Zona Berita

Teknologi di Asian Games 2018

Tahun ini, Asian Games memasuki edisi ke-18. Indonesia menjadi tuan rumah pesta olahraga multicabang terbesar bangsa-bangsa di Asia yang digelar sejak 1951 di New Delhi, India, itu. Sebanyak 16 ribu atlet dan ofisial dari 45 negara akan datang ke Jakarta dan Palembang. Mereka akan saling berkompetisi dari 18 Agustus hingga 2 September 2018.

Untuk memastikan pesta olahraga empat tahunan ini berlangsung lancar, aman, dan tertib, panitia penyelenggara Asian Games atau Inasgoc menerapkan teknologi di berbagai aspek. Tak hanya di lapangan pertandingan, tapi juga di luar lapangan. Pemanfaatan teknologi terkini tersebut dimulai dari penjualan tiket hingga keamanan jaringan.

Teknologi Informasi

Teknologi informasi pada Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang setara dengan yang dipakai pada Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan. Bahkan, panitia penyelenggara mengklaim teknologi ini lebih modern.
Penyedia TI : Sangyong Information and Communication Corporation (SICC)
Biaya : Rp 1-1,2 triliun, mencakup jaringan, software, dan hardware.
Pelaksana : Asian Games Information System (AGIS).
Tugas : Titik kendali jadwal dan hasil pertandingan,
informasi venue pertandingan, catatan rekor, profil atlet serta negara peserta, jadwal siaran langsung, dan sistem transportasi.
Pengguna : Atlet dan ofisial, penonton, dan jurnalis.

Pencahayaan
Selama acara pembukaan dan penutupan di Stadion Gelora Bung Karno, pencahayaan menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang kesuksesan acara tersebut. Tingkat kecerahan di SUGBK saat ini tertinggi di dunia. Berkat teknologi LED lighting system, konsumsi listrik jauh lebih hemat, yakni hingga 50 %.
Anggaran : Rp 770 miliar
Unit lampu : 610 lampu LED
Daya : 1.500 watt tiap lampu
Tingkat kecerahan : 3.500 lumen (satuan terang-gelap cahaya)

Hawk Eye
Untuk pertama kalinya pertandingan cabang olahraga bulu tangkis Asian Games menggunakan teknologi hawk eye untuk membantu kinerja wasit. Tujuannya untuk menjaga fairplay. Teknologi ini pada prinsipnya sebagai pengganti hakim garis saat terjadi protes dari pemain.
Biaya : Rp 85 juta per hari per unit.
Alokasi unit : Dua, total Rp 170 juta.
Peranti lunak : Swiss score.
Pembiayaan : Konfederasi Bulu Tangkis Asia (BAC).

Tiket Elektronik
Sejak 30 Juni lalu, panitia penyelenggara Asian Games 2018 membuka penjualan tiket. Untuk menghindari pemalsuan dan percaloan, tiket dibuat berbentuk e-voucher dilengkapi dengan teknologi quick response code. Tiket elektronik itu selanjutnya dapat ditukarkan dengan tiket berbentuk fisik untuk menonton pertandingan.
Proses : Tiket dipindai dan dipantau oleh 1.000 relawan.
Data pembeli : Kartu identitas, e-mail, dan nomor telepon.
Batasan : Satu identitas untuk satu transaksi pembelian empat lembar tiket.
Penukaran : Tiket quick response code ditukar dengan tiket thermal tiket atau tiket wristband.

Sistem Keamanan

Sistem keamanan menjadi salah satu poin penting untuk kelancaran Asian Games. Sebanyak 250 kamera closed-circuit television (CCTV) dipasang di dalam stadion ataupun di luar stadion yang dipantau selama 24 jam.
Teknologi CCTV : Kualitas gambar hingga 7K.
Sistem jaringan : Terhubung dengan sistem pengenal wajah di pusat pengendali.
Keunggulan : Sistem terhubung dengan database.
Semisal ada teroris yang sudah ada di database Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) dan Densus 88 Antiteror, hal itu bisa langsung terdeteksi.

Teknologi Modifikasi Cuaca
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi menerapkan teknologi modifikasi cuaca untuk membasahi lahan gambut di Sumatera Selatan, sesuai dengan permintaan panitia penyelenggara atau Inasgoc melalui Wakil Presiden Jusuf Kalla. Tujuannya agar selama Asian Games tak terjadi bencana kebakaran hutan dan lahan.
Pembasahan : Saat masuk musim kemarau.
Teknologi yang digunakan : Menyemai garam dari pesawat ke awan potensial menurunkan hujan.
Waktu pelaksanaan : 16 Mei hingga Agustus 2018.

Teknologi 5G
Untuk mendukung kelancaran komunikasi dan pengiriman data, Telkomsel memaksimalkan 30 MHz frekuensi TDD 2.3 GHz sebagai bagian dari strategi Multi-Band LTE. Melalui frekuensi ini, Telkomsel dapat menerapkan teknologi terkini TDD Massive MIMO setara dengan 5G.
Jumlah titik : 175
Area : Arena pertandingan, luar arena, lokasi penyangga.
Lokasi arena : Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Stadion Si Jalak Harupat Bandung, dan Stadion Jakabaring Palembang.
Lokasi luar arena : Media center, broadcast center, tempat menginap atlet dan jurnalis.
Lokasi penyangga : Bandara udara dan pusat belanja.

Serangan Cyber
Panitia penyelenggara Asian Games 2018 bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melakukan antisipasi serangan cyber selama pesta olahraga empat tahunan ini berlangsung. Serangan serupa pernah terjadi pada Olimpiade Musim Dingin 2018 di Pyeongchang, Korea Selatan. Akibatnya, penyelenggaraan sempat tertunda berjam-jam.
Tenaga pemantau : 30 ahli dari Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Badan Siber.
Target serangan : Sistem ticketing, akreditasi jurnalis, sistem penilaian.
Langkah antisipasi : Terdapat sistem back-up yang langsung berfungsi saat terjadi serangan. (tempo)

Categories: Zona Berita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s