Zona Berita

Atletik Fokus Persiapan Nonteknis Jelang Asian Games 2018

Jelang Asian Games 2018, cabang atletik memfokuskan diri pada persiapan non teknis. Atlet diharuskan rileks untuk bisa membangun keseimbangan dalam berlari, hingga diharapkan mempengaruhi kecepatan berlari.

Unifikasi tersebut dinilai Ketua Umum PB PASI sangat berhasil diterapkan dalam setahun ini. Terlihat dari peningkatan catatan waktu para pelari Indonesia yang akan turun di Asian Games.

Catatan itu terlihat dari hasil test trial lari estafet yang berlangsung di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Jumat, 27 Juli 2018.

“Jelang-jelang Asian Games ini, para pelari justru yang harus dijaga itu non teknisnya. Jangan sampai mereka tegang, mereka harus rileks. Itu kuncinya, karena semakin pelari ngotot di saat 30 meter dari garis finis, maka akan seperti ngerem larinya. Pelari harus rileks, dia akan lebih fokus dan stabil. Hal itu yang kami coba tekankan di sisa waktu ini,” ucapnya.

Menurut dia, latihan ini seringkali disepelekan oleh para pelarinya, padahal sangatlah penting. Karena itu, di sisa waktu yang ada intensitas latihan unifikasi lebih ditingkatkan untuk membangun rileks dan fokus para atlet.

“Bentuk latihannya, adalah  pernapasan, keseimbangan, dan meditasi. Itu guna melatih fokus, balace dan kesadaran gerak. Jadi misalnya tampil di stadion besar, penonton banyak, lari harus dibawah 10 detik pasti beban dan pelari stress. Nah ini untuk meredamnya. Karena kalau pelari sprint misalnya tidak ada kesadaran pada saat start, maka dia bisa tertinggal 1-2 detik. Hingga kalau jadi beban, maka larinya akan lebih berat,” ujar Pelatih Unifikasi PASI Dondy Bratha Sudjono.

Dengan kondisi rileks, diharapkan atlet lebih siap pada saat pertandingan. Ini karena semakin rileks kondisi atlet, Dondy mengungkapkan, maka laju lari akan semakin cepat.

Metode ini sebenarnya sudah diterapkan sejak 2008 lalu, di angkatan Suryo Agung. Hasilnya bisa terlihat dari hasil rekor SEA Games 100 meter atas nama Suryo (10,17 detik) yang hingga saat ini belum terpecahkan.

Dari hasil test estafet 4×100 meter kemarin, pelatih estafet Eni Nuraeni menilai ada peningkatan 97 persen dari target waktu yang diharapkan. Selama setahun berlatih, hasil test kemarin adalah yang paling baik dari sebelumnya.

“Dua bulan lalu, kita test estafet waktunya 39,9 detik, sekarang sudah naik jadi 39,59 detik. Targetnya sendiri 38,5 detik untuk bisa mengamankan medali. Di sisa waktu yang ada, dengan dua kali latihan dalam seminggu, saya masih yakin bisa tercapai,” ungkapnya.

Categories: Zona Berita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s