Zona Berita

BI Melemahnya Rupiah Hanya sementara

zonadamai.com – Kurs Dolar Amerika Serikat (USD) tengah menguat hingga menembus Rp 14.000 per USD. Pelemahan ini dinilai yang terendah sejak Desember 2015.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara, mengatakan gejolak yang terjadi pada Rupiah merupakan dampak dari kenaikan suku bunga di Amerika Serikat. Ini membuat perubahan pada pergerakan modal global.

“Tapi kalau menurut BI perubahan pergerakan modal di dunia ini volatilitas tidak seperti 2013 yang saat itu keras sekali. Karena itu pertama kalinya AS menyatakan suku bunga akan naik. Lalu di 2015 volatilitas cukup tinggi,” ujar dia di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (8/5).

Namun, volatilitas nilai tukar dinilai hanya bersifat sementara saja. “Filipina, India juga ada volatilitas. Turki, Brazil. Bahkan negara negara maju seperti Swedia, Norwegia, Australia juga melemah kursnya,” kata dia.

Mirza mengakui, bagi negara-negara yang nilai neraca perdagangan defisit, nilai tukarnya akan cenderung melemah. Namun hal tersebut bukan suatu hal yang perlu menjadi kekhawatiran, sebab defisit yang dialami Indonesia masih dalam level yang aman.

“Tahun lalu 1,7 persen terhadap PDB. Tahun ini jadi 2,2 persen-2,3 persen PDB itu masih sangat prudent. Dan itu disebabkan oleh kenaikan impor. Dan kenaikan impor itu mengirimkan kesan positif karena kenaikan impor itu akibat kenaikan impor barang modal, barang mentah, setengah jadi, dan itu dibutuhkan untuk produksi,” ungkap dia.

Selain itu, dengan pertumbuhan ekonomi dan investasi yang cenderung baik, maka pelemahan Rupiah ini tidak akan terlalu berdampak pada perekonomian.

“Dan kemarin di data PDB kan tunjukkan bahwa sektor investasi itu pertumbuhan kan tinggi. Di atas 7 persen dan itu tunjukkan bahwa kenaikan impor itu memang untuk produksi yang kelihatan di sektor investasi dan kontruksi yang meningkat. Jadi itu nanti akan jadi modal pertumbuhan ekonomi ke depan,” tandas dia.

Sebelumnya, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Suahasil Nazara angkat suara terkait penguatan kurs Dolar yang menyentuh level Rp 14.000-an per USD. Menurutnya, kejadian ini bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan.

Advertisements

Categories: Zona Berita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s