Zona Berita

PBNU: Yahya ke Israel Emban Misi Diplomasi Dukung Kemerdekaan Palestina

Yahya-Nyetanyahu

Yahya Cholil Staquf bertemu dengan PM Israel Benjamin Netanyahu (Twitter Benjamin Netanyahu)

ZONADAMAI.COM – Pertemuan Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menuai kritik. Pertemuan itu dianggap menodai perjuangan umat Islam untuk kemerdekaan Palestina, negara yang dijajah Israel.

Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini mengatakan Yahya pergi ke Israel atas nama pribadi. Meski begitu, kepergian Yahya punya misi diplomasi untuk memperluas dukungan kemerdekaan atas Palestina.

“Yang saya tahu, Gus Yahya menyampaikan bahwa salah satu perspektif yang akan disampaikan dalam diskusi itu ialah hendaknya Israelmeletakkan persoalan Israel dalam perspektif kemanusiaan. Bahwa ada hak berdaulat dari salah satu negara dan itu sudah diakui oleh konsensus bersama banyak negara,” kata Helmy saat dihubungi, Jumat (15/6/2018).

Selain itu, diplomasi yang dilakukan Yahya bertujuan menghentikan serangan yang ditujukan ke Palestina. Helmy mengatakan misi kepergian Yahya ke Israel sama dengan yang dicita-citakan PBNU.

Hal ini, kata dia, juga sejalan dengan keinginan Indonesia membantu kemerdekaan Palestina. Helmy mengatakan ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut.

“Jadi saya sering menyampaikan bahwa apa yang jadi tujuan bersama, ada banyak cara yang bisa dilakukan. Ada yang menggunakan cara berhadap-hadapan atau frontal. Tapi juga ada yang lewat jalur diplomasi,” tuturnya.

“Apa yang diperjuangkan Gus Yahya sama sekali tak bertentangan dengan apa yang diperjuangkan Indonesia dan NU. Saya melihat Gus Yahya sosok ulama yang kredibel, alim, memiliki kapasitas keilmuan, pemahaman beliau soal pemahaman konstelasi global,” sambung Helmy.[detik.com]

Pertemuan ini diketahui dilakukan setelah Netanyahu mengunggah foto-foto bersama Yahya di akun Twitter-nya. Pertemuan berlangsung pada Kamis (14/6) kemarin.

Netanyahu sempat berbincang dengan Yahya. Dia senang atas pertemuan tersebut. Dia mengklaim semakin banyak negara muslim yang dekat dengan Israel.