Zona Politik

Jika Pilpres Dua Calon Jokowi Akan Menang

 

ZonaDamai – Direktur Eksekutif Political Communication Institute (PolcoMM Institute), Heri Budianto menyebutkan jika Presiden (Pilpres) 2019 hanya terdapat dua poros, maka kemungkinan Jokowi menang cukup besar, tetapi suara partai Gerindra pun akan signifikan.

“Kalau dua pasang, di sisi pilpres kemungkinan besar Jokowi akan menang, tapi dua pasang itu Gerindra dengan koalisinya akan mendapat suara signifikan,” ujar Heri dalam Rilis Hasil Survei dan Diskusi Politik Elektabilitas Capres-Cawapres dan Mengukur Kekuatan Poros Ketiga di kawasan Cikini, Mentang, Jakarta Pusat, Minggu (25/3).

 

Namun, jika poros ketiga terbentuk, katanya, seharusnya PDIP dan Gerindra merasa was-was. Hal tersebut karena Pemilihan mendatang bisa berlangsung dua putaran sehingga menyebabkan pertarungan lebih panjang.

Selain itu distribusi suara juga akan terbelah, karena pendukung partai di luar koalisi yang tidak menyukai Jokowi akan berlari ke Gerindra. Dengan demikian, katanya, apabila di pilpres tersebut dua pasang yang maju, sebenarnya akan sangat menguntungkan juga bagi Gerindra.

Dalam survei yang dilakukan PolcoMM Institute, Jokowi kembali mengungguli Prabowo dengan jumlah persentase yang cukup jauh. Jokowi unggul 51,83 persen dibanding Prabowo yang hanya mendapat 31,42 persen.

 

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) PDIP, Eriko Sotarduga mengatakan, sedianya poros ketiga tidak menutup kemungkinan ada meskipun potensinya lebih kecil. Setidaknya ada tiga faktor yang menyebabkan poros tersebut sulit terbentuk, yakni pilpres dan pileg yang dilakukan serentak yang membuat orang banyak pilihan sebab setiap orang akan mendapatkan tiga kertas suara, yakni untuk memilih anggota DPR, DPRD, dan Presiden.

“Kemudian elektabilitas juga penting, mungkin tidak calon presiden (capres) yang diusung poros ketiga ini menang? Karena tidak ada partai yang mengajukan capres ingin kalah,” katanya.

Kemudian, saat ini dengan ketentuan presidential threshold sebesar 20 persen, tidak ada satu partai pun yang bisa mencalonkan presiden sendirian. Termasuk PDIP dan Gerindra sendiri. Paling tidak, katanya, partai tersebut harus berkoalisi minimal dua partai.

“Bagaimana mau buat poros ketiga kalau tidak ada koalisi yang sepakat? Ini bisa dilihat 3 bulan ke depan akan ditentukan. Dinamika, komunikasi dan lainnya serta melihat kemungkinan menang,” katanya.

Faktor lainnya, terangnya, apakah Gerindra dan PKS yang sudah resmi berkoalisi benar akan memajukan Prabowo? Jika itu sudah pasti, maka pilpres tahun depan sudah ada dua poros yang maju.

 

Jika Prabowo sudah deklarasi, katanya, maka akan terlihat kembali poros ketiga tersebut dari tiga partai yang belum menentukan arahnya, yakni PAN, PKB, dan Demokrat. Sebab dari ketiga partai itu pun, katanya, pasti tidak ingin ada yang mengalah sehingga untuk membentuk poros tersebut pun dinilainya tidak mudah.

“Poros ketiga berat. Partai-partai yang mungkin mebuat poros ketiga lebih memungkinkan koalisi ke kami atau Gerindra, karena ada faktor pileg dan pilpres bersamaan, elektabilitas memungkinkan tidak untuk menang. Satu saja dari tiga partai tidak sepakat, sudah tidak jadi poros ketiga,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan, terkait survei yang mengunggulkan Jokowi dibanding Prabowo tersebut, dinilainya bahwa survei belum menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat atas kepemimpinan Jokowi.

Incumbent itu lawannya bukan kompetitor, tapi kinerjanya sendiri. Di sisi kami, (kinerja Jokowi) satu peluru yang bisa dipegang untuk menambah keyakinan Prabowo jadi presiden,” katanya.

Adapun terkait poros ketiga, ia pesimistis poros tersebut akan terbentuk Menurutnya, partai-partai lain sangat nyaman berkoalisi dengan Prabowo. Bahkan partai yang belum menentukan pilihan itu disebutkannya pernah bekerjasama dengan Gerindra.

“Saya pikir pasti mereka nyaman dengan koalisi Pak Prabowo, tapi saya tidak mengatakan tidak perlu poros ketiga. Pokoknya sekarang rakyat saatnya remedial. Membuat pilihan tepat presiden baru Pak Prabowo Subianto,” pungkasnya

 

Sumber :  Berita Satu

Categories: Zona Politik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s