Zona Berita

BPS Menentang Pernyataan Prabowo Tentang Angka kemiskinan meningkat

ZONADAMAI.COM, Badan Pusat Statistik (BPS) mengedepankan independensi sehingga data yang dirilis selalu berdasarkan pada fakta yang ada di lapangan.

Hal tersebut ditegaskan Kepala BPS, Suhariyanto membantah pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengklaim bahwa angka kemisikinan mengalami peningkatan di era kepemimpinan Jokowi.

“Angka darimana dulu (kemiskinan semakin parah). kalau kita ngomong kan harus pakai data kan. Tadi saya tunjukkan dengan World Bank saja garis kemiskinan kita 2,5 dolar PPP. kalau cuma ngomong gak pakai data ya susah ya,” ujar Suhariyanto di Jakarta, Senin (30/7).

Pernyataan Prabowo dan SBY tersebut akan sulit terkonfirmasi jika tidak memiliki data yang jelas.

“Cek aja data yang ada. Kalau statement tidak ada datanya agak susah kita konfirmasi,” kata Suhariyanto.

Lanjut Suhariyanto, hampir di setiap era kepresidenan angka kemiskinan selalu bertambah dan berkurang. Pihaknya juga menegaskan bahwa data yang disajikan BPS tidak ada intervensi dari siapapun.

“Cek aja data yang ada (di BPS). Seperti saya bilang tadi kalau kita kembali ke tahun 76 siapapun presidennya kan selalu pernah ada kenaikan, ada penurunan. Artinya BPS sangat independen,” tuturnya.

“Kita nggak peduli presidennya siapa. jadi kalau memang naik ya naik, atau miskin. Jadi kalau sebuah statement gak ada datanya agak susah kita mengkonfirmasi,” lanjut Suhariyanto.

BPS mencatat data angka kemiskinan mengalami penurunan dalam lima tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin pada September 2012 tercatat mencapai 28,71 juta atau sekitar 11,66 persen. Artinya, penduduk miskin berkurang hingga 2,13 juta atau sekitar 7,4 persen. Sedangkan jumlah penduduk miskin di Indonesia sebesar 25,95 juta orang (9,82 persen), atau turun 633,2 ribu orang dibandingkan September 2017 yang sebesar 26,58 juta orang (10,12 juta orang).

“Angka kemiskinan tersebut membuat jumlah penduduk miskin pada tahun ini merupakan yang terendah semenjak era krisis moneter 1998,” ujarnya.

Hal ini semakin menunjukkan bahwa tuduhan yang digelontarkan Prabowo dan SBY tidak berdasar. Sebagai politisi, keduanya tidak mampu mengemukakan data yang objektif dan hanya mencari sensasi untuk kepentingan politik semata. (DW/MCF)

Categories: Zona Berita, Zona Ekonomi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s