Zona Berita

Jangan Pakai Pancasila untuk Adu Domba

Pancasila-1ZONADAMAI.COM – SEBAGAI dasar negara Indonesia, Pancasila seharusnya menjadi alat pemersatu bangsa. Namun belakangan, yang terjadi justru ada pihak-pihak yang menyalahgunakan lima sila tersebut sebagai alat untuk mengotak-ngotakkan.

Ketua MPR Zulkifli Hasan meminta hal tersebut dihilangkan. Politikus asal Lampung itu mengingatkan sesama bangsa Indonesia adalah saudara, bukan musuh, sehingga harus bergotong royong dalam persatuan Indonesia.

“Pancasila memuat nilai-nilai luhur bangsa, jangan sampai digunakan untuk menjustifikasi dan pengotak-ngotakan bangsa. Janganlah satu kelompok merasa Pancasilais dan mengecam kelompok lain sebagai tidak Pancasilais,” kata Zulkifli saat menyampaikan sosialisasi empat pilar di Cirebon, Jawa Barat, Senin (11/9/2017).

Pernyataan itu juga realistis mengingat 2018 (pilkada) dan 2019 (pilpres) merupakan tahun politik bagi negeri ini. Biasanya, tensi di masyarakat meninggi seiring dengan panasnya suhu politik di Tanah Air sehingga dikhawatirkan muncul isu-isu yang menggesek persatuan bangsa.

Biasanya, tensi di masyarakat meninggi seiring dengan panasnya suhu politik di Tanah Air sehingga dikhawatirkan muncul isu-isu yang menggesek persatuan bangsa.

Dalam kesempatan yang sama, Zulkifli juga berpesan kepada masyarakat agar cermat, kritis, dan rasional dalam memilih calon pemimpin pada kontestasi demokrasi, ba­ik pemilihan umum (pemilu) maupun kepala daerah (pilkada) agar menghasilkan pemimpin yang amanah.

“Masyarakat harus mencermati calon pemimpin yang akan dipilih, apakah memiliki rekam jejak baik, integritas tinggi, prestasi baik, dan amanah,” tambahnya.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak tergiur dengan politik uang. Selain tidak sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, hal tersebut juga akan membuat daerahnya tidak maju serta masyarakatnya terlupakan oleh sang pemimpin.

“Masyarakat jangan sampai terbujuk untuk menukar kedaulatan dengan sekadar uang atau sembako sehingga menghasilkan pilihan yang salah,” tandas Zulkifli.

Jaga nasionalisme
Sebaliknya, partai politik juga harus menjaga diri dengan wajib mengingatkan ka-dernya tentang prinsip-prinsip Pancasila sebagai upaya menjaga nasionalisme. Hal itu karena para kader merupakan ujung tombak partai di masyarakat.

“Apalagi dunia sedang tergerus oleh kultur individualisme yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila, yaitu gotong-royong,” ujar Staf Khusus Presiden, Diaz Hendropriyono, dalam pembekalan sekaligus pelantikan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Provisi Kepulauan Riau, kemarin.

Menurut Diaz dalam keterangan persnya kepada wartawan di Jakarta, kemarin, dahulu rakyat berkumpul di alun-alun untuk berinteraksi secara langsung dengan wa-kilnya. Namun, sekarang hal itu mulai berkurang karena adanya teknologi. Sementara itu gejala intoleransi merebak di mana-mana. Indonesia tidak bisa seperti ini.

“Kultur individualisme ini tidak boleh memecah nasionalisme bangsa Indonesia karena gotong royong masih diperlukan. Itu tugas parpol untuk mengingatkan ka-dernya,” tegas Diaz.

Nilai gotong royong itu, lanjutnya, terbukti membuat Indonesia lebih maju. Diaz mencontohkan terobosan pemerintah untuk menurunkan harga semen menjadi Rp500 ribu per sak dan kebijakan bahan bakar minyak satu harga di Papua.

Menurutnya, kedua hal itu tidak akan pernah terwujud tanpa adanya peran bersama dari badan usaha milik negara dan TNI Angkatan Udara.[Antara]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s