opini

Jalasutra Jokowi Berhadapan Dengan Kisruh Politik Tanah Air

ilustrasi

Pada masa kerajaan mataram dibawah pemerintahan Pengeran Seda Krapyak pernah melakukan sebuah sayembara untuk menangkap ikan yang bersisik emas atau dikenal dengan wader bang sisik kencana, sayembara ini dilakukan karena Permaisuri Pengeran Seda Krapyak sedang mengandung beliau mengidam ikan yang bersisik emas. Seorang yang menyanggupi untuk menangkap ikan tersebut adalah Ki Dhepok atau Sunan Geseng salah satu murid dari Sunan Kalijogo.

Ki Dhepok atau Sunan Geseng mengajukan syarat agar disediakan benang sutra sebagai jala, karena ikan bersisik emas hanya dapat dijala dengan jala yang terbuat dari benang sutra. Permintaan tersebut dipenuhi dan tempat untuk membuat jala dan benang sutra itu kemudian disebut dengan Jalasutra, Sunan Geseng memenangkan sayembara tersebut.

Era kepemimpinan Mantan Presiden Soeharto pembangunan Indonesia dilakukan dengan program Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun) dimulai dengan pemulihan stabilitas ekonomi, sosial dan politik. Dampak Repelita terhadap perekonomian Indonesia cukup mengagumkan, terutama pada tingkat ekonomi makro. Namun Repelita terhenti karena Mantan Presiden Soeharto memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden Indonesia pada 21 mei 1998.

Era Reformasi mulai dari Mantan Presiden Habibie sampai dengan Mantan Presiden Susilo Bambang Yodhoyono kebijakan pembangunan ekonomi yang diutamakan hampir sama dengan era Mantan Presiden Soeharto yaitu dengan mengendalikan stabilitas politik sehingga mendukung terjadinya stabilitas ekonomi. Situasi politik nasional yang menjadi barometer pemulihan ekonomi hal ini membuat pembangunan nasional berjalan dengan lambat, karena adanya tekanan politik dari para elit partai politik yang tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah.

Terpilihnya Jokowi sebagi Presiden Indonesia merupakan babak baru pembangunan, sebagian besar pembangunan nasional difokuskan pada pembangun infrastruktur ini dilakukan untuk menekan ketimpangan, dengan adanya ketersediaan infrastruktur akan meningkatkan kualitas hidup, serta medorong pergerakan ekonomi daerah, mengurangi biaya logistik dan memunculkan pusat pertumbuhan ekonomi baru dikawasan perbatasan. Pembangunan infrastruktur bukan hanya meningkatkan ekonomi melainkan juga upaya mempersatukan bangsa  Indonesia.

Menurut Grigg dalam Kodoatie (2005) Infrastruktur merujuk pada sistem fisik yang menyediakan transportasi, pengairan, drainase, bangunan – bangunan gedung dan fasilitas publik  lain yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia dalam lingkup sosial dan ekonomi. Infrastruktur sendiri dalam sebuah sistem menopang sistem sosial dan sistem ekonomi sekaligus menjadi penghubung dengan sistem lingkungan. Ketersediaan infrastruktur memberikan dampak terhadap sistem sosial dan sistem ekonomi yang ada di masyarakat.

Kondisi pembangunan infrastruktur terutama di daerah masih sangat memprihatinkan, masih banyak wilayah perdesaan yang tidak memiliki sarana transportasi akibatnya biaya distribusi menjadi mahal dan produk yang dihasilkan dari desa pun ikut menjadi mahal. Jika kondisi masih seperti itu sulit untuk memenangkan persaingan global di mana jalur logistik kita masih sangat mahal. Dibutuhkannya pembangunan Infrastruktur agar menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya pertumbuhan ekonomi sendiri juga dapat menjadi tekanan bagi infrastruktur.

Pertumbuhan ekonomi yang positif akan mendorong peningkatan kebutuhan akan berbagai infrastruktur. Perannya sebagai penggerak di sektor perekonomian akan mampu menjadi pendorong berkembangnya sektor-sektor terkait sebagai multiplier dan pada akhirnya akan menciptakan lapangan usaha baru dan memberikan output hasil produksi sebagai input untuk konsumsi.

Dalam pembangunan ekonomi akan memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup. Pertumbuhan ekonomi sendiri akan berpengaruh terhadap investasi. Sedangkan peningkatan kualitas hidup akan berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat, karena dengan pembangunan infrastruktur dapat mengurangi kemiskinan dan jumlah pengangguran suatu negara

Presiden Jokowi mencoba membuat jalasutra untuk membangun perekonomian bangsa ke depan, infrastruktur yang dibangun bukan hanya infrastruktur pembangunan ekonomi tetapi infrastruktur berkeadilan. Pembangunan infrastruktur yang dilakukan saat ini dengan membangun ribuan kilometer jalan, bendungan, pelabuhan, bandara hingga pembangkit listrik. Pembangunan infrastruktur tersebut dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dalam upaya mendorong pergerakan ekonomi daerah, pemerintah meningkatkan belanja anggaran untuk pembangunan infrastruktur didesa melalui program padat karya tunai sehingga menciptakan lapangan pekerjaan dan menyerap tenaga kerja yang sebanyak-banyaknya di desa.

Jalasutra yang dibuat Presiden Jokowi hampir mendekati kepunyaan Sunan Geseng, namun ikan emas yang hendak ditangkap selalu terhentak oleh gelombang, salah satunya gelombang tersebut kegaduhan politik. Stabilitas politik salah satu instrumen kuat yang dapat melemahkan pertumbuhan ekonomi, efeknya mempengaruhi minat investasi dan dinamika perekonomian. Apabila kisruh politik terus berlangsung tanpa penyelesaian yang tegas maka akan menjalar ke dunia usaha baik cepat atau lambat.

Kebijakan Presiden Jokowi dengan membangun infrastruktur sudah sangat tepat, karena pembangunan infrastruktur memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mempengaruhi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan manusia serta peningkatan produktivitas tenaga kerja dan akses lapangan pekerjaan sehingga masalah kemiskinan dan kesejangan dapat teratasi.

Dampak positif dari pembangunan infrastruktur itu jangka panjang baru akan dirasakan manfaatnya secara bertahap dengan tumbuh berkembangnya ekonomi wilayah tersebut. Tujuan akhir negara adalah mencapai kemakmuran untuk seluruh rakyat Indonesia, untuk mempercepat kemajuan dan kemakmuran maka dibutuhkan sumber daya, investasi dan infrastruktur yang menunjang. (kompasiana)

 

Hendryk

Almuni Pascasarjana Universitas Indonesia, Pemerhati Kebijakan Sosial, Mantan Aktivis HMI

Advertisements

Categories: opini

Tagged as: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s