Zona Berita

May Day Bukanlah Hari Untuk Berdemo

zonamdamai.com Anda kaum buruh? Anda para pekerja swasta? Apakah esok hari ingin ikut berdemo? Pikir-pikir dahulu sebelum bergabung untuk melancarkan aksi demo. Hasil apakah yang akan didapat dari demo, bukankah lebih baik May Day dijadikan tonggak untuk lebih membuat diri berkualitas?? benar begitu, kawan??

May Day, hari buruh sedunia, yang jatuh setiap tanggal 1 Mei. Dan disetiap May Day, tak pernah terlepas dari aksi demo oleh kaum buruh yang merupakan pekerja swasta. Mereka tentu telah mengambil ancang-ancang untuk demo esok hari. Tuntutannya sama, salah satu tuntutan yang paling populer adalah kenaikkan upah. Intinya satu, meminta pemerintah untuk memberikan lebih besar kesejahteraan untuk mereka, yaitu kaum buruh.

Indonesia…dinegeri kita tercinta, rasa-rasanya sulit untuk selalu mengharapkan banyak dari pemerintah. Kita sebagai warga negara Indonesia tidak bisa serta merta banyak mengharap dari pemerintah, terutamanya kesejahteraan. Seperti kaum buruh yang merupakah pekerja swasta, kesejahteraan tentu tidah bisa serta merta mengharap diberi oleh pemerintah.

Menuntut dan berdemo itu bukanlah sebuah solusi. Ingin mendapat kesejahteraan, solusinya adalah terus belajar dan meningkatkan kualitas diri. Mengapa?? Karena kuncinya ada pada diri sendiri, bukan pemerintah ataupun orang lain. Yang harus dilakukan adalah terus berusaha, bekerja sebaik mungkin, dan terus belajar, belajar, dan belajar, bukan berdemo.

Bukan berarti saya tak bersimpati pada kaum buruh, tetapi sekali lagi saya katakan, lebih baik jangan berdemo. Dari pengalaman hidup, saya sendiri mempunyai ayah yang seorang buruh dengan beragam permasalahan. Mulai dari PHK sepihak tanpa pesangon setelah 20tahun mengabdi diperusahaan, hingga gaji yang tak sesuai, Rp 50.000 perbulan, dengan jam kerja normal 8jam kerja. Itu terjadi ditahun ’90-an, ini memang benar-benar keterlaluan, masuk UMR saja, tidak. Tetapi apakah ayah saya berdemo? Tidak. Tetapi, yang dilakukan adalah terus bekerja dengan penuh dedikasi. Lantas apakah itu sebagai sikap pasrah?? Tentu juga tidak, kawan. Diam bukan berarti pasrah-pasrah saja, tetapi untuk terus belajar.

Buat apa belajar? Tentu untuk meningkatkan kualitas diri. Kualitas seperti apa?? Kualitas yang berbasis pada pendidikan. Terkadang para buruh tidak mengerti, mengapa mereka kerja bertahun-tahun tidak naik gaji, atau kalaupun naik hanya sedikit.

Seperti ayah saya sendiri, bergaji tidak normal, perusahaan seenaknya memeras tenaga dengan gaji sangat rendah. Sebagai seorang pekerja harus tahu, bahwa semakin hari standar yang diminta perusahaan itu naik. Mungkin yang tadinya hanya berstandar lulus SMA, kini berstandar S1. Dan para pekerja juga harus tahu, bahwa gaji juga sesuai dengan tingkatan pendidikan. Dan hal inilah yang membuat ayah saya belajar dan tahu, bahwa pendidikan itu penting.

Maka untuk meningkatkan kualitas diri, ayah saya meminta saya untuk sekolah. Dengan harapan, kelak tidak ada penindasan dikeluarganya. Dan apakah saya sendiri pernah mengalami tindak kesewenangan perusahaan?? Tentu saja pernah. Kawan, pernahkah kau tidak digaji? Saya sudah pernah mengalaminya ditahun 2008-an. Saya tidak menuntut perusahaan, apalagi ikut aksi demonstrasi menuntut pemerintah memberikan kesejahteraan dan keadilan bagi kaum buruh dari pekerja swasta seperti saya. Tetapi, itu saya jadikan sebuah pembelajaran. Mungkin tidak digaji, tapi saya dapat belajar, bagaimana mendirikan perusahaan dari nol, serta memacu diri untuk bergerak maju.

Mungkin, lebih baiknya para buruh yang akan berdemo esok, memikirkan baik-baik akan aksinya. Jika anda masih muda, alangkah baiknya anda menimba ilmu lagi, sekolah lagi, bisa sambil bekerja, agar supaya anda mempunyai nilai lebih. Tingkatkan kemampuan dalam bekerja, maka dengan sendirinya anda punya bargain dengan perusahaan. Kalau anda punya pendidikan, punya pengalaman, dan punya dedikasi kerja tinggi, tentu daya tawar anda diperusahaan tinggi juga. Jika dengan bargain tinggi itu perusahaan tidak bisa memberi kompensasi tinggi juga, maka dengan pendidikan, dengan pengalaman, anda bisa bersiap-siap untuk hengkang dari perusahaan tersebut, dan mencari perusahaan yang lebih baik lagi. Dan kalau saat ini anda sebagai buruh, tidak memungkinkan untuk bersekolah lagi, karena sudah ada anak yang membutuhkan biaya, termasuk biaya sekolah, maka tak perlu ikut-ikutan demo, karena untuk Indonesia 1Mei bukan hari libur. Lebih baik tetap bekerja sebaik mungkin, meski tak sesuai harapan, tapi anak anda adalah harapan, sekolahkan anak anda dengan jenjang pendidikan yang tinggi, saat ini standar S1, dan standar pendidikan itu akan terus naik dari tahun ke tahun. Itu akan lebih baik ketimbang berdemo menuntut pemerintah untuk menaikkan upah dan lainnya. Karena pada dasarnya upah itu akan naik, seiring dengan pengalaman kerja, tingkat pendidikan, dan tidak lupa adalah prestasi dalam bekerja.

Jadi, ubahlah tradisi untuk selalu berdemo, demo, dan demo. Stop Demonstrasi! Karena demonstrasi itu cukup merugikan diri sendiri, lebih baik masuk kerja dari pada meliburkan diri, karena untuk Indonesia, 1 Mei bukanlah hari libur nasional, dan juga merugikan orang lain apabila disertai dengan tindak anarkis dan perusakan.

Berdemo juga cukup menguras tenaga dan mungkin juga biaya. Bukankah itu merugikan?? Masih banyak hal yang harus kita kerjakan, ketimbang berdemonstrasi, mengharap kesejahteraan yang diberikan pemerintah, dengan menuntut dan menuntut. Stop menuntut pemerintah, karena kita semua sudah maklum, pemerintah kita tak bisa diandalkan. Maka, kita sebagai warga negara Indonesia, harus bisa mengandalkan diri sendiri, lupakan pemerintah. Berusaha dengan keras, dan lebih keras lagi dalam hidup. Jangan biarkan aksi demonstrasi dijadikan sebuah tradisi, tradisi untuk menuntut dan meminta. Seperti yang telah saya katakan diatas, jangan mengharapkan pemerintah. Selamat Hari Buruh, Tingkatkan kualitas diri dengan selalu belajar, dan belajar.

Advertisements

Categories: Zona Berita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s