Zona Berita

Pemerintah Terapkan Sanksi Bagi Pelanggar Aturan Ganjil Genap Saat Asian Games

Pemerintah menyiapkan sanksi bagi pengguna jalan yang melanggar aturan ganjil genap terutama pada pelaksanaan event Asian Games 2018. Untuk mengurangi kepadatan kendaraan di jalanan Ibu Kota, Polda Metro Jaya, Pemprov DKI Jakarta dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) memperluas wilayah ganjil-genap.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan, setelah masa uji coba berlangsung selama satu bulan nanti, pihaknya siap untuk memberlakukan sanksi kepada pengguna jalan yang melanggar ketentuan ganjil genap.

Pada pekan pertama, kata dia, adalah minggu sosialisasi. Pihaknya telah melakukan sosialisasi melalui media sosial maupun turun langsung ke lapangan. Pihaknya juga membagikan flyer juga menyiapkan VMS untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Begini Suasana Arus Lalu Lintas di Pancoran pada Uji Coba Perluasan Ganjil Genap

Minggu kedua, BPTJ akan memberikan peringatan apabila terdapat pengguna jalan yang melanggar.

“Minggu ketiga terpaksa kita lakukan pengalihan sampai minggu keempat. Setelah melakukan pengalihan, baru nanti awal Agustus kita lakukan penegakan hukum,” kata dia dalam Forum Merdeka Barat (FMB) 9, di Jakarta, Senin (2/7/2018).

Dia melanjutkan, selain penerapan ganjil genap, pihaknya juga akan memberlakukan dua kebijakan lain untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan Asian Games 2018. Pertama adalah managemen rekayasa lalu lintas yang di dalamnya mencakup ganjil genap kemudian buka tutup pintu tol, dan lajur khusus untuk atlet di jalan tol.

Selain itu, pihaknya juga akan menyediakan angkutan umum berupa bus bagi para atlit dan official akan tetapi juga bagi para suporter asing dari negara tamu.

Begini Suasana Arus Lalu Lintas di Pancoran pada Uji Coba Perluasan Ganjil Genap

“Kita siapkan angkutan dari mal atau hotel ke venue-venue. Kita siapkan juga angkutan ke wisata-wisata diharapkan wisatawan juga bisa spending di sini,” ujar dia.

Ketiga adalah pengaturan untuk perjalanan truk. “Nanti tol dalam kota truk tidak boleh lewat lagi. Nanti semua tol dalam kota enggak boleh lewat, alternatifnya tol hanya lewat JORR,” jelas dia.

Menurut dia, tiga kebijakan tersbut saling berkaitan satu sama lain, sehingga masyarakat perlu memahaminya. “Perlu kami sampaikan juga kita selain mengatur waktu point to point 30 menit, kita juga ingin menurunkan CO2. Karena banyak atlet dan tamu-tamu asing,” kata dia.

Sekadar informasi, setidaknya, terdapat empat titik perluasan lokasi ganjil-genap. Pertama, Jl. S Parman – Jalan Gatot Subroto – Jl. MT Haryono – Jl. DI Panjaitan – Jl. A. Yani – Simpang Coca Cola atau Jl. Perintis Kemerdekaan Cemput.

Kedua, Arteri Pondok Indah yang dimulai dari Simpang Kartini hingga Simpang Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ketiga, Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan. Keempat, Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat. (okezone)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s