titik wilayah tertentu, seperti daerah Nabire, Merauke dan Jayapura

Menurut Presiden Jokowi, pembangunan Trans Papua ini guna untuk menghilangkan disparitas harga yang tinggi terutama harga kebutuhan barang pokok dan harga BBM di Papua yang selama ini berasal dari Jayapura melalui udara. Dengan rampungnya Trans Papua harapannya dapat menekan kesenjangan harga. Nantinya pembangunan ruas tol Trans Papua tidak semata-mata diwujudkan guna menghubungkan Provinsi Papua dengan Papua Barat melainkan juga sebagai pemicu untuk membuka wilayah yang terisolasi dan dengan demikian dapat menurunkan angka kemahalan.

Dengan ketersediaan infrastruktur yang beragam dan memadai, maka efisiensi lebih tercipta. Sektor riil akan lebih berpeluang tumbuh lebih besar karena para pelaku usaha kecil hingga besar sama-sama diuntungkan dengan biaya transportasi dan logistik yang lebih murang dibandingkan dengan jika infrastruktur kurang tersedia atau berkualitas buruk. Oleh karena itu jalan tol masih relevan dan tetap dibutuhkan terutama untuk mempercepat konektivitas antar kota dalam sebuah pulau.

Dari capaian tersebut, kebijakan Presiden Jokowi dalam menggelontorkan dana pembangunan infrastruktur yang sangat besar dengan berbagai kontroversi di masyarakat akan ketidakmampuan dalam mengelola penggunaannya kini sapat dilihat scara gambling hasil kinerjanya yang tidak asal “omong”. Sehingga dapat dipastikan kini tidak ada penyesalam dalam pemilihan suara para pendukung Jokowi di tahun 2014 silam.

 

*Oleh Revalina Dumai (Penulis adalah Mahasiswa Arsitektur Unpad)

Categories: Zona Editorial

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s