Zona Berita

2018 Pertumbuhan Ekonomi Papua Triwulan-I Capai 28,93 Persen

Tol-Udara-di-Papua-Bold-Method

Transportasi turut menderek pertumbuhan ekonomi di Papua

ZONADAMAI.COM – Papua mengalami pertumbuhan ekonomi sangat tinggi pada tri wulan pertama Tahun 2018, yaitu mencapai angka fantastis 28,93 persen.

“Sebenarnya lebih banyak sektor perekonomian kita didorong oleh kinerja sektor pertambangan. Ketika sektor pertambangan memiliki kinerja yang bagus, maka perekonomian Papua juga akan bagus,” sebut Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia provinsi Papua, Fauzan di Baliem Pilamo Hotel Wamena, Kamis (7/6/2018).

Menurutnya, izin ekspor PT Freeport Indonesia yang sempat terhenti di Februari dan Maret 2017 membuat produksinya menjadi terbatas. Sedangkan tahun ini, izin ekspor berhasil diperpanjang sehingga tidak mempengaruhi produksinya.

Meski begitu kata Fauzan, banyak sektor lain juga yang menjadi sektor unggulan, dengan pembentukan lima wilayah adat dan pemetaannya komoditas-komoditas unggulannya di masing-masing daerah, dimana misalnya di Jayawijaya yang menjadi unggulan di sektor pertanian seperti kopi.

“Pasar kopi sangat besar di Jayawijaya, hanya saja permasalahannya itu di hulunya, di hilirnya permintaan banyak, namun produksi kita yang belum bisa memenuhi permintaan pasar,” katanya.

Meski sektor pertanian menjadi unggulan, namun kenyataannya hampir 80 persen sejumlah komoditas masih didatangkan dari luar seperti dari Surabaya maupun Makassar.

“Jadi, memang karena ketergantungan kita sangat besar terhadap impor barang dari luar Papua, sehingga harganya sendiri pun sangat dipengaruhi oleh kelancaran pasokan. Ketika di kota pengirim asal terjadi inflasi, di sini juga ikut inflasi apalagi seperti contoh momen hari raya tetapi karena pasokan dari luar Papua alami kenaikan, otomatis disini pun terjadi kenaikan,” katanya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jayawijaya, Cendana Murti mengakui jika pertumbuhan ekonomi di Jayawijaya masih di atas level nasional, karena level nasional sekitar 3,5 persen, sedangkan di Jayawijaya 4 persen walaupun target dari pemda 6 persen.

“Sepertinya itu belum bisa terpenuhi, karena memang menaikan satu persen saja cukup susah, memang betul target pemerintah daerah itu harus tinggi karena untuk mengejar ketertinggal wilayah, kita sama wilayah Jawa sama jauh tertinggal sehingga harus mengejar itu. Hanya saja memang banyak kendala, karena dukungan dari fasilitas ekonomi tidak ada,” ujar Cendana Murti.[*]

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s