Zona Sosial

Jokowi Menjelaskan Asal Usul Pembiayaan Bandara Kertajati

zonadamai.com MAJALENGKA, – Cara pembiayaan Bandara Kertajati dinilai bisa menjadi model untuk pembiayaan proyek infrastruktur lainnya. Pasalnya, pemerintah daerah dan swasta dianggap bisa berkolaborasi dalam membiayai pembangunan bandara tersebut.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, kolaborasi antara pemerintah provinsi, pusat dan swasta dalam pembiayaan bandara telah mampu mempercepat realisasi pembangunannya. Menurutnya, bandara yang akan melayani kurang lebih 20 juta penduduk ini akhirnya akan bisa beroperasi pada 24 Mei 2017.

“Saya senang, kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Pusat, swasta bisa bergabung (membiayai bandara) dan pengerjaannya sangat cepat sekali,” kata dia seusai memantau proyek bandara seluas 1.800 hektare itu, Selasa 17 April 2018.

Menurut Jokowi, skema-skema pembiayaan baru akan selalu dijadikan masukan untuk proyek-proyek yang lainnya. Menurutnya, pemerintah saat ini tengah mencari sebuah model bisnis untuk pembiayaan agar setiap proyek bisa cepat diselesaikan.

Sementara itu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan, konsep pendanaan Bandara Kertajati ini dilakukan melalui Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) antara pemerintah daerah dan investor. RDPT adalah salah satu alternatif investasi yang menjadi wadah untuk menghimpun pemodal profesional. Dana yang terhimpun selanjutnya akan diinvestasikan oleh manajer investasi, baik melalui portofolio efek maupun portofolio yang berkaitan dengan proyek. Dalam RDPT, biasanya pihak yang berinvestasi tidak boleh lebih dari 50 pihak.

Budi mengatakan, di saat pemerintah tengah merangkul pelaku usaha swasta, proyek bandara Kertajati sudah banyak merangkul pengusaha swasta dalam proses pembangunannya. “Format seperti ini bisa dipakai di tempat-tempat lain. Bahwasannya pengembangan suatu infrastruktur tidak saja mengandalkan BUMN atau APBN, tetapi juga dana-dana swasta,” ujarnya.

Dirut PT BIJB Virda Dimas Ekaputra mengatakan, investasi untuk sisi darat bandara, seperti pembangunan terminal utama dan sarana pendukungnya, selama ini telah mencapai Rp 2,6 triliun. Sebanyak 70% dari investasi itu berasal dari ekuitas dan sisanya berasal dari pinjaman.

Untuk ekuitas, katanya, berasal dari Pemprov Jabar, RDPT dan PT Angkasa Pura II. “Sementara untuk pinjaman, kami sudah mendapatkannya dari sindikasi perbankan syariah,” ujar Virda.

Sementara itu, dalam kunjungan ke proyek bandara, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono.

Mei uji coba

Joko Widodo mengatakan, pembangunan bandara sejauh ini berjalan dengan baik dan dikerjakan sesuai dengan target yang telah ditentukan sebelumnya. Dalam kurun waktu dua tahun sejak pemancangan, bandara tersebut diperkirakan dapat mulai diuji coba pada Mei mendatang.

Ia menuturkan, Bandara Kertajati yang bisa menampung kurang lebih 5,6 juta penumpang (tahap pertama) ini merupakan airport terbesar setelah Soekarno-Hatta. Bandara yang dibangun di atas lahan seluas 1.800 hektare itu memiliki landas pacu atau runway berukuran 2.500×60 meter dan akan diperpanjang menjadi 3.000×60 meter.

Ke depannya, kata Jokowi, pemerintah akan mengembangkan bandara dan kawasan sekitarnya hingga terintegrasi dengan moda transportasi lain seperti kereta api yang langsung menuju ke bandara tersebut. “Ini juga nanti akan dikoneksikan dengan tol. Bisa masuk ke Cipali,” tuturnya.

Selain itu, Presiden mengatakan, Bandara Kertajati ini nantinya juga akan menjadi bandara keberangkatan jemaah haji yang rencananya akan dimulai pada musim haji tahun ini. “Tadi saya tanya ke Angkasa Pura siap, ke Garuda juga siap. Arus mudik juga sudah dipakai,” ucapnya.

Dalam perjalanannya, sekitar pukul 13.00 WIB, Presiden berangkat menuju Pangkalan TNI AU Husein Sastranegara, Kota Bandung dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Setibanya di Pangkalan TNI AU Husein Sastranegara, Kota Bandung pukul 14.05 WIB, Presiden dan rombongan kemudian berganti menggunakan helikopter Super Puma TNI AU langsung menuju Kabupaten Majalengka untuk meninjau proyek BIJB, Kertajati.

Selesai meninjau BIJB, Presiden kembali menggunakan helikopter Super Puma TNI AU menuju Pangkalan TNI AU Husein Sastranegara, Kota Bandung.

Categories: Zona Sosial, Zona Wisata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s