opini

Katanya Pencitraan, Jokowi Tetap Kirim Bantuan ke Rohingya

bantu

Sumber: Viva.co.id

Presiden Joko Widodo, alias Jokowi tetap mengirimkan bantuan untuk pengungsi etnis Rohingya di perbatasan Bangladesh-Myanmar, meski Prabowo Subianto mengktritiknya hal yang dilakukan tersebut hanya pencitraan.

Pihak Istana memastikan, bantuan lanjutan akan terus dikirim menggunakan pesawat Hercules ke daerah Chittagong, Bangladesh. Dari Chittagong, dibawa lagi ke daerah Cox Bazar yang berjarak 170 kilometer. Daerah ini adalah yang terdekat dengan ratusan ribu pengungsi etnis Rohingya.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam siaran persnya memastikan, pemerintah terus mengirim bantuan, apapun yang dikritik pihak lain.

Dia menjelaskan, pesawat Hercules A 1319 dan A 1316 yang membawa bantuan itu tiba Sabtu siang, 16 September 2017, di Bandara Internasional Shah Amanat, Chittagong, Bangladesh.

“Kedua pesawat tersebut membawa bantuan kemanusiaan seberat 19,8 ton, yang terdiri dari 10 ton beras, makanan siap saji, lampu, tenda, dan selimut,” katanya.

Dengan begitu, selama tiga hari bantuan yang disalurkan Indonesia untuk hampir 720 ribu jiwa pengungsi Rohingya, sudah mencapai 54 ton. Bahkan, jumlah itu belum mencukupi kebutuhan sehari-hari para pengungsi.

“Belum cukup. Walaupun ada juga bantuan-bantuan dari negara-negara lain,” ujar Direktur Tanggap Bencana Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB), Junjungan Tambunan.

Perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangladesh, Eka Wiediyantiningsih mengatakan, bantuan dari Indonesia sudah tiba di Kota Coxs Bazar, kota terdekat dengan daerah pengungsi Rakhine State.

“Untuk penyalurannya, itu kita serahkan kepada pemerintah setempat, pemerintah daerah bekerja sama nanti dengan organisasi-organisasi internasional,” ujar Eka.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto melayangkan sindiran kepada pemerintahan Jokowi yang mengirimkan bantuan untuk pengungsi Rohingya di Bangladesh. Dalam sambutannya, saat aksi bela Rohingya yang berpusat di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Sabtu 16 September 2017, Prabowo menilai ‘suara’ Indonesia tidak akan didengar pemerintah Myanmar.

Usaha pemerintah untuk menekan penguasa di Myanmar, baru akan berhasil jika Indonesia memang telah dianggap sebagai negara yang besar.

“Percaya sama saya, kalau kita kuat, pasti kaum Rohingya dapat kita bantu. Kalau pun kita sekarang kirim-kirim bantuan, saya nilai itu pencitraan saja. Bahkan, kadang bantuan pun tak sampai,” kata Prabowo di depan ribuan peserta aksi bela Rohingya.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s