Zona Berita

Komnas HAM Enggan Tanggapi Surat Akademisi Internasional Soal Masalah Di Papua

ZONADAMAI.COM: Koordinator Subkomisi Penegakan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Amiruddin al-Rahab mengaku belum membaca surat terbuka dari akademisi internasional yang meminta pemerintah Indonesia menarik kekuatan militer dari Papua. Permintaan itu menyusul dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan aparat terhadap warga sipil.

Amiruddin mengatakan, Komnas HAM bertugas bukan untuk merespons surat terbuka yang disampaikan oleh Profesor Institut Teknologi Massachusetts (MIT) Noam Chomsky dan beberapa akademisi internasional tersebut. Amiruddin menyebut permintaan itu hanya sebatas opini dari sebuah kelompok dan Komnas HAM tidak perlu menanggapinya.

“Komnas HAM punya prosedur dan mekanisme kerja. Tugas kami bukan untuk menanggapi pendapat kelompok seperti itu,” kata Amiruddin kepada CNNIndonesia.com, Selasa (21/11).

Meski belum mengetahui surat terbuka tersebut, Amiruddin mengatakan bahwa Komnas HAM sudah mengirim staf untuk mengetahui kondisi di Papua. Namun dia belum bisa menyampaikan hasil temuan di lapangan karena masih menunggu laporan dari tim dimaksud.

“Kami akan bicarakan dulu di internal Komnas HAM, melihat perkembangan yang terjadi di lapangan. Nanti kami lihat sesuai dengan mekanisme dan fungsi yang dimiliki Komnas HAM,” tutur Amiruddin.

Surat terbuka yang diinisiasi oleh akademisi internasional yang tergabung dalam International Academics for West Papua tersebut menuntut pemerintah Indonesia untuk menarik TNI dari Papua karena ada dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan militer terhadap warga sipil di provinsi tersebut.

Mereka menyebut militer secara rutin menembaki massa demonstrasi damai, membakar desa-desa, dan menyiksa pegiat sipil serta warga setempat sejak 1969.
“Kami meminta pemerintah Indonesia dan negara kami masing-masing untuk mengambil tindakan urgent dan efektif untuk memastikan militer Indonesia segera ditarik dari Papua Barat dan Indonesia mendemiliterisasi kawasan sebagai langkah awal menuju penyelesaian konflik secara damai,” kata para akademisi dalam surat terbuka di situs resminya, diakses CNNIndonesia.com, Senin (20/11).

CNNIndonesia.com sudah meminta tanggapan dari TNI terkait hal tersebut. Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal TNI Mohamad Sabrar Fadhillah belum bisa memberi tanggapan terkait surat terbuka itu.

“Saya belum bisa kasih komentar terkait hal itu,” kata Fadhillah kepada CNN Indonesia, Selasa (21/11).

Sumber: cnnindonesia.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s