Zona Berita

Tiba di Kargo Bandara Soetta, 17 Kuda Asian Games Dikarantina

Satu pekan menjelang perhelatan Asian Games 2018 digelar, 17 ekor kuda peserta cabang olah raga equestrian asal kota Liege, Belgia mendarat perdana di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (11/8/2018).

Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian langsung melakukan pengawasan untuk menjamin kesehatan dan keamanan kuda berukuran besar tersebut.

Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian, Agus Sunanto mengatakan, pihaknya memastikan indentitas sesuai dan kesehatan kuda tersebut.

“Saya memastikan Tim teknis Karantina Hewan Karantina Soekarno Hatta mengawal kesehatan dan keamanan kuda ini sesuai dengan persyaratan internasional, sebagaimana sudah ditegaskan oleh Pak Mentan,” kata Agus di Terminal Kargo Bandara Soetta, Tangerang, Sabtu (11/8/2018).

Sebanyak 17 ekor kuda yang datang kali ini langsung diangkut dengan pesawat khusus dari kota Liege, Belgia. Agus mengatakan, kuda-kuda tersebut merupakan peserta Asian Games yang mewakili empat negara.

Seperti Kyrgyztan, Uzbekiztan, Iran, dan Indonesia. Rencananya pada 14 Agustus 2018 mendatang akan tiba lagi sebanyak 38 ekor kuda asal Eropa dari 20 negara peserta.

“Kedatangan 17 kuda merupakan kali kedua setelah pada 29 Juli 2018 lalu. Kuda asal Tiongkok telah lebih dahulu datang ke Indonesia dan kini masih berada dalam masa perkarantinaan,” jelas Agus.

Menurutnya, Badan Karantina Pertanian bertanggung jawab menjaga kesehatan kuda-kuda yang akan berlaga di cabang Equestrian Asian Games tersebut selama 24 jam. Pengawasan dan pemantauan kesehatan kuda serta aktivitasnya tersebut dilakukan oleh tim dokter hewan yang bertugas di Karantina.

Tim dokter hewan karantina ini memantau perkembangan kuda-kuda tersebut hingga layak dibawa ke arena pertandingan. “Seluruh kuda Asian Games yang tiba di Indonesia diberi perlakuan desinfektan dan footmat,” kata Agus.

Footmat ini merupakan karpet berisi desinfektan sebagai anti mikroorganisme, sehingga kuda menapakkan kakinya pertama kali dengan menginjak footmat sebagai tindakan biosekuriti.

Perlakuan tersebut berbeda dengan kuda asal Tiongkok yang harus melalui pemeriksaan di negara asal dan dikarantinakan terlebih dahulu di Instalasi Karantina Hewan (IKH), kuda asal Uni Eropa tidak perlu dilakukan pengamanan dengan dua kali proses seleksi.

“Hal ini karena Uni Eropa memiliki kelebihan dengan sistem kesehatan yang sangat baik dan seleksi yang sangat ketat, atau sering disebut dengan istilah High Health Performance (HPP). Status kesehatan hewan asal Uni Eropa pun telah memenuhi standar EDFZ atau standar zona bebas penyakit kuda,” kata Agus. (liputan6)

Categories: Zona Berita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s