Zona Ekonomi

Ini Upaya Pemerintah Sikapi Pelemahan Rupiah

ZONADAMAI.COM – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (4/9/2018) malam sebagaimana dikutip TribunWow.com dari laman Kursdollar.net, menembus angka Rp 15.029.

Sehari sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, pergerakan nilai tukar rupiah saat ini terkena sentimen global, seperti krisis mata uang di Argentina yang terkadang dikombinasikan dengan negara lain.

“Karena situasi di sana belum akan selesai maka kita harus antisipasi bahwa tekanan ini akan terus berlangsung,” ujar Sri Mul‎yani di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/8/2018).

Untuk menekan imbas kondisi eksternal, kata Sri Mulyani, pemerintah bersama otoritas moneter dan OJK bersinergi dalam menjaga kondisi nilai tukar, pasar surat berharga, hingga sektor riil.

“Untuk saat ini fokus pemerintah masih tetap untuk bagaimana mengurangi sentimen yang berasal dari neraca pembayaran, seperti diketahui selama ini yang disebut sebagai salah satu sumber sentimen dari perekonomian Indonesia adalah kondisi dari transaksi berjalan dan neraca perdagangan,” paparnya.

Aktivitas spekulan

Usai rapat dengan DPR RI hari ini (4/9/2018), Menkeu mengatakan akan memantau aktivitas spekulan yang memanfaatkan momen pelemahan nilai tukar rupiah demi meraup keuntungan pribadi. Hal ini menjadi perhatian karena aksi spekulan akan menjadi sentimen negatif yang dapat memperburuk upaya pemerintah menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah.

“Kalau yang faktornya sentimen, apalagi ditunggangi dengan spekulasi, atau pihak-pihak lain yang mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri atas korban dari orang lain, maka yang kami lakukan bersama OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan BI (Bank Indonesia) untuk memonitor dengan detil dan menindak dengan tegas pelaku-pelaku ekonomi yang melakukan profit taking,” kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani menjelaskan, dalam mengantisipasi aksi spekulan, pihaknya bersama BI dan OJK akan membedakan mana pelaku ekonomi yang murni melakukan aktivitas secara normal dan mana yang dengan sengaja mengambil keuntungan pribadi dengan memanfaatkan pelemahan nilai tukar rupiah.

Ketika ditanya lebih lanjut, Sri Mulyani belum menjelaskan seperti apa persisnya pihak yang dianggap sebagai spekulan dan apa sanksi bagi mereka nanti.

Secara terpisah, Gubernur BI Perry Warjiyo memastikan bank sentral akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dalam penanganan pelemahan nilai tukar rupiah, termasuk dalam menyikapi spekulan. Menurut Perry, cara mengetahui kegiatan spekulan adalah dengan mengecek ke bank, siapa saja yang melakukan pembelian valas sesuai dengan ketentuan dan mana yang tidak.

“BI kan punya ketentuan pembelian dollar AS itu harus ada underlying-nya. Untuk itu, kami akan cek ke bank, apakah pembelian dollar-nya ada underlying atau tidak. Sebelum (krisis) Turki dan Argentina, kami bersama OJK memeriksa ke bank mengenai underlying yang pada waktu itu kami tidak menemukan ada pembelian valas tanpa underlying,” tutur Perry.

Meski begitu, BI menegaskan fokus utamanya saat ini tetap pada stabilitas nilai tukar rupiah, bukan mencari para spekulan tersebut. Upaya BI menstabilkan rupiah salah satunya dengan terus meningkatkan intensitas intervensi ganda, yakni di pasar valas dan membeli SBN (Surat Berharga Negara) yang dilepas investor di pasar sekunder.[*]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s