Zona Sosial

Sambut Pemilu, Santri Rembang Menolak Hoax dan Radikalisme

Dalam menyambut Pilkada 2018 dan Pilpres 2019, Santri Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmi Asy-Syar’ie (MIS) mendeklarasikan untuk mendukung Pemimpin Nasional 2019 yang Peduli Pesantren. Hal ini disampaikan oleh Fathi Royani dari lembaga Pemberdayaan Pesantren dan Masyarakat saat berkunjung ke salah satu Pesantren tertua di Sarang Rembang ini, pada Kamis (28/06/18).

Dalam acara diskusi bersama Fathi Royani, para santri PP MIS juga menyampaikan penolakan terhadap intoleransi dan Radikalisme yang selalu dikaitkan dengan Islam.

“Kalau masalah intoleransi dan radikalisme saya rasa santri tidak perlu diajari,” katanya.

“Karena santri sudah paham bagaimana menyikapi perbedaan,” imbuhnya.

Zainul pembicara lainnya juga menyampaikan bahwa pemimpin nasional 2019 nanti yang peduli santri dan pesantren bisa dikalahkan jika santri masih tidak peduli pada maraknya berita hoax.

Menurut Fathi, konstelasi politik jelang pilpres 2019 diperkirakan akan terus memanas, karena penggunaan isu SARA diprediksi akan kembali dimanfaatkan oleh kelompok kepentingan untuk saling menjatuhkan lawannya.

“Apalagi didukung dengan informasi hoax dari oknum tidak bertanggung jawab,” tandasnya.

“Hal itu akan memperkeruh masalah dan berpotensi dapat menyebabkan terjadinya konflik sosial dan tidak menutup kemungkinan dapat menyebabkan instabilitas keamanan nasional.”

Menurut Fathi, kalangan ulama dan masyarakat muslim Rembang sebagai warga mayoritasa berperan penting dalam mengendalikan kondisi seperti ini. Khususnya para santri sebagai generasi muda, sangat penting dalam menyejukkan masyarakat, meminimalisir terjadinya konflik sosial. Ikut menyerukan anti hoax dan pemilu damai diberbagai kesempatan, khususnya di media sosial.

Ia mengatakan “banyak pihak yang dirugikan atas informasi hoax dan kampanye isu SARA ini, tidak terkecuali pemerintah. Banyak kebajikan Pemerintah pro rakyat yang tidak tersampaikan secara baik akibat serangan hoax dan isu sara ini. Pemerintah, dalam hal ini presiden Jokowi sangat mendukung upaya setiap elemen masyarakat dalam menentang hoak dan isu SARA.”

Jauh sebelum Indonesia merdeka, kiai-santri dan Pesantrennya telah memantapkan sikap nasionalisme, yaitu cinta terhadap tanah air Indonesia. Fathi menjelaskan kepada santri bahwa para kiai dan santri memiliki saham besar terhadap kemerdekaan dan berdirinya NKRI. “Jadi jika ada yang ingin menghancurkan negeri ini, santri paling depan membela,” tandasnya.

Hadir juga dalam acara tersebut, KH. Ghufron (Kiai dari Matholiul Falah Kajen), Kang Ibnu (Ketua PP. MIS Rembang), KH. Abdul Rozak/ mbah Rozak (Pengasuh PP. MIS), serta para santri Sarang yang juga antusias mengikuti acara ini.

Categories: Zona Sosial

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s