Zona Berita

Reaksi Jokowi Tentang Pernyataan Prabowo Yang Mengatakan TNI Lemah

Berbagai serangan yang dibungkus dalam bentuk kritik terhadap pemerintah terus datang bertubi-tubi. Seperti air hujan lebat yang terus mengguyur bumi tiada henti. Air bah datang menghancurkan segala yang dilewati. Batu menggelinding, rumah hanyut, pohon-pohon seakan tercerabut dari datangnya.

Oposisi begitu rajin menyerang dan terus menyerang. Setelah beberapa waktu lalu Mbah Amien menyerang dengan berbagai cara dan pernyataan. Tentang tenaga kerja asing yang dinilai menyerbu Indonesia dan pemerintah membiarkan. Bangsa Indonesia yang pekok, partai Allah dan Partai Setan, Jokowi akan lengser tahun 2019 dan lain sebagainya.

Serangan dari Amien Rais sejenak mereda, tapi pihak oposisi bergantian terus mengkritik membabi buta. Terbaru Ketum Gerindra Prabowo Subianto mengkritik sejumlah hal, termasuk TNI, yang disebutnya lemah. Gerindra menilai pelemahan TNI ini ditunjukkan dengan penguatan lembaga Polri.

Berikut pernyataan dari Waketum Gerindra Ferry Juliantono :

“Indikasi pelemahan TNI bisa dilihat dengan belum ditingkatkannya kapasitas personel, anggaran, dan alutsista di tubuh TNI dalam rangka keterlibatannya bersama kepolisian RI menghadapi terorisme dan ancaman keamanan lainnya. Sementara pada waktu yang sama, pemerintah ini masih terlihat menganakemaskan Polri.”

Beberapa waktu lalu pemerintahan dituding oleh Demokrat mempunyai kuping tipis. Partai Demokrat (PD) memprotes keras pembekuan atau suspend sejumlah akun Twitter, salah satunya @LawanPolitikJKW milik Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. PD lalu membandingkan pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Presiden Joko Widodo.

Berikut kutipannya :

“Tidak salah kemudian kita berpikir pemerintah sekarang represif dan membungkam kebebasan berpendapat dan berekspresi kan. Karena bertubi-tubi ini dari kejadian foto yang diunggah Pak Amien Rais yang dikenal oposan terhadap pemerintah hari ini mendadak dihapus Instagaram, dan hari ini beberapa akun Twitter termasuk akun teman kami Ferdinand Hutahaean yang di media sosial dikenal kritis kepada pemerintah malah di-suspend, kan memang terjadi di pemerintahan sekarang ini. Belum lagi di benak publik kan memang telah terbangun kesan, terkait kebebasan berekspresi dan berpendapat ini, pemerintah sekarang memang ‘telinganya lebih tipis’ dibanding pemerintahan Pak SBY”.

Telinga tipis maksud oposisi adalah bahwa pemerintahan Jokowi lekas marah bila dikritik atau diprotes. Marah disini ditandai oleh akun tweeter oposisi yang di suspend. Selain itu beberapa waktu lalu poto-poto Amien Rais CS hilang dari instagram. Prediksi oposisi akun dan poto yang hilang ini didasari oleh perilaku pemerintah.

Menurut saya mah oposisi tinggal ke tweeter dan instagram menanyakan kenapa akun dan poto mereka hilang, dihapus. Tentu saja pihak medsos akan menjelaskannya. Apakah poto dan akun benar dihapus oleh medsos bersangkutan? Kalau betul dihapus mungkin saja alasannya karena isinya dinilai berpotensi membuat resah masyarakat.

Lalu bagaimana reaksi Jokowi sendiri terhadap berbagai tudingan kaum oposisi terhadap pemerintahannya?

Jokowi cenderung adem-adem saja, santai dan terus tersenyum. Presiden Joko Widodo tak mempermasalahkan adanya kritik terhadap kinerja pemerintah. Namun Jokowi meminta agar kritik tidak dilandasi kebencian. Melainkan berdasarkan data sehingga bisa sama-sama memberi dampak positif bagi masyarakat. Menurutnya, kritik itu penting untuk memperbaiki kebijakan karena belum tentu pemerintah selalu benar. Untuk itu, dia meminta jika ada kebijakan yang keliru harus diingatkan.

Jokowi tak menyampaikan secara langsung maksud dari ucapannya tersebut. Hanya saja dia meminta agar dibedakan antara kritik dengan mencela. Kritik dengan mencemooh, beda itu. Kritik dengan nyinyir. Kritik dengan menghujat, beda. Kritik dengan fitnah apalagi. Menjelek-jelekan itu juga beda.

Maklum saja Pak mereka yang mengkritik itu bukan karena kebijakan pemerintah yang salah, tapi hobi mereka begitu. Tukang nyinyir. Seperti enggak enak badan kalau enggak nyinyir. Mungkin harus 3 kali sehari seperti minum obat. Baru enakan tuh badan. He3.

Ditengah kritikan yang datang menghujam Jokowi terlihat lebih sering bersama keluarganya. Seperti beberapa waktu lalu ngabuburit bersama keluarga ke Dufan. Jokowi datang bersama Ibu Negara Iriana, Gibran Rakabuming beserta Selvy Ananda dan Jan Ethes, serta Kahiyang Ayu beserta Bobby Nasution.

Dan ketika lebaran Presiden Joko Widodo menghabiskan waktu libur Lebaran 2018 dengan sejumlah acara keluarga. Dia mengajak cucunya, Jan Ethes Srinarenda bermain di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Bogor, Jawa Barat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s