Zona Sejarah

Saatnya Garuda Muda Mengukir Sejarah di Asian Games

Timnas Indonesia U23, siap mengukir sejarah pada cabang olahraga Asian Games 2018, saat menghadapi Uni Emirate Arab (UEA) sore ini. Jumat (24/8/2018).

Kemenangan akan mengantarkan skuad Garuda Muda, ke perempat final untuk pertama kalinya sepanjang sejarah keikutsertaan pada ajang empat tahunan tersebut.

Indonesia pernah menjadi salah satu raksasa sepak bola pada Asian Games, era awal pesta olahraga negara-negara Asia ini dihelat.

Bermula pada 1951, saat India menjadi tuan rumah, tim Merah Putih menembus partai pamungkas tapi ditaklukkan 0-3 oleh tuan rumah.

Delapan tahun kemudian, sepak bola Indonesia kembali menunjukkan tajinya saat Asian Games digelar di Hiroshima, Jepang. Diperkuat legendaris sepak bola nasional asal Makassar, Ramang, skuad Garuda tampil sebagai salah satu dari empat tim terkuat di Asia.

Di Hiroshima pula, Indonesia berhasil membalas kekalahan dari India setelah memenangkan perebutan medali perunggu dengan keunggulan 4-1.

Ini merupakan catatan prestasi terbaik tim Merah Putih pada Asian Games dan perlahan meredup hingga kini. Sementara itu, sejak menggunakan format timnas U23, ini merupakan kedua kali Indonesia lolos dari fase grup.

Pada 2014 Incheon, tim Merah Putih lolos ke babak knock out sebelum dihentikan Korea Utara. Tahun ini momentum Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games, untuk kedua kalinya dicanangkan sebagai kebangkitan sepak bola.

Tidak tanggung-tanggung, Indonesia yang diwakili timnas U23 dibebankan target mengulang prestasi era Ramang dkk, untuk menembus babak semifinal.

Menilik hasil pada fase grup, peluang skuad besutan Luis Milla untuk memenuhi target yang dibebankan PSSI terbuka lebar. Mereka lolos ke babak 16 sebagai pemuncak grup dengan 3 kemenangan dan 1 kalah.

Skuad Garuda Muda menang atas Taiwan, Laos, serta Hong Kong dan hanya kalah dari Palestina. Hasil ini mengantarkan Hansamu Yama dkk ke babak 16 besar menantang UEA.

Di atas kertas, tim asal Timur Tengah tersebut merupakan lawan mudah bagi timnas U-23. Berkaca pada penyisihan grup, UEA hanya lolos berkat predikat peringkat tiga terbaik setelah hanya meraih tiga poin.

UEA tercatat hanya sekali menang atas tim lemah Timor Leste, lalu ditaklukkan Suriah 0- 1 dan China 1-2.

“Semua pemain dalam kondisi bagus kecuali Bagas Adi yang masih dalam pemulihan cedera, meski telah berlatih bersama tim. Seluruhnya sudah siap untuk pertandingan nanti,” tutur Asisten Pelatih Timnas U23, Bima Sakti di Lapangan ABC Senayan.

Meski begitu, Timnas U23 tidak boleh meremehkan lawan. Keunggulan postur tubuh diprediksi akan dimanfaatkan UEA untuk menggagalkan ambisi Indonesia, menembus babak 8 besar. Bima mengaku potensi ini sudah diantisipasi oleh tim pelatih.

Dia menjelaskan, unggul postur membuat UEA mempunyai keuntungan jika bermain dengan umpan-umpan lambung yang tinggi. Karena itu, pemain diinstruksikan sebisa mungkin mencegat pergerakan UEA dari sisi sayap yang berpotensi membahayakan pertahanan.

“Di dalam latihan, kami sudah mengantisipasi kelebihan UEA. Mereka tim yang bagus dan memiliki pemain dengan postur yang tinggi. Pemain sayap kanan mereka bagus sekali. Namun, kami mewaspadai seluruh pemain mereka,” kata Bima.

Tantangan lain yang harus diatasi skuad Garuda Muda adalah bayang-bayang kelelahan. Padatnya jadwal pertandingan fase grup, karena harus melakoni satu pertandingan lebih banyak dibanding tim lain membuat tenaga pasukan Luis Milla terkuras.

Kondisi ini dikhawatirkan, akan memengaruhi performa sejumlah pemain yang belum pernah dirotasi, seperti Hansamu Yama Pranata, Ricky Fajrin, Zulfiandi, Stefano Lilipaly.

“Memang pemain sedikit kelelahan karena jadwal pertandingan yang sangat mepet. Namun, bisa dilihat, semua dalam latihan tadi semua tetap bisa beradaptasi. Semoga ketika dalam pertandingan mereka bisa lebih bugar,” ujarnya.

Sementara itu, penyerang tim Indonesia Alberto Goncalves meminta masyarakat tidak perlu khawatir terkait peluang Indonesia menaklukkan UEA.

Dia menegaskan, skuad Indonesia mempunyai kualitas bagus untuk mengalahkan lawannya dari Asia Barat tersebut. “Pemain mereka memang tinggi, tetapi kami memiliki kecepatan dan kemampuan individu yang baik,” tuturnya.

Categories: Zona Sejarah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s